Bersiap Hadapi Serangan AS, Iran Bentengi Fasilitas Nuklirnya
- Citra satelit dari Institute for Science and International Security menunjukkan, Iran sedang memperkuat fasilitas nuklirnya.
Langkah ini diambil Teheran di tengah menguatnya spekulasi rencana serangan militer Amerika Serikat menyusul kebuntuan negosiasi nuklir kedua negara.
Militer AS dilaporkan telah dalam posisi siap tempur untuk menyerang paling cepat akhir pekan ini, meski masih menunggu keputusan final dari Presiden Donald Trump.
Kesiagaan Washington kian nyata dengan pergerakan aset-aset strategis di kawasan tersebut.
Baca juga: Bocoran Serangan AS ke Iran, Militer Siaga Akhir Pekan, Tunggu Restu Trump
Bentengi fasilitas nuklir
Dikutip dari Wion, citra satelit di kompleks militer Parchin, sekitar 30 kilometer tenggara Teheran, menunjukkan adanya pembangunan fasilitas baru yang kini dikelilingi perisai beton dan terkubur di bawah tanah.
Upaya perlindungan yang menyerupai "sarkofagus" ini diduga kuat bertujuan untuk memproteksi peralatan vital serta material nuklir dari pantauan udara maupun potensi serangan rudal.
Aktivitas serupa juga terpantau di kompleks nuklir Isfahan, salah satu dari tiga lokasi pengayaan uranium utama yang sempat menjadi sasaran pasukan AS pada Juni 2025.
Baca juga: Jaga-jaga untuk Serang Iran, AS Larang Inggris Lepas Kepulauan Chagos
Visual satelit memperlihatkan seluruh pintu masuk terowongan kini telah "dikubur sepenuhnya" dengan tanah guna melindungi cadangan uranium dan meminimalisir risiko penyusupan darat.
Selain itu, Iran dilaporkan sedang memperkuat akses terowongan di pegunungan dekat Natanz. Di lokasi tersebut, terdapat dua fasilitas pengayaan uranium negara yang sangat krusial.
Analisis Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS)menyebutkan adanya pergerakan masif kendaraan berat, pengaduk semen, dan truk pengangkut di seluruh kompleks.
Selain fasilitas nuklir, pangkalan rudal di dekat Shiraz dan Qom yang sempat rusak pada konflik 2025 kini tengah diperbaiki agar kembali berfungsi optimal.
Baca juga: Mengapa AS Butuh Kepulauan Chagos untuk Serang Iran?
Iran tak mau perang, tapi ogah didekte
Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, pihaknya sedang "menyusun" kerangka kerja untuk pembicaraan di masa mendatang dengan AS.
Menurutnya, Teheran telah menyepakati "prinsip-prinsip panduan" dengan Washington.
Sementara, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tak menginginkan perang.
Akan tetapi, ia mengisyaratkan bahwa Teheran tidak dapat menyerah pada tuntutan AS.
Baca juga: Israel Siap Perang Lawan Iran, Tinggal Tunggu Komando AS
"Sejak hari pertama saya menjabat, saya percaya bahwa perang harus dikesampingkan," ujarnya, Rabu (18/2/2026).
"Tetapi jika mereka akan mencoba memaksakan kehendak mereka kepada kita, mempermalukan kita, dan menuntut agar kita menundukkan kepala dengan cara apa pun, haruskah kita menerimanya?" sambungnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance, mengungkapkan bahwa meski Iran setuju untuk bertemu kembali, masih ada kebuntuan pada poin-poin prinsip.
"Tetapi dalam hal lain, sangat jelas bahwa presiden telah menetapkan beberapa garis merah yang belum bersedia diakui dan diatasi oleh Iran," jelas dia.
Tag: #bersiap #hadapi #serangan #iran #bentengi #fasilitas #nuklirnya