10 Kapal Perang Amerika Kepung Iran, Nyaris Samai Operasi di Venezuela
- Amerika Serikat menambah kehadiran kapal perang di Timur Tengah menjadi sepuluh unit, memberi Presiden AS Donald Trump daya tembak besar jika sewaktu-waktu memutuskan untuk menyerang Iran.
Mengutip AFP, Rabu (28/1/2026), peningkatan jumlah kapal tempur di Timur Tengah kini hampir menyamai pengerahan armada AS ke kawasan Karibia, saat Washington melancarkan operasi rahasia untuk menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.
Seorang pejabat AS menyebutkan, dari total sepuluh kapal yang kini dikerahkan, termasuk di dalamnya gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln yang dilengkapi tiga kapal perusak dan pesawat tempur siluman F-35C.
Baca juga: USS Abraham Lincoln, Kapal Perang Terbesar Dunia Seharga Rp 113 T yang Siap Hadapi Iran
Kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) saat mengisi bahan bakar dari kapal USNS Arctic (T-AOE 9) pada 8 Mei 2019.Selain itu, terdapat enam kapal perang AS lainnya yang juga beroperasi di kawasan, terdiri dari tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir.
“Seperti halnya dengan Venezuela, armada ini siap, bersedia, dan mampu untuk segera memenuhi misinya, dengan kecepatan dan kekerasan, jika perlu,” tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.
“Waktu hampir habis,” lanjutnya, sembari mendesak Teheran agar segera membuat kesepakatan.
Baca juga: Netanyahu Tutup Kamera HP Pakai Selotip, Takut Dibobol Iran?
Tanggapan Iran
Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat.Menanggapi pernyataan itu, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan tanggapan melalui unggahan di platform X.
Iran menyatakan siap berdialog, tetapi menegaskan bahwa mereka akan membela diri dan memberi respons terbesar jika diserang.
Pengerahan kapal induk AS dan kapal-kapal pendukungnya ke Timur Tengah dilakukan seiring meningkatnya ketegangan domestik di Iran, yang dipicu oleh protes terkait kondisi ekonomi.
Aksi protes tersebut berkembang menjadi gerakan massa yang menentang sistem teokrasi Iran. Pemerintah pun merespons dengan tindakan keras yang berujung pada kekerasan mematikan.
Baca juga: Bagaimana Mata Uang Iran Anjlok ke Titik Terendah dan Picu Demo Besar?
Trump sendiri beberapa kali memperingatkan Teheran untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap demonstran.
Presiden ke-47 AS itu bahkan mendorong rakyat Iran mengambil alih lembaga-lembaga negara, dengan mengatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan.
Awal bulan ini, Trump sempat menarik kembali perintah serangan terhadap Iran, dengan menyebut bahwa tekanan dari Washington telah menghentikan lebih dari 800 eksekusi yang direncanakan oleh Teheran.
Namun, belakangan ini, ancaman dari Trump kembali dilontarkan, seiring dengan meningkatnya ketegangan antara AS-Iran.
Baca juga: AS Mungkin Pakai Kapal Induk Jadi Umpan, Siapkan Serangan Senyap ke Iran
Sumber: Kompas.com (Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh | Editor: Ahmad Naufal Dzulfaroh)
Tag: #kapal #perang #amerika #kepung #iran #nyaris #samai #operasi #venezuela