Perminas Dibentuk atas Arahan Presiden, Fokus Mineral Kritis
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
20:32
30 Januari 2026

Perminas Dibentuk atas Arahan Presiden, Fokus Mineral Kritis

– Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut pembentukan badan usaha milik negara baru bernama Perusahaan Mineral Nasional atau Perminas berasal dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Prasetyo mengatakan Presiden meminta pembentukan entitas khusus untuk mengelola mineral strategis nasional. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti Danantara Indonesia sebagai badan pengelola BUMN dengan membentuk Perminas.

“(Pembentukan Perminas) justru itu (arahan) dari Bapak Presiden, untuk supaya kita diharapkan bisa mengelola mineral-mineral kita, terutama mineral-mineral yang strategis. Itu maka dimintalah Danantara membentuk satu entitas,” ujar Prasetyo saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca juga: Perminas Disebut Ambil Alih Tambang Emas Martabe, ESDM: Belum Final

Perminas berada langsung di bawah Danantara. Entitas ini berdiri terpisah dari Holding BUMN pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID.

Prasetyo menyampaikan pembentukan Perminas memiliki pertimbangan tersendiri. Pemerintah memilih mendirikan badan usaha baru dibanding mengoptimalkan MIND ID atau BUMN tambang lain. Fokus utama Perminas diarahkan pada pengelolaan mineral kritis.

“(Untuk mengelola) mineral kritis. Apa lagi yang harus dijelaskan itu? Itu kan sederhana aja. Kan mineral banyak ya, sudah ada yang dikelola, sudah ada perusahaan, yang ini khusus yang mineral kritis,” jelas Prasetyo.

Penjelasan serupa disampaikan CEO Danantara Rosan Roeslani. Ia menegaskan Perminas dan MIND ID memiliki fokus usaha berbeda.

Rosan menyebut MIND ID berperan sebagai perusahaan induk dengan cakupan komoditas luas. Anak usaha MIND ID bergerak di berbagai sektor pertambangan, mulai dari batu bara, nikel, hingga emas.

“MIND ID itu kalau kita lihat satu-satu, kan di bawahnya itu ada Bukit Asam itu batu bara, ada Inalum, ada Aneka Tambang, Antam dan juga Freeport. Kan memang itu beda-beda industrinya, ada yang nikel dan juga emas,” ujar Rosan.

Baca juga: Perminas, BUMN Baru yang Bakal Ambilalih Tambang Emas Martabe dari Agincourt

Berbeda dari MIND ID, Perminas diarahkan mengelola mineral tanah jarang atau rare earth. Komoditas tersebut masuk kategori mineral kritis dan memiliki nilai strategis tinggi.

“Kalau Perminas ini memang lebih diarahkan untuk rare earth atau tanah jarang. Jadi memang setiap company mempunyai spesialisasi yang berbeda-beda,” tambah Rosan.

Nama Perminas mencuat setelah disebut akan mengambil alih pengelolaan tambang emas Martabe di Sumatera Utara. Tambang tersebut sebelumnya dikelola PT Agincourt Resources, anak usaha PT United Tractors Tbk.

Rencana pengambilalihan berkaitan dengan pencabutan izin usaha pertambangan Agincourt. Perusahaan tersebut masuk daftar entitas yang dinilai berkontribusi terhadap bencana banjir dan longsor di Sumatera pada akhir tahun lalu.

Tag:  #perminas #dibentuk #atas #arahan #presiden #fokus #mineral #kritis

KOMENTAR