Amran Sebut Sawit Bisa Jadi Kekuatan Politik Luar Negeri Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, industri sawit menjadi salah satu kekuatan Indonesia dalam arena politik luar negeri.
“Sawit. Pak, kalau bisa sawit dijadikan politik luar negeri kita, dijadikan bargaining seluruh dunia,” kata Amran saat memberikan pembekalan terhadap ratusan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusdiklat Kementerian Pertahanan, Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).
Amran mengatakan, dengan sawit Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan bahan pangan minyak, melainkan bisa menjadi mandiri dalam sumber daya energi.
Baca juga: Kejagung Geledah Rumah Eks Menteri KLHK Siti Nurbaya Terkait Sawit
Saat ini, pemerintah telah menerapkan menggunakan sawit sebagai biofuel yang menjadi substitusi solar.
Dari 100 persen minyak solar yang dipasarkan Pertamina, sebanyak 40 persen diantaranya dibuat dari olahan sawit dan 60 persen lainnya solar murni.
Kebijakan itu membuat pemerintah berhasil menekan volume impor solar dari luar negeri.
Di sisi lain, sebagai pemasok utama minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di dunia, Indonesia bisa mengontrol volume ekspor yang akan memengaruhi pasokan pasar global.
“Pada saat harga (CPO di dunia) naik kita lepas, harga turun kita tarik, kita bisa mainkan nanti bargaining untuk negara-negara lain,” ungkap Amran.
Dalam waktu kedepan, pemerintah akan terus meningkatkan produksi solar berbahan dasar nabati hingga 100 persen atau B100 sembari mengontrol harga komoditas CPO.
Program hilirisasi CPO juga meningkatkan nilai ekonomi berkali-kali lipat.
“Jadi kita permainkan ini dunia, jangan dunia yang permainkan kita. Itu politik ekonominya,” tutur Amran.
Baca juga: BRIN Sebut Sawit Tak Cocok untuk Semua Lahan di Indonesia, Ini Alasannya
Di luar itu, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi pada komoditas perkebunan dan pangan lain.
Ekspor tidak lagi berupa bahan mentah melainkan produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi seperti yang akan sedang diterapkan pada kelapa, gambir, dan CPO.
“Tidak ada negara yang berani menyerang Indonesia jika pemerintah menguasai sumber daya pangan dan energi dalam negeri,” kata Amran.
Menurut Amran, dari hilirisasi 3 komoditas yakni, CPO, kelapa, dan gambir pemerintah bisa mendapatkan keuntungan ekonomi mencapai Rp 15.000 triliun.
Jumlah itu setara dengan nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama 5 tahun. CPO diolah menjadi bahan bakar, produk makanan, dan produk lain yang bernilai jual tinggi.
Kemudian, kelapa diolah menjadi coconut milk, virgin coconut oil, dan air kelapa dengan nilai ekonomi mencapai Rp 5.000 triliun.
Lalu, gambir diolah menjadi sampo hingga tinta dengan nilai ekonomi Rp 5.000 triliun.
“Kalau ini jadi, baru dua, baru tiga. CPO, gambir, kemudian kelapa, Pak, ini sudah bisa Rp 15.000 triliun. Itu 5 tahun APBN kita,” ujar Amran.
Tag: #amran #sebut #sawit #bisa #jadi #kekuatan #politik #luar #negeri #indonesia