Jelang Akhir Pekan IHSG dan Rupiah Kompak Melemah
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak melemah pada penutupan perdagangan, Jumat (6/2/2026) atau jelang akhir pekan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 2,35 persen atau 190,20 poin ke level 7.913,68. Sejak pembukaan di 7.945,04, indeks langsung bergerak di zona merah dan sempat menyentuh level terendah 7.861,69, sebelum mencoba melakukan pemulihan terbatas.
Aktivitas perdagangan berlangsung ramai. Volume transaksi mencapai 33,67 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,37 triliun dan frekuensi perdagangan menembus 2,19 juta kali transaksi.
Baca juga: IHSG Anjlok di Sesi Pertama, Asing Justru Borong Saham Perbankan dan Blue Chip
Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 655 saham melemah, 102 saham menguat, dan 63 saham stagnan. Untuk kapitalisasi pasar BEI menyentuh Rp 14.354,56 triliun.
Senada, mata uang garuda di pasar spot juga berakhir tertekan. Di mana rupiah melemah 0,20 persen ke posisi Rp 16.876 per dollar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, sebelumnya memperkirakan rupiah melemah terhadap dollar AS karena penguatan mata uang Negeri Paman Sam di tengah meningkatnya sentimen risk off dan aksi jual yang terjadi pada hampir seluruh aset berisiko.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dollar AS yang menguat di tengah meningkatnya sentimen risk off dan sell off pada hampir semua asset,” ujar Lukman kepada Kompas.com, Jumat.
Baca juga: IHSG Sesi I Anjlok 2,83 Persen ke Level 7.874,42
Tekanan terhadap rupiah juga datang dari faktor domestik, yakni penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s menjadi negatif, yang mendorong investor bersikap lebih hati-hati terhadap aset keuangan dalam negeri.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar kini menanti rilis data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan siang ini sebagai indikator ketahanan eksternal.
“Rupiah juga semakin tertekan oleh penurunan peringkat kredit Indonesia oleh Moodys ke negatif. Investor menantikan data cadev Indonesia siang ini,” paparnya.