5 Mitos Seputar Flu dan Vaksinnya yang Sering Disalahpahami
Ilustrasi flu. Dokter memperingatkan flu musim ini lebih mudah menyebar akibat varian baru, sehingga penting mengenali masa penularan dan langkah pencegahannya.(Freepik)
21:06
24 Februari 2026

5 Mitos Seputar Flu dan Vaksinnya yang Sering Disalahpahami

- Influenza merupakan penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Di banyak negara vaksin ini direkomendasikan untuk semua umur, terutama kelompok rentan, sebab komplikasi flu bisa berbahaya.

Sayangnya, masih banyak mitos seputar flu dan vaksin flu yang beredar luas di masyarakat, baik dari cerita mulut ke mulut maupun media sosial. Kesalahpahaman inilah yang membuat sebagian orang enggan melindungi diri dengan vaksinasi.

Padahal vaksin flu terbukti melindungi dari sakit berat, rawat inap, bahkan risiko kematian akibat influenza. Berikut ini 5 mitos flu yang keliru dan perlu diluruskan. 

Baca juga: Influenza A Bukan Cuma Flu Biasa, Ketahui Penanganannya

5 Mitos soal flu dan vaksinnya yang sering disalahpahami

1. Vaksin flu tak sepenuhnya mencegah flu

Salah satu mitos paling umum adalah anggapan bahwa vaksin flu tidak berguna karena seseorang tetap bisa tertular flu meski sudah divaksin. 

Faktanya, vaksin flu bekerja dengan merangsang tubuh membentuk antibodi untuk melawan virus influenza yang beredar.

Setiap tahun, terdapat beberapa jenis virus influenza yang berbeda dan terus bermutasi. Maka dari itu, vaksin flu dibuat berdasarkan prediksi strain virus yang paling mungkin menyebar pada musim tersebut.

“Ketika kecocokannya sempurna, vaksin bekerja sangat efektif. Namun, meski tidak sepenuhnya cocok, biasanya tetap ada perlindungan silang, sehingga jika seseorang tetap terkena flu, gejalanya tidak akan parah,” jelas Megan Culler Freeman, asisten profesor pediatri di UPMC Children’s Hospital of Pittsburgh, disadur Everyday Health, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Ramai Disebut Superflu, Begini Cara Mencegah Influenza A Tipe H3N2

2. Suntik flu bisa menyebabkan flu

Mitos lain yang sering menimbulkan ketakutan adalah keyakinan bahwa vaksin flu justru bisa membuat seseorang terserang flu. Anggapan ini keliru.

“Vaksin flu dibuat dari virus yang tidak aktif, jadi mustahil menyebabkan flu,” kata David Brill, dokter di Cleveland Clinic, Ohio.

Ia menjelaskan, sebagian orang memang bisa merasakan pegal tubuh atau tidak enak badan sehari setelah vaksinasi. 

Namun, kondisi tersebut merupakan tanda sistem imun sedang bekerja, bukan flu yang sesungguhnya.

Perlu diingat, tubuh membutuhkan waktu sekitar dua minggu setelah vaksinasi untuk membentuk antibodi. Jika seseorang tertular flu dalam rentang waktu tersebut, hal itu bukan disebabkan oleh vaksinnya.

Baca juga: Gejala Nipah dan Flu Biasa Sekilas Mirip, IDAI Jelaskan Perbedaan Kritisnya

3. Vaksin tidak berguna ketika musim flu dimulai 

Banyak orang mengira bahwa vaksin flu hanya efektif jika diberikan sebelum musim flu dimulai. Padahal, virus influenza bisa terus beredar selama berbulan-bulan dan waktunya tidak selalu dapat diprediksi.

Para ahli memang menyarankan vaksinasi sebelum akhir Oktober agar perlindungan sudah terbentuk saat virus mulai menyebar. Namun, jika terlewat, vaksin tetap bermanfaat.

“Selama virus flu masih beredar, vaksin flu tetap layak diberikan,” ujar Dr. Brill. 

Artinya, tidak ada kata terlambat untuk melindungi diri selama musim flu masih berlangsung.

Baca juga: Vaksin Tetap Penting Saat Super Flu Menyebar, Ini Cara Kerjanya di Tubuh

4. Lebih sehat terkena flu agar imunitas alami terbentuk

Ada anggapan bahwa membiarkan tubuh melawan sendiri flu justru lebih sehat dibandingkan vaksinasi. Faktanya, flu bukan penyakit ringan yang bisa dianggap sepele.

“Tidak ada yang sehat dari terkena flu secara alami. Flu bisa menimbulkan dampak yang cukup parah,” kata Dr. Freeman.

Selain menyebabkan 7–10 hari penderitaan akibat demam, nyeri otot, dan kelelahan ekstrem, flu juga dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, peradangan jantung, peradangan otak, hingga kematian.

Dr. Brill menambahkan, vaksin tidak melemahkan sistem imun. Vaksin justru menstimulasi sistem imun agar bekerja ke arah yang diinginkan, tanpa harus mengalami penyakitnya secara langsung.

Baca juga: Jangan Tunggu Sakit, Ini Waktu yang Tepat Vaksin Flu Menurut Dokter

5. Orang muda dan sehat tidak perlu khawatir flu

Mitos terakhir adalah keyakinan bahwa flu hanya berbahaya bagi lansia atau orang dengan penyakit kronis. 

Kenyataannya, flu bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa yang sehat.

Selain melindungi diri sendiri, vaksin flu juga berperan melindungi orang lain di sekitar kita. 

Semakin banyak orang yang divaksin, semakin kecil kemungkinan virus menyebar. Konsep ini dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok.

Mitos seputar flu dan vaksin flu dapat membuat seseorang mengambil keputusan berisiko.  Padahal, melindungi diri dengan vaksin juga berarti ikut melindungi orang-orang yang lebih rentan di sekitar kita.

Baca juga: Super Flu Masuk Indonesia, Vaksin Influenza Tahunan Jadi Kunci Perlindungan

Tag:  #mitos #seputar #vaksinnya #yang #sering #disalahpahami

KOMENTAR