Iran Akan ''Gempur'' Selat Hormuz, Peringatkan Kapal-kapal
- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat menyusul rencana latihan militer yang akan digelar kedua negara di kawasan strategis Selat Hormuz.
Iran dijadwalkan menggelar latihan tembak langsung pada Minggu (1/2/2026) dan Senin (2/2/2026) di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan hanya dua hari setelah AS lebih dahulu mengumumkan akan menggelar latihan militernya sendiri di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: AS Mungkin Pakai Kapal Induk Jadi Umpan, Siapkan Serangan Senyap ke Iran
Iran beri peringatan kepada kapal-kapal
Iran mengeluarkan peringatan kepada seluruh kapal yang berlayar di wilayah Selat Hormuz terkait latihan tersebut.
“Penembakan angkatan laut” akan dilakukan pada dua hari pertama bulan Februari, menurut salinan pemberitahuan yang diperoleh Associated Press dan dibagikan oleh Jon Gambrell, direktur berita Teluk dan Iran untuk AP, melalui platform X.
Langkah ini menandai peningkatan tensi antara Teheran dan Washington, terutama setelah gelombang unjuk rasa anti-pemerintah di Iran yang mendapat sorotan internasional.
Sementara itu, AS melalui Air Forces Central, komponen udara dari Komando Pusat Militer (Centcom), menyatakan bahwa latihan militer yang akan digelar bertujuan menunjukkan kemampuan "Negeri Paman Sam" mengerahkan dan mempertahankan kekuatan udara tempur di kawasan.
Latihan tersebut juga ditujukan untuk menampilkan kekuatan kemitraan regional AS dan kecepatan respons militernya di tengah situasi yang memanas.
Meski demikian, tanggal dan lokasi pasti latihan AS belum diumumkan secara resmi, termasuk apakah akan berlangsung berdekatan dengan jadwal latihan Iran.
Baca juga: 2 Faktor Kenapa Iran Tak Akan Semudah Venezuela Dibobol AS
Kapal induk AS tiba di Timur Tengah
Kapal induk USS Abraham Lincoln (kiri) saat berlayar di Selat Hormuz pada 19 November 2019. Amerika Serikat mengerahkan kapal yang biasanya mangkal di Pasifik Barat ini untuk mendekat ke Iran, di tengah tensi kedua negara yang semakin memanas.Dalam perkembangan terbaru, kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln bersama gugus tempurnya telah tiba di kawasan sejak Senin (26/1/2026).
Kapal induk tersebut membawa sejumlah jet tempur dan hampir 5.000 personel Angkatan Laut AS.
Selain itu, AS juga mengerahkan skuadron jet tempur F-15E Strike Eagle ke kawasan. Menurut laporan Washington Post, skuadron ini pernah dilibatkan dalam serangan terhadap Iran pada 2025.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump turut menyampaikan pesan langsung kepada Teheran melalui platform Truth Social.
“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan setara—TANPA SENJATA NUKLIR—yang baik untuk semua pihak,” tulis Trump.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa tekanan militer yang dikerahkan Washington berjalan seiring dengan dorongan diplomatik agar Iran kembali ke jalur negosiasi, terutama terkait isu program nuklirnya.
Baca juga: 7 Skenario yang Terjadi Jika AS Benar-benar Serang Iran
Sumber: Kompas.com (Penulis: Inas Rifqia Lainufar | Editor: Inas Rifqia Lainufar)
Tag: #iran #akan #gempur #selat #hormuz #peringatkan #kapal #kapal