Anak Usaha Garuda Indonesia Perluas Jasa Outsourcing Global
- Anak usaha Garuda Indonesia Group, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS), memperluas layanan penyediaan tenaga kerja atau outsourcing ke pasar internasional pada 2026 seiring pertumbuhan bisnis sejak 2023.
Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera, Cornelis Radjawane, mengatakan, pertumbuhan yang dicapai GDPS merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh insan perusahaan serta dukungan para mitra.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat bisnis inti, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas jangkauan kerja sama, termasuk di tingkat internasional," kata Cornelis melalui keterangan pers, Kamis (19/2/2026).
GDPS merupakan perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) yang menyediakan layanan pengelolaan tenaga kerja bagi berbagai sektor industri.
Kinerja bisnis perusahaan menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,61 persen pada 2025 dibandingkan 2024 dan 53,01 persen dibandingkan 2023. Pertumbuhan ini ditopang oleh kontribusi pelanggan dari Garuda Indonesia Group maupun sektor non-grup seperti Oil & Gas, Logistic, Engineering, Technology, serta FMCG.
Baca juga: Perusahaan Outsourcing Bagian dari Garuda Soroti Peran Tenaga Alih Daya di Tengah Bencana
Ekspansi Proyek dan Tenaga Kerja
Dalam dua tahun terakhir, jumlah tenaga kerja GDPS meningkat sebesar 44 persen. Hingga saat ini, perusahaan mengelola 139 proyek yang tersebar di 93 kota di Indonesia, serta menjalankan lebih dari dua proyek internasional di Uni Emirat Arab dan Papua Nugini.
GDPS juga mencatat peningkatan kualitas layanan yang tercermin dari Customer Satisfaction Index sebesar 3,97 serta Net Promoter Score sebesar 14,5.
Capaian ini menunjukkan tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang terus membaik seiring dengan perluasan portofolio kerja sama di sektor aviasi maupun non-aviasi.
Baca juga: Menguji Kesiapan Struktural Mengakhiri Outsourcing
Strategi Internasionalisasi 2026
Memasuki 2026, GDPS mengakselerasi strategi korporasi melalui ekspansi internasional dengan menempatkan talenta profesional di pasar global.
Langkah ini dilakukan melalui pengembangan serta rencana kolaborasi strategis bersama mitra di Korea Selatan, Arab Saudi, dan India untuk mengoptimalkan penugasan pada sektor berkualifikasi tinggi yang membutuhkan kompetensi, sertifikasi, serta standar global.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, GDPS menyiapkan strategi berbasis human capital yang turut mendorong peningkatan engagement karyawan dibandingkan 2025.
Ke depan, GDPS menargetkan tidak hanya pertumbuhan bisnis, tetapi juga transformasi berkelanjutan guna memperkuat daya saing di tingkat global melalui fondasi bisnis, talenta unggul, serta tata kelola profesional.
Tag: #anak #usaha #garuda #indonesia #perluas #jasa #outsourcing #global