



Mengenal Refleks Bayi dalam Tumbuh Kembangnya yang Perlu Orang Tua Tau
Setiap bayi yang baru lahir dianugerahi berbagai kemampuan yang membantunya bertahan hidup. Meski masih terbilang sederhana, namun ada proses yang kompleks di balik setiap perilaku yang ditunjukkannya.
Salah satunya adalah reflek rooting, kemampuan bayi untuk mencari payudara atau botol susu ketika lapar merupakan satu dari sekian banyak gerakan bayi yang terjadi tanpa disadari.
Refleks rooting pada bayi merupakan naluri dasar bertahan hidup serta membantu bayi menemukan dan menempel pada botol atau payudara untuk mulai menyusu.
Ketika dengan lembut membelai sudut mulut bayi dengan puting susu, secara naluriah akan menoleh ke arahnya untuk menyusu dengan membuka mulutnya dan mulai melakukan gerakan menyodorkan atau menghisap lidah.
Refleks ini merupakan isyarat makan selama beberapa minggu pertama kehidupan, membantu bayi memberi tahu bahwa mereka lapar dan ingin menyusu.
Meski tujuannya sama-sama membantu bayi mendapatkan asupan nutrisi, namun gerakan antara reflek rooting dan reflek menyusui bisa dibilang memiliki perbedaan signifikan. Reflek rooting ditandai tolehan kepala ke arah rangsangan di sudut mulut bayi, baik oleh sentuhan tangan maupun kulit payudara.
Sementara reflek menyusui sendiri adalah keberhasilan bayi melekatkan mulutnya pada puting atau dot susu, reflek menyusui baru dikatakan berhasil terjadi apabila langit-langit mulut bayi bisa terangsang dan umum berkembang sejak usia kandungan 37 minggu. Adapun fungsinya di masa depan adalah membantu bayi memiliki kemampuan menelan dan bernapas dengan baik.
Berbagai Macam Refleks Bayi Baru Lahir
Refleks bayi yang baik menjadi tanda bahwa bayi dalam kondisi sehat, serta memiliki aktivitas saraf dan otak yang bagus. Berikut ini adalah beberapa macam refleks bayi baru lahir yang bisa perhatikan, dikutip dari klikdokter.com memaparkan sebagai berikut:
- Refleks Moro (2 bulan)
Refleks moro disebut juga refleks kaget. Respons ini terjadi saat bayi menerima suara terlalu keras ataupun gerakan mengagetkan.
- Refleks Sucking
Refleks sucking atau secara sederhana dikenal sebagai reflek menghisap adalah salah satu kemampuan bayi baru lahir untuk bertahan hidup. Refleks sucking adalah salah satu jenis kemampuan yang harus bayi kuasai.
- Refleks Rooting (4 bulan)
Refleks rooting adalah respons yang dilakukan bayi baru lahir saat bagian pipi atau mulutnya disentuh lembut. Refleks rooting pada bayi bermanfaat untuk membantunya menemukan payudara ataupun botol susu.
- Refleks Babinski (1-2 tahun)
Refleks bayi ini mirip refleks menggenggam. Saat Pria menyentuh telapak kaki anak, maka jempol kakinya akan menekuk ke belakang sementara jari kaki lainnya melebar dan menjauh.
- Refleks Plantar Grasp
Refleks Babinski akan digantikan dengan plantar grasp yang akan bertahan hingga bayi dewasa.
- Refleks Tonic Neck (5 bulan)
Refleks tonic neck disebut juga sebagai fencing reflex. Saat kepala si kecil menoleh ke satu sisi, lengan di sisi tersebut akan terjulur dan lengan satunya (tepatnya pada siku) akan menekuk ke dalam.
- Refleks Melangkah
Refleks melangkah akan membantu bayi dalam proses merangkak dan berjalan.
- Refleks Menggenggam
Untuk mengetahui refleks genggam pada bayi baru lahir, bayi akan merespons gerakan tersebut dengan menggenggam dan mempertahankannya secara kuat dan refleks bayi ini juga biasa disebut refleks palmar grasp.
- Refleks Galant
Mengecek refleks galant pada bayi dengan menghadapkannya ke bawah (tengkurap) dengan satu tangan dan mengusap kulit bayi di punggung. Tulang punggung bayi seharusnya akan melengkung sebagai bentuk respons, sehingga kepala dan kakinya mengikuti area tubuh yang disentuh.
- Refleks Parachute
Pada bayi yang sudah agak besar, refleks parachute akan muncul saat bayi dipindahkan secara cepat ke posisi menghadap ke depan, seolah-olah sedang terjatuh. Bayi akan merentangkan tangan ke depan, mirip posisi tubuh orang terjun bebas.
- Refleks Menelan (18 bulan)
Refleks menelan pada bayi dimulai saat ada cairan, air liur, hingga makanan yang masuk ke tenggorokan bayi.
- Refleks Gemetar
Sangat normal jika tubuh bayi gemetar terutama karena menangis.
- Refleks Berkedip
Bayi akan berkedip ketika melihat cahaya terang termasuk refleks bayi yang akan bertahan hingga dewasa.
- Refleks Bersin dan Batuk
Ketika saluran hidung teriritasi, respons yang biasanya terjadi adalah bersin. bila bagian belakang saluran udara terdapat stimulasi, maka respons yang bisa keluar adalah batuk.
- Refleks Menguap
Refleks ini terjadi ketika tubuh membutuhkan oksigen lebih.
Berikut ini adalah teknik efektif untuk menstimulasi refleks rooting, meningkatkan hubungan yang kuat antara orang tua dan bayi selama waktu menyusui, dikutip dari www.verywellhealth.com memaparkan sebagai berikut :
Stimulasi Taktil
Berikan rangsangan taktil dengan menekan lembut jari pada pipi bayi di dekat mulut mendorong bayi menoleh ke arah rangsangan dan membuka mulut sebagai persiapan untuk menyusu. Ingatlah untuk menjaga sentuhan lembut karena tekanan berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi.
Responsif terhadap Isyarat
Perhatikan baik-baik isyarat dan respons bayi saat menyusu dengan memberikan tanda-tanda seperti menoleh ke arah sentuhan, membuka mulut, atau menunjukkan peningkatan kewaspadaan. Isyarat ini menunjukkan bahwa telah berhasil menstimulasi refleks rooting. Dengan merespons sinyal-sinyal ini, dapat menciptakan pengalaman menyusui yang positif bagi ibu dan bayi.
Posisi Nyaman
Menemukan posisi yang nyaman dan bayi sangat penting untuk keberhasilan menyusui dan menstimulasi refleks rooting. Sangga kepala dan leher bayi dengan aman, pastikan mereka berada dalam posisi yang memungkinkan mereka dengan mudah menoleh ke arah sentuhan. Bereksperimen dengan berbagai posisi menyusui untuk menemukan yang terbaik bagi ibu dan bayi.
Tag: #mengenal #refleks #bayi #dalam #tumbuh #kembangnya #yang #perlu #orang