Sumur Sulit Jadi Andalan, Produksi Minyak Mahakam Naik di Awal 2026
– Upaya optimalisasi sumur minyak berkarakter sulit mulai berdampak pada kinerja produksi PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) pada awal 2026. Tambahan produksi dari Lapangan Handil, Kalimantan Timur, mendorong kenaikan produksi minyak perseroan secara signifikan dibandingkan rencana awal.
PHM mencatat tambahan produksi minyak sebesar 2.000 barrel per hari dari dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil. Angka ini jauh melampaui proyeksi awal dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026 yang dipatok sekitar 400 barrel per hari.
Senior Manager Production PHM Robert Roy Antoni mengatakan, keberhasilan tersebut dicapai melalui penerapan teknologi yang disesuaikan dengan karakter lapangan.
“Blok Mahakam merupakan lapangan mature dengan karakteristik sumur yang semakin menantang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen kami untuk terus mencari solusi agar sumur-sumur dengan kompleksitas tinggi dapat diproduksikan secara optimal,” ujar Robert, melalui rilis, dikutip Jumat (30/1/2026).
Tambahan produksi dari Lapangan Handil ini meningkatkan total kontribusi sumur HPPO di wilayah operasi PHM menjadi sekitar 3.000 barrel per hari, termasuk satu sumur HPPO di Lapangan Tambora yang telah berproduksi sejak 2024.
Baca juga: Bahlil Tinjau Operasi Hulu Migas PHM, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Produksi Energi Nasional
Tantangan Teknis Sumur HPPO
Sumur HPPO di Lapangan Handil memiliki karakter minyak dengan titik tuang lebih tinggi dibandingkan temperatur operasi pipa, yakni sekitar 25 derajat Celcius. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan minyak mengental dan menghambat aliran produksi jika tidak ditangani secara khusus.
Untuk mengatasi kendala itu, PHM menerapkan chemical treatment Pour Point Depressant (PPD) yang mampu menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat Celcius. Teknologi ini memungkinkan aliran minyak tetap terjaga meski di lapangan dengan karakteristik menantang.
Keberhasilan di Handil melengkapi pengalaman PHM dalam mengelola sumur-sumur kompleks. Sebelumnya, perusahaan juga mengoperasikan 17 sumur minyak beremulsi di lapangan Tunu, Tambora, Sisi Nubi, Peciko, dan South Mahakam dengan memanfaatkan fasilitas eksisting.
Dari pengoperasian sumur beremulsi tersebut, PHM memperoleh tambahan produksi kumulatif hingga 5.200 barrel per hari berdasarkan pengukuran di kepala sumur.
Baca juga: Program Waste to Energy for Community PHM, Olah Sampah TPA Manggar Jadi Bahan Bakar untuk Masyarakat
Dampak ke Produksi Awal Tahun
General Manager PHM Setyo Sapto Edi menyatakan, tambahan produksi dari sumur HPPO dan beremulsi membuat rata-rata produksi minyak PHM pada awal 2026 mencapai sekitar 25 ribu barrel per hari. Capaian ini sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan target WP&B yang ditetapkan pemerintah.
Menurut Setyo, peningkatan produksi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi hulu migas di tengah tantangan lapangan mature, sekaligus mendukung target produksi nasional sebesar 1 juta barrel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada 2029 atau lebih cepat.
Tag: #sumur #sulit #jadi #andalan #produksi #minyak #mahakam #naik #awal #2026