Daftar Pangkalan Militer AS di Timteng, Bisa Jadi Target Iran jika Diserang
Pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat C-17 Globemaster saat diparkir di Pangkalan Udara Al Udeid, Doha, Qatar, 7 September 2021.(AFP/POOL/OLIVIER DOULIERY)
19:24
30 Januari 2026

Daftar Pangkalan Militer AS di Timteng, Bisa Jadi Target Iran jika Diserang

- Pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah berpotensi menjadi target serangan Iran, apabila Presiden AS Donald Trump memerintahkan operasi militer.

Trump sudah menegaskan, AS siap, bersedia, dan mampu menyerang Iran. Komentar itu memunculkan kekhawatiran akan pecahkan konflik militer terbuka di Timur Tengah.

Di sisi lain, Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dengan respons yang menghancurkan.

Baca juga: 2 Faktor Kenapa Iran Tak Akan Semudah Venezuela Dibobol AS

Juru bicara militer Iran bahkan menyebutkan, banyak pangkalan militer AS berada dalam jangkauan rudal jarak menengah Iran.

Jika konfrontasi bersenjata benar terjadi, sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah—yang berada di bawah Komando Pusat Militer AS (Centcom)—disebut sebagai target utama.

Berikut adalah pangkalan-pangkalan utama yang menjadi pusat konsentrasi militer AS di kawasan tersebut, seperti dirangkum oleh AFP, Jumat (30/1/2026):

1. Bahrain

Bahrain menjadi lokasi pangkalan strategis bernama Naval Support Activity Bahrain. Pangkalan ini merupakan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS sekaligus markas Komando Angkatan Laut AS untuk Timur Tengah.

Dengan pelabuhan laut dalam yang mampu menampung kapal militer terbesar AS, termasuk kapal induk, Bahrain memainkan peran penting dalam strategi militer Washington di Teluk.

Beberapa kapal perang, seperti kapal pemburu ranjau dan kapal dukungan logistik, bermarkas tetap di wilayah ini.

Angkatan Laut AS telah menggunakan pangkalan ini sejak 1948, ketika masih dioperasikan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Baca juga: 6 Opsi Iran Serang Balik AS, Bahrain Bisa Kena

2. Irak

Helikopter Angkatan Udara Irak terbang saat perayaan Hari Angkatan Bersenjata, bersamaan dengan bendera Irak yang berkibar di Baghdad, 6 Januari 2025.AFP/AHMAD AL RUBAYE Helikopter Angkatan Udara Irak terbang saat perayaan Hari Angkatan Bersenjata, bersamaan dengan bendera Irak yang berkibar di Baghdad, 6 Januari 2025.Pasukan AS masih berada di wilayah otonom Kurdi, Irak, sebagai bagian dari koalisi internasional untuk melawan kelompok ISIS.

Namun, misi tersebut dijadwalkan berakhir pada September mendatang, sesuai kesepakatan antara Baghdad dan Washington.

AS telah menyelesaikan penarikan dari sejumlah fasilitas militer di wilayah federal Irak, yang meski menjadi sekutu Iran, juga merupakan mitra strategis AS.

Sejak meletusnya konflik di Gaza pada Oktober 2023, pasukan AS di Irak dan Suriah kerap diserang oleh kelompok militan pro-Iran.

Washington menanggapi serangan-serangan tersebut dengan meluncurkan operasi militer terhadap target yang diduga terafiliasi dengan Teheran. Meski begitu, ketegangan kemudian mereda dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Iran Sudah Siap Serang AS kalau Bantu Israel Perang, Irak Jadi Awalan

3. Kuwait

Kuwait menjadi lokasi bagi beberapa fasilitas militer AS, termasuk Camp Arifjan, yang berfungsi sebagai markas utama Angkatan Darat AS di bawah Centcom.

Selain itu, peralatan dan logistik militer AS juga disimpan di negara ini.

Pangkalan Udara Ali Al Salem menampung Sayap Ekspedisi Udara ke-386. Fasilitas ini berperan sebagai pusat pengangkutan udara serta gerbang utama untuk mengirim pasukan dan peralatan ke wilayah konflik.

AS juga mengoperasikan drone bersenjata MQ-9 Reaper dari wilayah Kuwait.

4. Qatar

Pangkalan udara militer Amerika Serikat di Al Udeid, selatan Doha, Qatar, saat difoto pada 23 Oktober 2002. Al Udeid menjadi target serangan Iran pada Senin (23/6/2025) untuk membalas gempuran udara AS terhadap tiga situs nuklir utama.AFP/RABIH MOGHRABI Pangkalan udara militer Amerika Serikat di Al Udeid, selatan Doha, Qatar, saat difoto pada 23 Oktober 2002. Al Udeid menjadi target serangan Iran pada Senin (23/6/2025) untuk membalas gempuran udara AS terhadap tiga situs nuklir utama.Qatar menjadi lokasi Pangkalan Udara Al Udeid, markas utama Centcom dan pusat komando pasukan udara serta operasi khusus AS di kawasan.

Di pangkalan ini, ditempatkan Sayap Ekspedisi Udara ke-379 yang mencakup berbagai aset penting seperti pesawat angkut militer, pengisian bahan bakar udara, intelijen, pengawasan, dan evakuasi medis.

Juni lalu, Iran sempat menembakkan rudal ke wilayah Al Udeid sebagai balasan atas serangan AS yang menyasar fasilitas nuklir Teheran.

Baca juga: Kenapa Iran Beri Tahu AS Dulu Sebelum Serang Pangkalan di Qatar?

5. Suriah

AS mempertahankan kehadiran militernya di Suriah dalam rangka memerangi sisa-sisa kelompok ISIS, yang sebelumnya menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak.

Namun, risiko tetap tinggi. Pada Desember 2025, dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil tewas dalam serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok ISIS.

6. Uni Emirat Arab

Di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Al Dhafra menjadi markas bagi Sayap Ekspedisi Udara ke-380, yang terdiri dari 10 skuadron pesawat militer dan drone MQ-9 Reaper.

Selain menjadi tempat penempatan rotasi pesawat tempur AS, Al Dhafra juga berfungsi sebagai pusat pelatihan operasi udara tingkat lanjut.

Baca juga: AS Mungkin Pakai Kapal Induk Jadi Umpan, Siapkan Serangan Senyap ke Iran

Sumber: Kompas.com (Penulis: Inas Rifqia Lainufar | Editor: Inas Rifqia Lainufar)

Tag:  #daftar #pangkalan #militer #timteng #bisa #jadi #target #iran #jika #diserang

KOMENTAR