Cuaca Ekstrem, Ikon Wisata Romantis di Italia Hancur Saat Valentine
Lovers’ Arch, ikon romantis di Italia, runtuh tepat pada Hari Valentine, saat seharusnya tempat ini ramai kunjungan oleh banyak pasangan untuk merayakan cinta mereka.
Lovers’ Arch merupakan tempat wisata berupa tebing batu di Salento, Faraglioni di Sant'Andrea, Italia yang telah lama dikenal sebagai latar melamar kekasih hingga merayakan Hari Valentine, seperti dikutip BBC, Rabu (18/2/2026).
Tempat wisata alam ini runtuh ketika badai dahsyat melanda Italia Selatan pada akhir pekan. Dalam sekejap, struktur lengkungan Lovers’ Arch yang rapuh akhirnya runtuh dan berubah menjadi tumpukan puing.
Wali Kota Melendugno, Maurizio Cisternino, mengatakan, peristiwa ini menjadi pukulan telak bagi pariwisata di Salento, daerah wisata paling populer di Italia yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi setempat.
"Ini adalah hadiah Hari Valentine yang tidak diinginkan," kata Cisternino.
"Alam, sebagaimana ia menciptakan busur, telah mengambilnya kembali. Alam telah berubah: apa yang ada 30 tahun lalu sudah tidak ada lagi," sambung dia, seperti dikutip CNN.
Baca juga: Overtourism, Desa di Pegunungan Italia yang Instagramable Ini Mulai Batasi Wisatawan
Pesona Lovers’ Arch
Lengkungan Lovers’ Arch terbentuk oleh erosi angin kencang dan gelombang laut tinggi selama berabad-abad yang mengikis tebing batu kalkarenit di wilayah Puglia, Italia, di perairan biru kehijauan Laut Adriatik.
Situs ini, seperti dikutip CNN, dulunya merupakan pos pengawasan strategis yang digunakan untuk memperingatkan adanya bajak laut.
Kemudian berubah menjadi ikon wisata romantis yang menarik banyak pasangan sejak akhir abad ke-18.
Saking populernya, Cisternino tidak dapat memastikan berapa banyak pengunjung yang datang ke Lovers’ Arch.
Baca juga: Destinasi Wisata Favorit 2026, Jepang hingga Italia Jadi Sorotan
Spot wisata alam ini semakin terkenal seiring bertambahnya unggahan di Instagram, akses masuknya pun terbuka gratis untuk umum.
Di sekitar daerah wisata ini juga tersedia banyak hotel dan resor yang menjadi pilihan wisatawan untuk singgah di Salento.
Salah satu warga setempat, Lorenzo Barlato, mengingat kembali momen romantis saat melamar istrinya di puncak tebing tersebut.
Lebih dari 40 tahun lalu, ia mengabadikan momen sekali seumur hidup tersebut di Lover's Arch dan sering kali datang ke tempat yang sama untuk merayakan hari jadi mereka.
“Saya sudah tidak sabar untuk kembali. Sekarang, sayangnya, yang tersisa hanyalah banyak foto indah yang saya ambil di tempat yang seperti surga itu," ungkap dia dalam unggahan Facebook pribadinya.
Kini, tak ada lagi Lovers' Arch, hanya tersisa puing lengkungan yang akan dibiarkan hanyut di laut.
Baca juga: Kota di Italia Ini Akan Berlakukan Pajak Wisata untuk Anjing
Cuaca ekstrem di Italia
Peningkatan suhu air laut akibat perubahan iklim disebut sebagai faktor pendorong cuaca ekstrem yang menghantam Lover's Arch. Topan Harry yang terjadi pada Januari juga mempercepat kerusakan lengkungan batu ikonik tersebut.
Sebenarnya, kekhawatiran akan hancurnya bangunan bersejarah itu sudah muncul sejak bertahun-tahun lalu.
Cisternino mengatakan, pemerintah daerah setempat pernah mengajukan permohonan hibah sebesar 4,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk mendanai proyek pelestarian guna untuk mencegah erosi pantai pada 2024, tetapi gagal mendapatkan dana tersebut..
“Ini adalah tragedi yang kami tahu tak terhindarkan, kami hanya tidak menyangka akan terjadi secepat ini,” ujar Cisternino.
Bukan hanya kawasan wisata, belum lama ini, di Sisilia, tanah longsor juga ini menyebabkan rumah-rumah roboh.
Baca juga: Akibat Batas Berat Pesawat, 20 Penumpang British Airways Diturunkan di Italia
Tag: #cuaca #ekstrem #ikon #wisata #romantis #italia #hancur #saat #valentine