Ketika Budaya Indonesia Melangkah Bersama adidas: Dari Island Series hingga Edisi Papua
adidas papua(adidas)
13:05
18 Februari 2026

Ketika Budaya Indonesia Melangkah Bersama adidas: Dari Island Series hingga Edisi Papua

- Indonesia bukan sekadar pasar bagi brand global seperti adidas. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia justru menjadi sumber inspirasi utama lewat rilisan adidas Island Series, koleksi sepatu yang merayakan kekayaan budaya pulau-pulau Nusantara.

Terbaru, adidas menghadirkan Island Series SS26 Papua, sebuah koleksi yang tak hanya apik dipakai, tetapi juga menyuarakan identitas, tradisi, dan kebanggaan masyarakat Papua melalui detail desain yang sarat makna.

Sejarah adidas Island Series: Dari Nuansa Liburan ke Penghormatan Budaya

Konsep Island Series sebenarnya bukan hal baru. Seri ini pertama kali diinisiasi oleh Horst Dassler pada era 1950-an. Saat itu, adidas ingin menciptakan sepatu yang mampu membangkitkan nuansa liburan dan eksplorasi.

Baca juga: Setelah Sumatra, Adidas Island Series Kini Menghadirkan Sepatu Kalimantan

Nama-nama pulau eksotis dipilih untuk menghadirkan sensasi perjalanan—seolah setiap langkah membawa pemakainya ke tempat impian.

Namun di Indonesia, Island Series berkembang lebih dalam dari sekadar konsep “liburan”. Adidas Indonesia menjadikannya sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara, upaya memperkenalkan warisan lokal ke pasar global lewat representasi identitas unik tiap pulau, sekaligus dukungan terhadap pelestarian budaya dan ekonomi kreatif lokal.

Melalui siluet global seperti Samba, SL72, hingga Superstar, adidas menyelipkan detail khas Indonesia—mulai dari kain tradisional hingga simbol budaya—sehingga setiap pasang sepatu menjadi bagian dari “petualangan kultural”.

Baca juga: Dirilis Ulang, Adidas Bali Dicari Orang

Makna Budaya di Balik Setiap Rilisan Pulau

Sebelum Papua, adidas telah lebih dulu merilis edisi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Masing-masing membawa cerita tersendiri.

Adidas Bali yang pertama kali muncul tahun 1977 misalnya, melukiskan keindahan laut Pulau Dewata lewat warna Chalk Blue dan garis biru laut (Dark Marine) menggambarkan panorama perairan Bali. Logo “Bali” di lidah sepatu menjadi simbol identitas budaya yang kuat.

Sementara Adidas Java yang hadir dalam kombinasi warna biru night sky, tiga garis merah vivid red serta sol putih klasik dirancang sebagai simbol “petualangan kultural” yang elegan, merepresentasikan karakter budaya Jawa yang anggun dan bersejarah.

Koleksi selanjutnya lebih memperlihatkan nuansa Indonesia, karena tidak sekedar diwakili warna dan tulisan, melainkan juga menyematkan desain-desain lokal.

Adidas Sumatra yang menggunakan siluet Samba berwarna merah marun terinspirasi dari Tenun Ulos Batak. Bahkan salah satu set tali sepatunya mengadopsi motif kain Ulos, yang merupakan simbol doa, kehangatan, dan hubungan kekeluargaan dalam budaya Batak.

Lalu edisi Kalimantan menonjolkan lanskap alamnya dalam warna hijau, krem, dan cokelat tua melambangkan hutan tropis, dengan aksen kuning menggambarkan cahaya matahari yang menembus pepohonan. Tali sepatunya yang warna-warni terinspirasi kain khas Kalimantan.

Sedangkan Adidas Sulawesi yang dihadirkan dalam warna biru dengan garis putih yang merepresentasikan samudra, dilengkapi tali sepatu yang terinspirasi dari kain Lipa Sabbe, sarung sutra khas Bugis yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Baca juga: 3 Seniman Lokal Hadirkan Kekayaan Pulau Indonesia dalam Koleksi adidas FW25 Island Series Graphic Tees

adidas papuaadidas adidas papua

Adidas Island Series SS26 Papua: Identitas yang Dikenakan

Kini, giliran Papua yang mendapat sorotan utama dalam Island Series. Dikemas dalam seri Superstar, koleksi ini memiliki desain yang penuh simbol, antara lain jalur warna krem dan cokelat menggambarkan karakter tanah Papua yang kaya dan alami, lalu elemen rumbai pada sepatu merepresentasikan tekstil lokal masyarakat Papua—memberikan sentuhan etnik yang kuat.

Selain itu, kita bisa menemukn ilustrasi burung Cendrawasih ditempatkan pada bagian tumit (heel). Cendrawasih adalah fauna ikonik dan sakral bagi masyarakat Papua. Kehadirannya bukan sekadar ornamen, melainkan simbol jati diri dan kebanggaan wilayah timur Indonesia tersebut.

Bila kita perhatikan lebih detal, garis logo adidas dan bgian tumitnya memiliki motif khas Papua yang sering ditemukan pada perisai. Sepatu ini juga dilengkapi dua set tali (putih dan cokelat), memberi opsi styling yang fleksibel.

Island Series SS26 Papua menggandeng seniman lokal Michael Yan Davis untuk koleksi T-shirt yang terdiri dari dua desain utama: Satu menggambarkan nilai tradisi Papua dan kepercayaan suku Biak, dengan ilustrasi topeng yang seolah menyatu dengan tubuh manusia.

Kemudian kedua, menampilkan gestur Salam Kumbi, salam khas suku pegunungan tengah Papua saat menari Yospan.

Tarian Yospan sendiri merupakan tarian pergaulan yang berkembang dari tradisi Papua. Secara filosofis, Yospan melambangkan kehangatan, keakraban, dan kuatnya ikatan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Papua.

Kolaborasi ini menjadikan koleksi bukan hanya produk fashion, tetapi medium cerita budaya. Secara keseluruhan, adidas Island Series bukan sekadar strategi pemasaran. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia dan upaya membawa warisan lokal ke panggung global dngan memadukan gaya hidup modern dan nilai budaya.

Island Series SS26 Papua dirilis pada 18 Februari 2026 melalui adidas.co.id dan mitra retail resmi adidas Indonesia.

Melalui Island Series, adidas seakan mengajak kita menyadari bahwa budaya bukan hanya untuk dilestarikan di museum atau upacara adat, tetapi juga bisa hidup dalam keseharian—bahkan lewat langkah kaki.

Dari Ulos Sumatra hingga Cendrawasih Papua, dari Lipa Sabbe Sulawesi hingga hutan Kalimantan, setiap sepatu adalah cerita. Dan kali ini, cerita itu datang dari tanah Papua —indah, hangat, dan penuh kebanggaan.

 Baca juga: Jaket Adidas Bergaya Mandarin Laris Saat Imlek, Dibanderol hingga Rp 6 Jutaan

Tag:  #ketika #budaya #indonesia #melangkah #bersama #adidas #dari #island #series #hingga #edisi #papua

KOMENTAR