Mengapa Kisah Keluarga Artis yang Tak Akur Menarik Perhatian Publik?
– Kisah tentang keluarga artis yang retak atau memilih menjaga jarak kerap menyita perhatian publik.
Belakangan, perhatian publik global tertuju pada keluarga Beckham. Ketidakhadiran Brooklyn Beckham dalam momen penting keluarga, serta pernyataannya tentang jarak dengan orangtuanya, kembali memunculkan diskusi soal family estrangement atau kondisi ketika anggota keluarga memilih menjauh, bahkan memutus hubungan.
“Sepanjang hidupku, orangtuaku telah mengendalikan narasi di media tentang keluarga kami,” tulis Brooklyn Beckham melalui akun Instagramnya, seperti mengutip dari Harper's Bazaar, Jumat (30/1/2026).
Fenomena ini bukan hal baru. Dalam satu dekade terakhir, kisah keluarga yang tak lagi harmonis semakin sering muncul ke ruang publik, baik melalui media, film, memoir, hingga unggahan media sosial.
Bagi banyak orang, kisah-kisah ini terasa dekat karena menyentuh pengalaman emosional yang juga dialami di kehidupan sehari-hari.
Ketika Anak Membentuk Keluarga Baru
Ketertarikan publik pada kisah keluarga selebritas yang merenggang bukan semata soal sensasi.
Dalam banyak kasus, konflik ini mencerminkan pergeseran peran dalam keluarga modern, terutama ketika anak dewasa menikah dan membentuk unit keluarga baru.
Psikolog Patricia Britto menjelaskan bahwa pernikahan sering kali mengubah pusat keterikatan emosional seseorang. Perubahan tersebut, menurutnya, dapat memicu ketegangan dengan keluarga asal.
Baca juga: Psikolog Jelaskan Attachment Style di Balik Keputusan Brooklyn Beckham
“Dalam konteks keterikatan, pernikahan sering kali memperkuat ikatan utama yang baru. Pasangan menjadi figur keterikatan sentral. Pergeseran itu bisa terasa mengancam bagi keluarga yang terbiasa menjadi pusat emosional. Apa yang tampak seperti konflik seringkali merupakan ketakutan kehilangan pengaruh,” kata Britto, dikutip dari Daily Mail, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, konflik sering muncul ketika batas peran dalam keluarga tidak diperbarui.
“Dalam istilah terapi keluarga struktural, keluarga dipaksa untuk menegosiasikan kembali batasan. Ketika itu tidak terjadi, konflik hampir tidak dapat dihindari,” jelas Britto lebih lanjut.
Penjelasan ini membantu memahami mengapa konflik seperti yang terjadi pada keluarga selebritas terasa begitu emosional, sekaligus akrab bagi banyak orang sehingga mudah menarik perhatian.
Baca juga: Seperti Brooklyn Beckham, Ini Alasan Anak Putus Hubungan dengan Orangtua
Kisah Serupa Terjadi di Indonesia
Di Indonesia, dinamika keluarga artis yang tak akur juga bukan hal asing. Salah satu contoh yang sempat menyita perhatian publik adalah hubungan Indah Permatasari dengan sang ibu.
Pernikahan Indah dengan Arie Kriting menuai penolakan dari ibunya dan berujung pada hubungan yang merenggang.
Konflik tersebut berlangsung cukup lama dan menjadi konsumsi publik, terutama karena Indah dianggap “durhaka”, sementara di sisi lain muncul diskusi tentang batas campur tangan orangtua dalam keputusan hidup anak yang sudah dewasa.
Baca juga: Di Balik Pernikahan Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz, Isu Lama Kembali Mencuat
Identitas Dewasa dan Pilihan Menjaga Jarak
Senior Therapist Sally Baker menilai, bagi sebagian anak figur publik, membangun identitas dewasa sering kali lebih rumit, karena hidup mereka sejak awal berada di bawah bayang-bayang keluarga.
Menurutnya, keputusan menjaga jarak dari keluarga tidak selalu dimaknai sebagai penolakan.
“Seperti banyak anak selebritas lainnya, Brooklyn berjuang membentuk identitas yang tidak didefinisikan oleh orangtuanya. Bagi sebagian orang, menjauh dari keluarga bukan soal penolakan, melainkan soal bertahan hidup dan akhirnya merasa menjadi orang dewasa,” ujar Baker.
Pandangan ini menjelaskan mengapa langkah semacam itu memicu empati sekaligus penolakan dari publik.
Baca juga: Gaun Metalik Victoria Beckham di Pernikahan Brooklyn, Elegansi atau Drama Keluarga?
Mengapa Kita Terus Terpikat?
Dalam banyak konflik keluarga selebritas, perempuan kerap menjadi pihak yang paling disorot dan disalahkan.
Namun di balik itu, ketertarikan publik sebenarnya berakar pada sesuatu yang lebih dalam: kebingungan tentang batas loyalitas, identitas, dan peran keluarga di era modern.
“Seperti banyak anak selebritas, Brooklyn sangat kesulitan menemukan tempatnya di dunia,” tutur Baker.
Menurutnya, pernikahan sering menjadi titik balik yang membuat seseorang merasa akhirnya memiliki identitas yang jelas.
Baca juga: Brooklyn Beckham Beberkan Alasan Menjauh, Tuding Orangtua Rusak Hubungannya
Perubahan identitas ini, lanjut Baker, sering kali memicu konflik karena loyalitas bergeser.
“Sekarang dia merasa sudah menemukannya. Dia melihat dirinya sebagai seorang suami, pelindung, dan orang dewasa. Perannya adalah melindungi istrinya dan keluarganya. Ironisnya, Brooklyn justru mewarisi loyalitas yang selama ini ditunjukkan orangtuanya, tetapi sekarang loyalitas itu diarahkan kepada istrinya,” ungkap Baker.
Dalam konteks ini, konflik keluarga selebritas menjadi menarik bagi publik karena memperlihatkan benturan antara dua nilai yang sama-sama kuat: loyalitas pada keluarga asal dan kebutuhan membangun identitas mandiri sebagai orang dewasa.
Baca juga: Brooklyn Beckham Tegas Tak Ingin Berdamai, Ungkap Alasan dan Dampaknya bagi Mental
Kisah-kisah ini bertahan dalam perhatian publik bukan karena detail konfliknya saja, melainkan karena memaksa orang bertanya ulang tentang batas kewajiban keluarga, ruang kebebasan individu, serta siapa yang seharusnya menjadi prioritas dalam hidup seseorang.
Pada akhirnya, kisah keluarga artis yang tak akur bukan sekadar cerita selebritas. Ini menjadi ruang refleksi bersama, tentang sejauh mana keluarga boleh menentukan hidup seseorang, dan kapan seseorang berhak memilih jalannya sendiri.
Tag: #mengapa #kisah #keluarga #artis #yang #akur #menarik #perhatian #publik