Mendagri Ungkap Opsi 29 Desa Hilang Akibat Bencana Sumatera Dihilangkan atau Direlokasi
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu.(DOK. Kemendagri)
11:34
18 Februari 2026

Mendagri Ungkap Opsi 29 Desa Hilang Akibat Bencana Sumatera Dihilangkan atau Direlokasi

- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap ada 29 desa hilang akibat bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi Sumatera.

Tito mengungkap ini saat rapat bersama Pimpinan DPR RI terkait Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

"Jadi ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor atau terkena banjir," kata Tito di hadapan para anggota Dewan.

Berdasarkan provinsi, Tito menyebut banyak desa hilang berlokasi di Aceh yakni berjumlah 21 desa.

"Di Aceh paling banyak yaitu 21 desa kampung hilang, di Aceh Tamiang, Nagan Raya, dan Gayo Lues," ujar Tito.

Baca juga: Kisah Eli Korban Bencana Padang Pariaman, Belasan Tahun Menabung demi Rumah Impian, Kini Lenyap...

Di Sumatera Barat tidak ada desa atau kampung yang hilang.

Sementara di Sumatera Utara ada 8 desa atau kampung yang hilang.

"Sumatera Utara ada 8 desa yang hilang, khususnya di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah," kata Tito.

Menurut Tito, hilangnya 29 desa perlu ditindaklanjuti lagi. Ia membuka opsi desa yang hilang akan dibangun kembali atau dihilangkan dalam administrasi pemerintahan.

"Ini juga perlu penyelesaian relokasi dan juga administrasi pemerintahan desa artinya, karena desa yang hilang itu nanti apa kita kan bangun kembali atau dihilangkan dalam administrasi pemerintahan," ujar dia.

Dalam kesempatan ini, Tito mengatakan bencana yang terjadi di tiga provinsi Sumatera pada akhir November lalu mengakibatkan kerusakan besar dan banyak korban jiwa.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Hujan Guyur Bener Meriah, Warga: Semoga Jauh dari Bencana, Trauma Belum Hilang

Dari data yang diperoleh Tito ada 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang hilang.

Sementara jumlah pengungsi kini sudah menurun. Awalnya ada 2 juta lebih pengungsi, kini menjadi sekitar 12.000 orang.

"Jumlah kabupaten kota yang terdampak 52 kabupaten kota, kecamatan 491, desa 4.511 termasuk kerusakan rumah baik ringan, sedang, berat, maupun yang hilang," ujar Tito.

"Kemudian fasilitas pendidikan yang rusak sesuai data, fasilitas kesehatan, kemudian jembatan yang rusak atau roboh, tempat-tempat ibadah baik masjid maupun gereja, jalan, kemudian fasilitas umum lain, serta tadi pengungsi," lanjutnya.

Tag:  #mendagri #ungkap #opsi #desa #hilang #akibat #bencana #sumatera #dihilangkan #atau #direlokasi

KOMENTAR