Stop Dulu Roblox! Ini 3 Mainan Anak Edukatif yang Bikin Otak Cerdas
Bulan puasa sering kali menjadi momen yang menantang bagi orangtua dalam mengatur aktivitas anak-anak di rumah.
Perubahan jadwal makan dan tidur, membuat ritme harian ikut berubah. Di sela waktu senggang, banyak anak memilih menghabiskan waktu dengan bermain Roblox atau berbagai gim serupa di gawai mereka.
Game Roblox memang menawarkan dunia virtual yang seru dan interaktif. Namun, jika dimainkan terlalu lama, bukan tidak mungkin menimbulkan risiko tertentu bagi anak.
Isu mengenai bahaya Roblox pada anak kerap muncul dalam diskusi parenting, mulai dari potensi kecanduan, paparan interaksi dengan pengguna asing, hingga risiko anak terpapar konten yang kurang sesuai usia.
Apalagi selama puasa, ketika energi anak cenderung lebih stabil jika tidak terlalu banyak aktivitas fisik, bermain game Roblox di layar menjadi pilihan yang terasa paling mudah.
Padahal, bulan Ramadhan justru bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun kebiasaan baru yang lebih sehat, termasuk dalam memilih jenis permainan.
Rekomendasi mainan edukatif anak
Orangtua dapat mengalihkan perhatian anak-anak pada mainan yang tak kalah seru serta lebih edukatif dan minim screen time, alih-alih melarang sepenuhnya game Roblox.
Berikut adalah tiga permainan yang bisa menjadi alternatif selama puasa.
1. Brick Balok Susun Anak DIY 150pcs
Mainan ini mengajak anak membangun berbagai bentuk sesuai imajinasi mereka. Jika dalam game Roblox anak bebas menciptakan dunia virtual, melalui balok susun ini, mereka menciptakan karya nyata yang bisa disentuh dan dilihat secara langsung.
Brick Balok Susun Anak DIY 150pcs
Saat anak duduk menyusun balok demi balok, mereka sebenarnya sedang melatih koordinasi tangan dan mata, belajar memahami struktur, serta mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Proses mencoba, gagal, lalu membangun ulang menjadi bagian penting dalam pembelajaran.
Selama puasa, menyusun mainan Brick Balok Susun Anak DIY 150pcs dapat membantu anak tetap fokus dan tenang tanpa harus terus menatap layar.
Momen menyusun balok juga bisa menjadi waktu berkualitas bersama keluarga, misalnya ketika orangtua ikut membantu membangun “kota mini” menjelang waktu berbuka.
2. WISEHAWK DIY Generator Tangan Puzzle Kayu Mainan Edukasi Sains Eksperimen
Berbeda dengan game Roblox yang berbasis visual digital, anak diajak merakit generator sederhana dari potongan puzzle kayu. Setelah terpasang, generator tersebut dapat menghasilkan energi listrik melalui putaran tangan.
WISEHAWK DIY Generator Tangan Puzzle Kayu Mainan Edukasi Sains Eksperimen
Proses merakit generator tidak hanya melatih ketelitian, tetapi juga memperkenalkan konsep dasar perubahan energi dari mekanik menjadi listrik.
Anak belajar bahwa cahaya lampu kecil yang menyala berasal dari usaha memutar tuas. Pengalaman konkret seperti ini sering kali jauh lebih membekas dibanding sekadar membaca teori atau melihat animasi di layar.
WISEHAWK DIY Generator Tangan Puzzle Kayu Mainan Edukasi Sains Eksperimen juga bisa menjadi simbol bahwa setiap hasil memerlukan usaha. Nilai ini sejalan dengan makna menahan diri dan berproses selama Ramadhan.
3. WETECH Mainan Magnet 52PCS Eksperimen Sains Elektromagnet
WETECH Mainan Magnet 52PCS Eksperimen Sains Elektromagnet memperkenalkan konsep medan magnet dan arus listrik melalui rangkaian percobaan sederhana.
Anak-anak dapat merakit berbagai proyek mini yang menunjukkan bahwa magnet dan listrik saling berkaitan. Sensasi melihat eksperimen berhasil tentu menghadirkan kepuasan tersendiri.
WETECH Mainan Magnet 52PCS Eksperimen Sains Elektromagnet
Berbeda dengan game Roblox yang sepenuhnya terjadi di ruang virtual, WETECH Mainan Magnet 52PCS Eksperimen Sains Elektromagnet memberikan pengalaman langsung. Anak dapat menyentuh komponen, merakit kabel, dan mengamati hasilnya secara nyata.
Aktivitas tersebut merangsang rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis. Selama puasa, kegiatan yang menstimulasi otak seperti ini membantu anak tetap produktif tanpa harus menguras energi fisik secara berlebihan.
Bangun kebiasaan baik baru
Mengurangi screen time selama puasa bukan berarti menghilangkan kesenangan anak. Justru dengan memperkenalkan mainan anak yang edukatif, orangtua dapat menunjukkan bahwa bermain tidak selalu identik dengan layar.
Kekhawatiran terhadap bahaya Roblox bisa diantisipasi dengan pendampingan dan pengaturan waktu yang bijak, sekaligus menghadirkan alternatif yang sama-sama menarik.
Ramadhan bisa menjadi titik awal membangun pola bermain yang lebih seimbang. Anak tetap boleh menikmati game Roblox dalam durasi terbatas. Akan tetapi, mereka juga diberi kesempatan mengeksplorasi kreativitas melalui balok susun, memahami sains lewat generator tangan, serta bereksperimen dengan elektromagnet.
Ketika anak merasa tertantang dan terhibur dengan aktivitas baru, ketergantungan pada layar pun perlahan berkurang.
Pada akhirnya, tujuan utama bukan sekadar menjauhkan anak-anak dari bahaya Roblox, melainkan membantu mereka menemukan bentuk permainan yang memperkaya pengalaman belajar.
Untuk itu, puasa menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan positif, termasuk dalam memilih hiburan. Dengan alternatif yang tepat, anak tidak hanya teralihkan dari layar, tetapi juga tumbuh lebih kreatif, kritis, dan percaya diri.
Tag: #stop #dulu #roblox #mainan #anak #edukatif #yang #bikin #otak #cerdas