Usung TLKM 30, Telkom Group Bakal Transformasi Perusahaan
Ilustrasi Telkom.(Dok. Telkom.)
18:12
20 Februari 2026

Usung TLKM 30, Telkom Group Bakal Transformasi Perusahaan

- Telkom Group tengah berupaya untuk bertransformasi perusahaan dengan peta jalan 2025-2030.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan, saat ini telah melakukan perubahan yang disebut TLKM 30.

Hal tersebut disampaikan dalam program Naratama dengan host Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin.

"Supaya Telkom Group bisa menjadi perusahaan yang lebih agile, lebih progresif, dan yang lebih kompetitif, dan berkelas dunia," kata dia, dikutip Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Bos Danantara Ungkap Valuasi Telkom Turun 5 Tahun, Baru Dilirik Investor 6 Bulan Terakhir

Ia menjelaskan perubahan yang terjadi mencakup di dalamnya adalah perubahan keunggulan operasional (operational execellence) hingga struktur perusahaan.

"Yang utama kami ingin meng-unlock value yang sekarang mungkin masih tersembunyi di organisasi," imbuh dia.

TLKM 30 merupakan agenda transformasi dalam jangka waktu lima tahun hingga 2030 yang bertujuan membuat Telkom menjadi perusahaan dengan valuasi yang lebih tinggi.

Valuasi peusahaan sendiri termasuk di dalamnya adalah aset yang dimiliki. proses operasi perusahaan, hingga strukturisasi Telkom Grup ini.

"Memastikan bahwa operational excellence bisa maksimal dan service excellence bisa meningkat," terang dia.

Dian menjabarkan, TLKM 30 terdiri dari 4 pilar utama yakni operational and service excellence. Hal ini termasuk di dalamnya, peningkatan operasi bisnis, perbaikan tata kelola, hingga transformasi budaya.

Tak hanya itu, pilar ini juga termasuk optimalisasi kapital dalam operasional perusahaan.

Pilar kedua dalam TLKM 30 ini adalah streamlining atau perampingan. Sebagai catatan, saat ini Telkom Group memiliki anak usaha sekitar 66 entitas.

Baca juga: Spin-off Bisnis Fiber Jadi Katalis, Prospek Saham Telkom (TLKM) Kian Menarik

Dari jumlah tersebut, ternyata tak semua berkaitan dengan inti binis (core bisnis) Telkom. Beberapa contoh bisnis yang dimiliki Telkom misalnya adalah hotel, apartemen, layanan kesehatan, hingga asuransi.

"Yang mungkin tidak berada di core strength bisnis kami," ungkap dia.

Dian menyebutkan, dari perusahan-perusahaan tersebut saat ini tidak semua berkinerja baik, dan justru ada yang negatif.

Untuk itu, ke depan TLKM akan melakukan divestasi, penggabungan, hingga penutupan perusahaan anak.

Dengan demikian, jumlah anak usaha Telkom Grup ke depan diproyeksikan hanya akan berjumlah 20 entitas.

Hal ini bertujuan agar perusahaan bisa fokus ke area bisnis yang menjadi inti dari Telkom.

Lebih lanjut, Dian bilang, pilar ketiga dari TLKM 30 adalah modus operandi. Sebagai gambaran, saat ini terdapat perusahaan induk yang juga masih melakukan bisnis yang sama dengan anak perusahaan.

"Tidak boleh, jadinya dia melakukan bisnis dengan anak perusahaan, jadi ada transaksi bertingkat yang kemudian inefisiensi," ungkap dia.

Harapannya bisnis dari Telkom ke depannya hanya akan terdiri dari business to consumer (B2C) yakni Telkomsel, Business to business (B2B) yakni infrastruktur termasuk bisnis kabel fiber, data center, tower, hingga satelit.

Selanjutnya, Telkom Group juga memiliki bisnis yang memberikan layanan pada segmen korporasi dari kecil hingga besar, dan layanan internasional yang diinisiasi oleh Telin.

"Sekarang ini kalau bicara soal Telkom, valuasi itu soalnya hanya based on B2C, yang lainnya belum kelihatan, seolah tersembunyi sehingga value sebagai liabilitas," ungkap dia.

Terakhir, pilar keempat dari TLKM 30 adalah unlock value yang bertujuan membuka nilai infrastruktur Telkom yang masih tersebumbunyi.

"Bisa di-value sesuai dengan line bisnisnya," tutup dia.

Tag:  #usung #tlkm #telkom #group #bakal #transformasi #perusahaan

KOMENTAR