Purbaya dan Rosan Optimistis IHSG Bergerak Menguat Hari Ini
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dikhawatirkan kembali anjlok pada perdagangan Senin (2/2/2026) usai rentetan pengunduran diri petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Namun asumsi tersebut ditepis oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Perkasa Roeslani.
Purbaya menilai tidak menutup kemungkinan IHSG dapat dibuka berbalik ke zona merah pada perdagangan Senin.
Baca juga: IHSG Rawan Koreksi di Area 7.945-8.189, Berikut Pilihan Saham Analis Hari Ini
Namun Purbaya cenderung lebih optimistis IHSG akan bergerak di zona hijau mengingat pemerintah dan otoritas terkait gerak cepat untuk menangani kekosongan pimpinan OJK dan BEI serta memperkuat pasar modal Indonesia.
"Enggak (kebakaran) lah, (IHSG) pasti naik lah. Pasti naik," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Saat ini Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi telah ditunjuk menjadi Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Kemudian Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Oleh karenanya, Purbaya mengimbau agar masyarakat tidak khawatir IHSG akan kembali melemah setelah munculnya pengumuman pengunduran diri sejumlah petinggi OJK dan BEI.
Demikian juga dengan pengganti sementara Iman Rachman atau Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI rencananya akan diumumkan sebelum perdagangan hari ini dibuka. Besar kemungkinan Jeffrey Hendrik yang akan ditunjuk sementara menggantikan Iman Rachman.
"Kenapa orang takut? Mereka takut ada kekacauan di manajemen bursa ketika direksinya mundur. Tapi kan sistemnya sudah cukup baik, ada sistem otomatis yang langsung bisa menggantikan dari direksi yang ada dengan cepat dan itu berjalan dengan baik. Itu membuktikan sistemnya sudah cukup baik. Jadi enggak akan ada gangguan di bursa," jelasnya.
Baca juga: Mengenal Indeks MSCI yang Bikin IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut
Sementara itu, Rosan Roeslani juga optimistis perdagangan saham hari ini akan berjalan lancar. Sebab, dia telah melakukan komunikasi intensif dengan para investor asing selama dua hari terakhir.
Dari komunikasi tersebut, dia mendapatkan respons yang positif dari para investor terkait kebijakan dan reformasi pasar modal yang sedang disiapkan pemerintah. Terutama terkait kebijakan peningkatan free float saham menjadi 15 persen.
"Insya Allah saya yakin hari Senin, dan berikutnya pasar modal kita akan rebound dan berjalan dengan baik," ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Rosan menyebut, investor asing juga memberikan masukan terkait aturan keterbukaan kepemilikan saham di atas 5 persen, agar ambang batasnya diturunkan menjadi 1-2 persen.
Masukkan dari ivestor ini telah dia sampaikan kepada OJK dan BEI untuk ditindaklanjuti.
"Mereka bilang kalau bisa itu diturunkan tidak hanya di batas 5 persen, karena saya lihat di beberapa negara seperti India 1 persen, yang lain 2 persen," kata dia.
Dengan perubahan keterbukaan kepemilikan saham itu diyakini akan membuat pembentukan harga saham yang tidak wajar akan semakin sulit dilakukan.
Sebagai informasi, pada Jumat (30/1/2026), Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, serta Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara menyatakan mundur dari jabatannya.
Tidak hanya tiga pejabat tinggi itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I. B. Aditya Jayaantara juga memilih untuk melepas posisinya.
Aksi mundur diri itu terjadi setelah IHSG bergejolak sejak Rabu (28/1/2026). Tekanan muncul usai pengumuman dari Morgan Stanley Capital International.
Tekanan itu menyebabkan BEI harus melakukan penghentian sementara pedagangan (trading halt) pada perdagangan Rabu dan Kamis (29/1/2026).
IHSG bergerak menguat pada perdagangan Jumat. Indeks sempat melemah sesaat setelah pengumuman pengunduran diri Iman Rachman, namun tekanan tidak bertahan lama.
Pada Jumat, IHSG ditutup menguat 1,18 persen atau 97,404 poin ke level 8.329,606.
Tag: #purbaya #rosan #optimistis #ihsg #bergerak #menguat #hari