Alexander Zverev Protes ke Wasit Australian Open, Tuduh Carlos Alcaraz Diperlakukan Istimewa
- Petenis peringkat ketiga dunia, Alexander Zverev, meluapkan amarahnya di tengah laga semifinal Australian Open 2026. Dia menilai lawannya Carlos Alcaraz mendapat perlakuan istimewa dari panitia pertandingan di Melbourne pada Jumat (30/1).
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit itu, Zverev secara terbuka menuduh Alcaraz dan petenis peringkat dua dunia Jannik Sinner sebagai pemain yang dilindungi oleh ofisial pertandingan.
Dilansir dari Daily Mail, Jumat (30/1), kemarahan Zverev memuncak ketika Alcaraz mengambil medical timeout pada set ketiga. Saat itu, petenis asal Spanyol tersebut terlihat mengalami masalah fisik di tengah cuaca panas Melbourne setelah kehilangan satu poin pada kedudukan 4-4.
Alcaraz tampak meregangkan area pangkal paha dan memperlambat tempo permainan. Namun, wasit Marijana Veljovic memutuskan tidak memberikan pelanggaran waktu kepada petenis berusia 22 tahun itu.
Keputusan wasit itu langsung memicu reaksi keras dari Zverev. Petenis asal Jerman itu menilai kondisi yang dialami Alcaraz hanyalah kram otot dan menurut peraturan Grand Slam tidak dapat dijadikan alasan untuk mengambil medical timeout.
“Dia mengalami kram. Dia tidak bisa mengambil medical timeout,” ujar Zverev dengan nada tinggi kepada supervisor Grand Slam Andreas Egli dikutip dari Daily Mail.
Zverev bahkan menyebut keputusan itu sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak mungkin terjadi dalam pertandingan profesional. Petenis berusia 28 tahun itu menegaskan bahwa kram merupakan konsekuensi fisik pertandingan dan bukan cedera medis yang sah untuk menghentikan laga.
Menurut Zverev, perlakuan itu menunjukkan adanya standar ganda dalam penerapan aturan, terutama terhadap pemain papan atas. Zverev secara eksplisit menyebut nama Alcaraz dan Sinner sebagai dua petenis yang dianggap mendapat kelonggaran karena status mereka di puncak tenis dunia.
Alcaraz dan Sinner memang mendominasi sektor tunggal putra dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya membagi empat gelar Grand Slam terakhir. Sementara itu, terakhir kali gelar mayor diraih pemain lain terjadi hampir tiga tahun lalu, saat Novak Djokovic menjuarai US Open 2023.
Meskipun demikian, situasi medical timeout dalam tenis kerap menjadi area abu-abu. Kram secara resmi tidak diperbolehkan sebagai alasan medis, tetapi pemain tetap dapat memanggil fisioterapis jika terdapat dugaan cedera otot.
Mantan pelatih Andy Murray, Miles Maclagan, menilai kemarahan Zverev dapat dipahami. Maclagan mengatakan bahwa stamina merupakan salah satu kekuatan utama Zverev dan waktu pemulihan lawan dapat menghilangkan keunggulan itu.
Setelah kembali ke lapangan, Alcaraz bahkan sempat minum pickle juice untuk membantu kondisinya. Namun, Alcaraz tetap kehilangan set ketiga dan keempat, sehingga pertandingan harus dilanjutkan hingga set penentuan.
Meski sempat tertinggal di awal pertandingan, Carlos Alcaraz akhirnya keluar sebagai pemenang atas Alexander Zverev dalam duel semifinal. Petenis asal Spanyol itu menang dengan skor 6-4, 7-6, 6-7, 6-7, 7-5 setelah bertarung hingga lima set.
Secara statistik, Zverev sebenarnya unggul dalam jumlah ace (17 berbanding 12) dan persentase servis pertama (72 persen). Namun, Alcaraz tampil lebih efektif dalam memanfaatkan poin penting, terutama pada momen krusial di set kelima yang menjadi penentu hasil akhir pertandingan.
Kemenangan itu memastikan langkah Alcaraz ke partai final Australia Open 2026 pada 1 Februari mendatang.
Tag: #alexander #zverev #protes #wasit #australian #open #tuduh #carlos #alcaraz #diperlakukan #istimewa