Pubertas Dini pada Anak Laki-laki Sering Berkaitan dengan Penyakit
Pubertas dini pada anak laki-laki menjadi kondisi yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi karena sering kali berkaitan dengan gangguan medis tertentu.
Ahli endokrinologi anak, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa pubertas dini pada anak laki-laki jauh lebih sering bersifat patologis dibandingkan variasi normal.
Menurut Prof. Aman Pulungan, pubertas dini pada anak laki-laki yang muncul sebelum usia 9 tahun hampir selalu memerlukan evaluasi medis mendalam.
“Kalau pada anak laki-laki terjadi pubertas dini, itu sering sekali patologi,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menegaskan bahwa berbeda dengan anak perempuan, variasi normal pubertas dini pada anak laki-laki jauh lebih jarang ditemukan.
Tanda awal yang perlu diwaspadai
Prof. Aman Pulungan menjelaskan bahwa tanda awal pubertas dini pada anak laki-laki adalah pembesaran testis atau buah zakar yang terjadi lebih cepat dari usia seharusnya.
“Tanda-tanda awal pubertas pada anak laki-laki diawali dengan pembesaran testis,” katanya.
Perubahan ini sering luput dari perhatian karena tidak selalu terlihat jelas dari luar.
Mengapa risiko penyakit lebih tinggi
Ilustrasi anak sakit. DBerbeda dari anak perempuan, pubertas dini pada anak laki-laki kerap menjadi tanda gangguan medis yang perlu segera diperiksa oleh dokter.
Menurut dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi yang berpraktik di Klinik Anak AP&AP Jakarta dan RS Pondok Indah itu, pubertas dini pada anak laki-laki sering berkaitan dengan gangguan pada sistem hormon atau kelainan di otak.
“Karena sering kali ada penyebab patologi, maka harus disingkirkan kemungkinan adanya tumor atau gangguan lain,” ujar Prof. Aman Pulungan.
Ia menambahkan bahwa otak, khususnya bagian yang mengatur hormon pubertas, memiliki peran penting dalam memicu perubahan tersebut.
Pemeriksaan medis yang perlu dilakukan
Prof. Aman Pulungan menegaskan bahwa anak laki-laki dengan pubertas dini perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan penyebabnya.
“Pada anak laki-laki, pemeriksaan MRI harus dilakukan jika terjadi pubertas dini,” katanya.
Selain MRI, pemeriksaan darah dan penilaian usia tulang juga diperlukan untuk menilai aktivitas hormon dan perkembangan tubuh anak.
Dampak jika penyebab tidak diketahui
Pubertas dini pada anak laki-laki yang tidak terdeteksi penyebabnya dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang.
“Dampak fisiknya anak bisa tampak dewasa lebih cepat, tetapi tinggi badannya nanti justru lebih pendek,” ujarnya.
Selain dampak fisik, gangguan hormonal yang tidak tertangani juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Pentingnya deteksi dini dan peran orangtua
Prof. Aman Pulungan menekankan bahwa orangtua perlu segera membawa anak ke dokter bila melihat tanda pubertas muncul terlalu dini.
“Kalau ada tanda pubertas muncul lebih cepat dari usia seharusnya, jangan menunggu, segera periksakan,” katanya.
Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, pubertas dini pada anak laki-laki dapat ditangani sesuai penyebabnya sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Tag: #pubertas #dini #pada #anak #laki #laki #sering #berkaitan #dengan #penyakit