Profil Inarno Djajadi, Pejabat OJK yang Mundur Usai IHSG Ambruk
Inarno Djajadi mengundurkan diri sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK setelah gejolak IHSG dalam dua hari perdagangan.()
20:52
30 Januari 2026

Profil Inarno Djajadi, Pejabat OJK yang Mundur Usai IHSG Ambruk

– Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri tersebut diumumkan OJK bersamaan dengan mundurnya Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon I. B. Aditya Jayaantara.

Keputusan itu merupakan bentuk tanggung jawab moral setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dalam dua hari perdagangan pada 28–29 Januari 2026.

Baca juga: Banggar DPR: Mundurnya Dirut BEI-Pimpinan OJK Tak Cukup Pulihkan Kepercayaan Investor

OJK menyatakan pengunduran diri ketiga pejabat tersebut telah disampaikan secara resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Proses selanjutnya akan dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK sebagaimana diperkuat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Kendati demikian, OJK menegaskan proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia.

Inarno Djajadi mengundurkan diri sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK setelah gejolak IHSG dalam dua hari perdagangan.KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Inarno Djajadi mengundurkan diri sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK setelah gejolak IHSG dalam dua hari perdagangan.

Profil Inarno Djajadi

Inarno Djajadi bukan nama baru di industri pasar modal nasional. Ia memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor ini.

Sebelum menjabat di OJK, Inarno pernah menjadi Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2018 dan memimpin BEI pada periode 2018–2021.

Baca juga: Profil Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK yang Mundur Usai IHSG Anjlok

Sebelumnya, Inarno menjabat sebagai Komisaris BEI pada Juni 2017–2018.

Inarno lahir di Yogyakarta, 31 Desember 1962. Ia menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kariernya di pasar modal dimulai pada 1989 sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas. Pada 1991–1997, ia menjabat sebagai Direktur di perusahaan tersebut.

Selanjutnya, ia menjadi Direktur PT Mitra Duta Sekuritas pada 1997–1999 dan Direktur PT Widari Sekuritas pada 1999.

Pada 2000–2003, Inarno menjabat sebagai Direktur Utama PT Madani Sekuritas.

Perannya di infrastruktur pasar modal berlanjut ketika ia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pada 2003–2009.

Inarno kemudian kembali ke KPEI sebagai Komisaris pada 2010–2013 dan menjabat Komisaris sekaligus Komisaris Utama pada 2013–2016.

Selain itu, Inarno pernah menjadi Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities pada 2013–2014 dan Komisaris Utama PT CIMB Niaga Sekuritas pada 2014–2017.

Baca juga: Tips Sukses Jalani Kuliah dan Berkarier ala Inarno Djajadi

Aktif di organisasi profesi

Di luar jabatan korporasi, Inarno juga aktif dalam organisasi profesi pasar modal.

Ia pernah menjadi anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) pada 1992–1994. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia pada 2007–2020.

Sejak 2020, Inarno menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya).

Tag:  #profil #inarno #djajadi #pejabat #yang #mundur #usai #ihsg #ambruk

KOMENTAR