



Ini Masalah Kulit Tiap Generasi: Gen Z, Milenial vs Baby Boomer Mana Lebih Parah?
Kerap dianggap sepele,masalah kulit kering menurut dokter spesialis kulit berdampak negatif pada semua generasi mulai dari gen Z, milenial hingga baby boomer.
Dermatologist, dr. Ricky Maharis, Sp.DVE menjelaskan ada berbagai masalah gangguan skin barrier akibat kulit kering, khususnya gen Z di usia 17 hingga 25 tahun yang kerap berperang dengan jerawat wajah karena masalah pubertas.
Pubertas adalah proses perubahan fisik saat tubuh anak berubah menjadi tubuh dewasa yang mampu melakukan reproduksi seksual. Proses ini dimulai dengan sinyal hormonal dari otak ke gonad, varium pada anak perempuan, testis pada anak laki-laki.

"Begitu dia pubertas kelenjar minyak tuh menghasilkan lebih banyak minyak, sehingga kulitnya menjadi berminyak. Tapi kalau udah selesai dari pubertas, biasanya kelenjar minyak udah mulai mengecil dan menghilang," ujar dr. Ricky di House of CeraVe, Senayan City, Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Dokter spesialis kulit dan kelamin di Maharis Clinic ini menjelaskan apabila kelenjar minyak di fase pubertas ini usai, maka kulit bisa menjadi kering karena kelenjar minyaknya yang berkurang.
Sedangkan masalah kulit yang banyak dialami milenial kelahiran 1981 hingga 1996 yang kini berusia usia 30 hingga 40 tahun, sudah mulai mengalami masalah flek kulit sebagai tanda penuaan yang sudah dimulai. Bahkan kondisi ini diperparah saat kulit kering.
"Biasanya kalau di atas 30-an itu flek, lalu kulit mulai kisut, dan muncul kerutan halus gitu ya," papar dr. Ricky di acara peluncuran CeraVe di Watsons Indonesia beberapa waktu lalu.
Terakhir di usia baby boomers yakni di atas 50 tahun, masalah kulit kering kaya dr. Ricky bisa menyebabkan kuit gatal dan kemerahan, akibat kulit yang mudah terinfeksi bakteri dan kuman.
"Kalau kulit kering itu bikin gatal, gampang iritasi. Kalau flek itu dari matahari yang bikin penuaan," kata dia.
Ia menambahkan, pada dasarnya tubuh alami manusia mampu memproduksi kadar lemak alias ceramide secara alami untuk mencegah kulit kering, tapi di beberapa kondisi seperti efek sabun pembersih yang mengikis kandungan ceramide alami.
Alhasil, kata dr. Ricky banyak masyarakat Indonesia yang mencari produk skincare mengandung ceramide, bahkan rela sampai mengikuti ajang jastip di luar negeri, seperti yang diceritakan President Director Watsons Indonesia, Lilis Mulyawati.
"Bersama kehadiran CeraVe di toko kami, menandakan era baru bagi pelanggan kami. Mereka tidak perlu lagi bergantung pada jastip, CeraVe kini mudah dibeli dan sesuai komitmen Watsons dan L'Oreal dalam menyediakan produk-produk tren untuk kebutuhan perawatan kulit dan kecantikan,” kata Lilis.
Lebih lanjut dr. Ricky juga menceritakan manfaat menjaga kelembapan kulit dengan ceramide juga secara tidak langsung mampu mencegah penuaan karena kerutan. Khususnya jika rejimen merawat kulit dengan pelembap ini dilakukan konsisten dan sedini mungkin.
"Jadi kan kalau kerutan itu kulit tidak mampu menampung air dan minyak, dengan membiasakan melembapkan kulit, sehingga bisa mencegah penuaan atau kerutan terjadi lebih cepat," pungkas dr. Ricky.
Tag: #masalah #kulit #tiap #generasi #milenial #baby #boomer #mana #lebih #parah