Pola Hidup Sehat untuk Menekan Risiko Pubertas Dini pada Anak Menurut Dokter
Ilustrasi anak makan. Menerapkan pola makan sehat, cukup tidur, dan olahraga rutin dapat membantu mengurangi risiko pubertas dini pada anak dan mendukung tumbuh kembang optimal.(Shutterstock/FAMILY STOCK)
18:06
8 Januari 2026

Pola Hidup Sehat untuk Menekan Risiko Pubertas Dini pada Anak Menurut Dokter

Pubertas dini pada anak kini menjadi salah satu kekhawatiran orangtua, namun pola hidup sehat dapat memainkan peran penting dalam menekan risiko tersebut.

Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus ahli endokrinologi anak, Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp. End., FAAP, FRCPI (Hon.), menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup anak dapat membantu mencegah terjadinya pubertas dini yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

Cara mencegah pubertas dini pada anak

Berikut adalah beberapa gaya hidup sehat yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah pubertas dini pada anak.

  • Pola makan sehat dan seimbang

Menurut Prof. Aman Pulungan, pola makan yang seimbang sangat penting dalam menjaga kesehatan hormon anak agar tidak mengalami ketidakseimbangan yang bisa memicu pubertas dini.

“Makanan yang tinggi kalori, gula, dan makanan olahan seperti junk food atau fast food sangat tidak dianjurkan,” ujarnya saat diwawancarai Kompas.com pada Selasa (6/1/2026).

Sebaliknya, makanan bergizi seperti buah, sayuran, dan makanan yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral harus lebih banyak dikonsumsi untuk mendukung keseimbangan hormon.

  • Menghindari obesitas pada anak

Obesitas adalah salah satu faktor risiko utama pubertas dini yang perlu diwaspadai orangtua.

“Obesitas pada anak bisa mempercepat terjadinya pubertas dini karena peningkatan kadar estrogen pada anak perempuan atau testosteron pada anak laki-laki,” kata Prof. Aman Pulungan.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktifitas fisik sangat penting untuk menghindari dampak kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.

  • Cukup tidur setiap malam

Tidur yang cukup juga memegang peranan penting dalam mengatur keseimbangan hormon tubuh.

“Anak-anak yang kurang tidur dapat mengalami gangguan pada produksi hormon yang berhubungan dengan pertumbuhan dan pubertas,” jelasnya.

Prof. Aman Pulungan menyarankan agar anak-anak tidur minimal 8 hingga 10 jam setiap malam untuk mendukung proses perkembangan fisik dan psikologis mereka.

  • Aktivitas fisik yang cukup

Olahraga yang cukup membantu menjaga keseimbangan hormonal dan mencegah penumpukan lemak tubuh yang dapat memicu pubertas dini.

“Olahraga sangat penting, baik untuk fisik maupun untuk membantu produksi hormon secara alami,” ujar Prof. Aman Pulungan.

Ia menekankan bahwa anak-anak harus terlibat dalam aktivitas fisik secara rutin, seperti bermain di luar ruangan, berenang, atau bersepeda, setidaknya 30 menit hingga 1 jam setiap hari.

  • Hindari paparan zat kimia berbahaya

Ilustrasi anak. Menerapkan pola makan sehat, cukup tidur, dan olahraga rutin dapat membantu mengurangi risiko pubertas dini pada anak dan mendukung tumbuh kembang optimal.iStockphoto/Energyy Ilustrasi anak. Menerapkan pola makan sehat, cukup tidur, dan olahraga rutin dapat membantu mengurangi risiko pubertas dini pada anak dan mendukung tumbuh kembang optimal.

Paparan zat kimia berbahaya yang ditemukan pada produk seperti plastik, pestisida, dan bahan kimia lainnya bisa memengaruhi keseimbangan hormon anak.

“Zat kimia yang mengandung bahan seperti phthalates, bisphenol A (BPA), dan pestisida dapat mengganggu sistem endokrin dan memicu pubertas dini,” katanya.

Ia menyarankan agar orangtua memilih produk yang lebih aman dan mengurangi paparan terhadap bahan kimia berbahaya, terutama untuk anak-anak.

  • Mengurangi stres pada anak

Stres yang berlebihan pada anak juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang berhubungan dengan pubertas.

“Stres dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat mengganggu perkembangan hormon pubertas,” kata Prof. Aman Pulungan.

Untuk itu, penting bagi orangtua untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan mendukung, serta memberikan ruang bagi anak untuk bersantai dan bermain.

Konsultasi dengan dokter jika diperlukan

Prof. Aman Pulungan menekankan bahwa orangtua yang khawatir tentang kemungkinan pubertas dini pada anak sebaiknya berkonsultasi dengan dokter endokrinologi anak.

“Jika ada perubahan fisik yang terjadi terlalu cepat, jangan ragu untuk mencari nasihat medis,” ujarnya.

Deteksi dini dan pemantauan medis yang tepat sangat penting untuk mencegah dan menangani pubertas dini secara efektif.

Dengan menerapkan pola hidup sehat yang mencakup makan bergizi, tidur cukup, olahraga, dan menghindari stres, orangtua dapat membantu menekan risiko pubertas dini pada anak.

Ia menekankan bahwa pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat sangat penting untuk mendukung perkembangan anak yang optimal secara fisik dan emosional.

Tag:  #pola #hidup #sehat #untuk #menekan #risiko #pubertas #dini #pada #anak #menurut #dokter

KOMENTAR