Waspada Bahaya Gigitan Ular Berbisa saat Healing ke Alam! Kenali Jenis Racun dan Lakukan 5 Langkah Pertolongan Pertama Ini
- Belakangan ini, tren healing ke alam terbuka semakin populer di kalangan anak muda hingga keluarga. Mulai dari mendaki gunung, camping di hutan, hingga bermain air di air terjun menjadi pilihan favorit untuk melepas penat dari rutinitas yang melelahkan. Namun, di balik keindahan alam yang tenang, tersimpan berbagai risiko yang perlu diwaspadai. Salah satu bahaya yang sering terlupakan adalah kemungkinan bertemu dengan satwa liar, khususnya ular berbisa yang habitatnya terganggu oleh kehadiran manusia.
Gigitan ular merupakan salah satu kecelakaan alam yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Setiap tahunnya, ribuan kasus gigitan ular dilaporkan, dan sebagian di antaranya berakhir dengan komplikasi serius bahkan kematian. Meskipun tidak semua ular berbahaya, namun sulit membedakan jenis ular dalam situasi panik saat tergigit. Oleh karena itu, penting bagi kamu yang gemar berpetualang ke alam bebas untuk membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang gigitan ular dan cara mengatasinya.
Dilansir dari Cleveland Clinic, ular berbisa dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan jenis racun dan cara menyerangnya. Pemahaman tentang klasifikasi ini penting karena setiap jenis ular memiliki karakteristik gigitan dan dampak yang berbeda terhadap tubuh manusia. Berikut adalah pengelompokan utama ular berbisa yang perlu kamu ketahui:
- Elapidae (Keluarga Kobra)
Kelompok ini mencakup sekitar 300 spesies ular berbisa termasuk ular weling, mamba, ular karang, dan ular laut. Ular jenis ini memiliki taring pendek di bagian depan rahang atas dan menyerang dengan menggigit ke bawah diikuti gerakan mengunyah. Racun yang dihasilkan bersifat neurotoksik yang menyerang sistem saraf pusat, namun juga dapat merusak jaringan tubuh dan sel darah. Gigitan dari kobra dapat menyebabkan kematian akibat kelumpuhan pada jantung dan paru-paru dalam waktu yang sangat cepat.
- Viperidae (Ular Berbisa)
Terdapat lebih dari 200 spesies dalam kelompok ini, termasuk pit viper seperti ular derik, copperhead, dan cottonmouth. Mereka memiliki taring panjang, berongga, dan berbisa yang terhubung dengan tulang yang dapat bergerak di rahang atas. Taring-taring ini dapat dilipat ke dalam mulut ketika tidak digunakan, memungkinkan mereka untuk menyimpan racun dalam jumlah besar dan mengkonsumsinya dengan efisien saat menyerang mangsa atau merasa terancam.
Ketika kamu digigit ular, biasanya tubuh akan langsung terlihat dengan adanya tanda yang jelas pada kulit, meskipun dalam beberapa kasus ular dapat menyerang dengan sangat cepat dan langsung menghilang. Untuk kondisi ini, Healthline turut menyoroti beberapa gejala umum yang muncul setelah gigitan ular, seperti adanya dua lubang tusukan pada kulit, pembengkakan serta kemerahan di sekitar area gigitan, dan rasa nyeri yang dapat menyebar dari titik gigitan. Kamu juga dapat mengalami kesulitan bernapas, muntah dan mual, penglihatan kabur, keringat berlebih dan air liur yang meningkat, serta mati rasa pada wajah dan anggota tubuh yang menandakan racun mulai menyebar dalam sistem tubuh.
Namun, jika ular yang menggigit termasuk jenis berbisa, gejala yang muncul bisa jauh lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera. Cleveland Clinic menyoroti berbagai gejala yang dapat dialami korban gigitan ular berbisa, mulai dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Berikut penjelasan lengkap mengenai gejala-gejalanya:
- Luka seperti Tusukan yang Terasa Nyeri
Bekas gigitan ular berbisa umumnya terlihat sebagai dua lubang tusukan pada kulit. Rasa sakit yang muncul bisa bervariasi, mulai dari tajam, berdenyut, hingga sensasi terbakar di lokasi gigitan atau menyebar ke seluruh anggota tubuh yang terkena. Yang perlu diwaspadai, tidak semua gigitan ular berbisa menimbulkan rasa sakit, sehingga ketiadaan nyeri tidak menjamin gigitan tersebut tidak berbahaya.
- Perubahan Warna Kulit
Area yang tergigit dapat mengalami perubahan warna menjadi kebiruan atau kehitaman. Kamu juga akan mengalami keringat berlebih atau air liur yang meningkat sebagai respon tubuh terhadap racun. Gejala lain yang sering muncul adalah mual dan muntah, sakit kepala, pusing, penglihatan kabur, serta rasa logam di dalam mulut yang merupakan indikasi racun telah masuk ke sistem peredaran darah.
- Pembekuan Darah dan Gangguan Sistem Kardiovaskular
Salah satu tanda bahaya adalah pendarahan yang tidak berhenti akibat gangguan pada proses pembekuan darah normal. Kamu juga dapat mengalami tekanan darah rendah yang dikombinasikan dengan detak jantung yang lebih cepat namun denyut nadi yang lemah. Kondisi ini menandakan racun telah mempengaruhi sistem kardiovaskular dan memerlukan intervensi darurat medis untuk mencegah syok atau kegagalan organ.
- Gangguan Pernapasan dan saraf
Dalam kasus yang parah gangguan pernapasan dapat menjadi petunjuk gejala serius yang menunjukkan racun telah mempengaruhi sistem pernapasan dan dapat menyebabkan kegagalan pernapasan. Kelemahan otot atau kedutan otot, serta mati rasa pada wajah dan anggota tubuh mengindikasikan racun neurotoksik telah menyerang sistem saraf. Pembengkakan yang parah di area gigitan juga dapat terjadi dan menyebar dengan cepat, menandakan reaksi tubuh yang ekstrem terhadap racun ular.
Ketika menghadapi situasi ini, kamu atau korban yang mengalami mungkin akan panik dan jadi banyak bergerak karena rasa sakit yang tiba-tiba muncul. Padahal hal tersebut justru dapat mempercepat racun cepat menyebar. Oleh karena itu pemahaman soal pertolongan pertama yang tepat dapat menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis tiba.
Melansir dari Hello Sehat, terdapat beberapa langkah penting yang harus dilakukan segera setelah seseorang tergigit ular, sebagai berikut:
1. Istirahat dan Minimalkan Gerakan
Segera hentikan semua aktivitas fisik dan usahakan korban agar tetap tenang dan tidak banyak bergerak. Gerakan yang berlebihan dapat mempercepat penyebaran racun melalui sistem limfatik dan peredaran darah ke seluruh tubuh. Jika memungkinkan, baringkan korban di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan ular.
2. Posisikan Area Gigitan Lebih Rendah
Posisikan bagian tubuh yang tergigit lebih rendah dari jantung untuk memperlambat aliran racun menuju organ-organ vital. Misalnya, jika yang tergigit adalah tangan atau kaki, letakkan bagian tersebut dengan posisi lebih rendah saat korban berbaring. Hindari mengangkat area yang tergigit ke posisi yang lebih tinggi karena dapat mempercepat penyebaran racun.
3. Longgarkan atau Lepaskan Pakaian
Segera lepaskan perhiasan, jam tangan, cincin, atau pakaian ketat di sekitar area gigitan sebelum terjadi pembengkakan. Pembengkakan dapat terjadi dengan sangat cepat dan jika ada benda yang menekan, dapat mengganggu aliran darah dan memperparah kondisi.
4. Tekan Area yang Tergigit
Dilansir dari Halodoc, kamu dapat menggunakan alat apa saja yang ada di sekitar seperti pembalut atau plastik wrap untuk menekan area gigitan. letakkan bahan tersebut di atas tempat gigitan ular pada permukaan kulit dengan tekanan yang cukup. Teknik ini efektif untuk mengurangi pergerakan cairan limfatik yang membawa racun, namun perlu diperhatikan agar tidak terlalu ketat hingga menyumbat aliran darah.
5. Hindari Menyedot Racun
Jangan pernah mencoba menyedot racun dari luka gigitan dengan mulut karena tindakan ini tidak efektif dan justru dapat membahayakan. Racun dapat masuk melalui luka kecil di mulut atau gusi dan menginfeksi orang yang membantu. Selain itu, hindari juga mengiris atau menyayat area gigitan, memberikan es, alkohol, atau obat pereda nyeri tanpa anjuran medis, karena dapat meningkatkan kondisi.
Aktivitas di luar ruangan memang menyegarkan pikiran dan baik untuk kesehatan mental, namun kesiapan menghadapi risiko adalah bagian yang tak terpisahkan dari petualangan yang bertanggung jawab. Pengetahuan tentang gigitan ular dan pertolongan pertama bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kamu yang mungkin membutuhkan bantuan. Selalu memperhatikan lingkungan sekitar saat beraktivitas di alam, mengenakan sepatu dan celana panjang saat trekking, serta menghindari memasukkan tangan ke celah-celah bebatuan atau kayu yang tidak terlihat jelas. Dengan kesadaran dan persiapan yang matang, kamu dapat menikmati keindahan alam dengan lebih aman dan tenang, serta pulang dengan hati yang lebih ringan dan penuh kebahagiaan.
Tag: #waspada #bahaya #gigitan #ular #berbisa #saat #healing #alam #kenali #jenis #racun #lakukan #langkah #pertolongan #pertama