Elon Musk Makin Dekat Jadi Triliuner Pertama Dunia, Roket SpaceX Jadi Penopang Kekayaan
Elon Musk saat menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 24 Maret 2025.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
08:12
8 Februari 2026

Elon Musk Makin Dekat Jadi Triliuner Pertama Dunia, Roket SpaceX Jadi Penopang Kekayaan

NEW YORK, Kompas.com - Perjalanan miliarder Elon Musk menuju status triliuner pertama di dunia diperkirakan akan lebih banyak ditopang bisnis roket dibandingkan mobil listrik. Saat ini, SpaceX disebut menyumbang hampir dua pertiga dari total kekayaan CEO Tesla tersebut.

Musk pekan ini menjadi orang pertama yang melampaui angka 800 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13.487,2 triliun(kurs Rp 16.850 per dollar AS).

Menurut Forbes, kekayaan bersihnya kini berada di kisaran 845 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14.245,9 triliun—lebih besar daripada gabungan kekayaan tiga tokoh teknologi lain, yakni pendiri Google Larry Page dan Sergey Brin serta CEO Meta Mark Zuckerberg.

Lonjakan kekayaan itu terjadi setelah perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan miliknya, SpaceX, mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan dan media sosialnya, xAI.

Baca juga: Elon Musk Semakin Tajir, Kekayaannya Tembus Rp 13.000 Triliun

Seperti dikutip dari CNBC, Minggu (8/2/2026), kesepakatan tersebut menilai entitas gabungan SpaceX–xAI sekitar 1,25 triliun dollar AS (Rp 21.073,8 triliun).

Dengan porsi kepemilikan Musk diperkirakan sekitar 43 persen di perusahaan gabungan tersebut, nilai kepemilikannya bisa mencapai lebih dari 530 miliar dollar AS (Rp 8.935,3 triliun). Perubahan ini menunjukkan pergeseran cepat dalam komposisi sumber kekayaannya.

Fokus Musk juga dinilai semakin condong ke SpaceX dibanding Tesla. Hal itu turut diakui perusahaan kendaraan listrik tersebut dalam dokumen proxy terbaru yang menyebut bahwa “sebagian besar kekayaan Mr. Musk kini berasal dari usaha bisnis lainnya.”

Tahun lalu, Musk mengonfirmasi rencana membawa SpaceX melantai di bursa pada 2026. Langkah ini berpotensi membuat Tesla menjadi komponen yang kurang dominan dalam kekayaan likuidnya.

Meski demikian, rencana tersebut tetap bergantung pada minat investor pasar publik, yang mungkin berhati-hati menilai perusahaan gabungan yang mencakup bisnis pertahanan, satelit, serta pengembang model AI yang masih membutuhkan pendanaan besar untuk bersaing dengan Google, OpenAI, dan Anthropic.

Menurut riset FedScout, SpaceX telah menerima lebih dari 20 miliar dollar AS (Rp 337,2 triliun) dari kontrak pemerintah federal, dengan potensi kontrak bernilai lebih besar di masa mendatang. Musk sendiri menggambarkan akuisisi xAI sebagai langkah menuju pengembangan “pusat data orbital”.

“Anda sedikit mengaburkan cerita Anda sebagai pemegang saham SpaceX murni, tetapi peluangnya menjadi jauh lebih besar,” ujar Managing Director Rainmaker Securities Greg Martin.

“Masuk akal bagi mereka untuk mengakses pasar modal yang jauh lebih besar, terutama dengan xAI yang memiliki kebutuhan modal yang nyaris tak terbatas,” tambah dia.

SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.

xAI dipantau otoritas

Di sisi lain, xAI saat ini tengah diselidiki otoritas di Eropa, Asia, Australia, dan California setelah generator gambar Grok memungkinkan pembuatan dan penyebaran gambar “deepfake” eksplisit terhadap anak-anak dan perempuan.

Belum jelas apakah merger SpaceX–xAI akan memerlukan peninjauan regulator lebih lanjut. Sejumlah senator Partai Demokrat juga meminta Pentagon menyelidiki SpaceX terkait investor China yang tidak diungkap.

Meski fokus Musk disebut bergeser, Tesla tetap menjadi bagian penting. Ketua Dewan Tesla Robyn Denholm menilai paket kompensasi Musk lebih berkaitan dengan pengaruh hak suara dibanding sekadar bayaran.

Akhir tahun lalu, pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi baru yang nilainya bisa mencapai 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 16.859 triliun, dibayarkan dalam 12 tahap jika perusahaan mencapai target kapitalisasi pasar dan kinerja operasional dalam satu dekade.

Tahap pertama akan cair jika Tesla menembus kapitalisasi pasar 2 triliun dollar AS (Rp 33.718 triliun)—sekitar 460 miliar dollar AS di atas valuasi saat ini. Dalam dokumen proxy, Tesla menyebut struktur tersebut bertujuan “mencegahnya memprioritaskan usaha-usaha lainnya.”

Namun, profesor hukum Columbia Dorothy Lund menilai strategi itu belum tentu efektif. Musk, tulisnya, kini “menegosiasikan paket kompensasi di setiap perusahaan, dengan masing-masing dewan mencoba menarik perhatiannya melalui insentif.”

Jika SpaceX/xAI menawarkan imbalan dan porsi kepemilikan lebih besar, paket Tesla bisa menjadi kurang menarik.

Sebelum akuisisi xAI, Musk memiliki sekitar 42 persen SpaceX dan menguasai 80 persen hak suara, menurut laporan FCC. Sementara kepemilikannya di Tesla berada di kisaran 11–15 persen saham beredar.

Di tengah penurunan nilai merek dan penjualan mobil inti Tesla, serta pengembangan robotaxi dan robot humanoid yang belum rampung, harga saham perusahaan tercatat turun sekitar 9 persen sepanjang tahun ini.

Dengan asumsi saham Tesla relatif datar, perusahaan roket dan AI tersebut diperkirakan perlu mencapai valuasi sekitar 1,6 triliun dollar AS atau setara Rp 26.974,4 triliun agar Musk benar-benar menembus status triliuner.

CEO Gerber Kawasaki, Ross Gerber, memperkirakan Musk tidak akan membawa SpaceX melantai sebagai entitas mandiri. Ia justru melihat kemungkinan penggabungan SpaceX dan Tesla, bahkan berspekulasi perusahaan gabungan itu kelak melantai di Bursa Efek New York dengan kode saham X.

Menurut Gerber, konsolidasi bisnis tersebut masuk akal karena memungkinkan Musk menjalankan satu entitas besar di bawah merek X. Setelah Alphabet mengumumkan rencana belanja modal hingga 185 miliar dollar AS tahun ini, Musk dinilai perlu mengakses sumber pendanaan dalam skala sangat besar.

“Entitas raksasa ini akan memudahkan mereka menggalang dana dan meminjam,” kata Gerber.

“Bagaimana lagi Musk bisa bersaing dan menjadi pemain besar di AI?” tambah dia.

Baca juga: 5 Aturan Warren Buffett untuk Para Investor Pemula

Tag:  #elon #musk #makin #dekat #jadi #triliuner #pertama #dunia #roket #spacex #jadi #penopang #kekayaan

KOMENTAR