Singapura Bakal Atur Peredaran ''Blind Box'', Cegah Risiko Perjudian
- Pemerintah Singapura berencana memberlakukan regulasi ketat terhadap penjualan blind box atau kotak kejutan.
Langkah ini diambil menyusul peninjauan mendalam oleh pihak berwenang guna memitigasi risiko kecanduan perjudian di tengah masyarakat.
Dikutip dari Straits Times, Sabtu (14/2/2026), Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menyatakan bahwa pihaknya telah mempelajari isu tersebut secara komprehensif dan memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru.
Baca juga: Kereta Lintas Negara Malaysia–Singapura Segera Beroperasi, 5 Menit Sampai
Aturan yang saat ini tengah dirancang tersebut akan menetapkan syarat-syarat khusus bagi penyedia blind box di Singapura.
Tujuannya adalah mengelola risiko perjudian yang kerap terselubung dalam model bisnis barang koleksi acak ini.
Blind box sendiri merupakan kotak kemasan tertutup yang berisi barang koleksi secara acak, mulai dari action figure, mainan, hingga aksesori.
Konsumen membeli kotak tersebut tanpa mengetahui isi di dalamnya.
Sering kali, produsen tidak mengungkapkan peluang secara eksplisit untuk mendapatkan item tertentu, terutama barang koleksi langka (rare item) yang sangat diburu oleh para kolektor.
Baca juga: Viral Karyawan Toko Roti di Singapura Bersihkan Rak Etalase Pakai Sapu, Kini Dipecat
Pasar "blind box" yang kian menggiurkan
Model bisnis ini memang tengah mengalami tren peningkatan yang signifikan.
Secara global, nilai pasar blind box tercatat mencapai 11,38 miliar dollar AS pada 2021 dan diprediksi akan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 24,2 miliar dollar AS pada 2033.
Salah satu koleksi blind box yang paling terkenal adalah Labubu, sebuah karakter Pop Mart yang dipopulerkan oleh Lisa dari grup K-pop Blackpink pada 2024.
Pop Mart sendiri merupakan raksasa mainan asal China yang kini telah mengoperasikan lebih dari 500 toko di seluruh dunia, termasuk enam gerai di Singapura.
Baca juga: Changi Singapura Masuk Daftar Bandara Terbaik untuk Bertemu Cinta Sejati
Selain Labubu, merek-merek lain seperti Mofusand dari Jepang dan Sonny Angels juga sangat digemari.
Di pasar domestik Singapura, perusahaan rintisan Unigons bahkan merilis koleksi "Fortune Merlion" berbahan plastik daur ulang seharga 60 dollar Singapura untuk memperingati ulang tahun ke-60 negara tersebut.
Demam kotak kejutan ini pun merambah ke berbagai sektor bisnis lain.
Merek besar seperti jaringan ritel FairPrice hingga gerai makanan cepat saji KFC turut menawarkan blind box bertema Tahun Baru Imlek bagi para pelanggannya.
Baca juga: Singapura Akan Jadi Negara Pertama Operasikan Jet F-35B dari Darat Usai AS
Berkaca dari aturan di China
Di China, bisnis-bisnis dilarang menjual blind box kepada anak-anak di bawah 8 tahun karena kekhawatiran akan potensi kecanduan.
Saat ini, tidak ada undang-undang di Singapura yang secara eksplisit menargetkan kotak buta (blind box).
Namun, kotak misteri tidak diizinkan dan ada rencana untuk mengaturnya melalui lisensi kelas yang dikeluarkan oleh GRA.
Hal ini terjadi setelah polisi memerintahkan operator mesin penjual hadiah misteri untuk berhenti mengoperasikannya pada 2018 dan memperingatkan bahwa itu adalah bentuk lotere publik.
Tag: #singapura #bakal #atur #peredaran #blind #cegah #risiko #perjudian