Dermaga Muara Angke Sesak, Titiek Heran 67 Kapal Rusak Dibiarkan Sandar 10 Tahun
- Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto heran setelah mengetahui 67 kapal rusak di Dermaga Kali Asin, Muara Angke, Jakarta Utara, tertambat selama 10 tahun.
Fakta tersebut terungkap saat Titiek meninjau langsung kondisi Dermaga Kali Asin bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Selasa (3/2/2026).
Kawasan dermaga saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Ribuan kapal nelayan terjebak dan kesulitan bersandar maupun melaut. Cuaca buruk dan lamanya penerbitan Surat Izin Penangkapan Ikan atau SIPI ikut memperparah situasi.
Baca juga: Sengkarut di Muara Angke, Titiek Soeharto dan Trenggono Turun Tangan
Titiek menerima penjelasan kapasitas Dermaga Kali Asin hanya mampu menampung sekitar 500 kapal. Kenyataannya, lebih dari 1.000 kapal berada di area tersebut.
Kondisi itu diperparah keberadaan kapal-kapal rusak yang dibiarkan bersandar. Titiek pun menggali informasi lebih lanjut.
“Tapi kebanyakan ya dari 500 kapasitas 300 mangkrak?” tanya Titiek.
“67 yang kapal-kapal (rusak),” jawab Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Lotharia Latif.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto (kiri) dan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Lotharia Latief saat meninjau kondisi Dermaga Kali Asin, Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (3/2/2026).
Saat ditanya lamanya kapal rusak bersandar, seorang petugas menyebut angka 10 tahun. Informasi tersebut langsung memancing reaksi keras dari Titiek.
“Kapal rusak di dalam sini 10 tahun,” jawab petugas.
“Yah 10 tahun kok kamu diemin saja gimana?” sentil Titiek.
Baca juga: KKP Berencana Tata Kapal Nelayan yang Dianggap Menumpuk di Muara Angke
Menurut Titiek, keberadaan kapal rusak selama bertahun-tahun ikut mempersempit ruang gerak kapal nelayan aktif. Arus keluar masuk dermaga menjadi semakin semrawut.
Menanggapi hal itu, Latif menjelaskan penarikan kapal rusak memerlukan koordinasi dengan pemilik kapal.
“Harus kita tarik harus koordinasi dengan pemiliknya,” ujar Latif.
Keluhan juga datang dari nelayan. Salah satu nahkoda kapal penangkap ikan, Wahid (41), mengaku membutuhkan waktu hingga delapan jam hanya untuk bisa merapat ke dermaga.
Wahid baru kembali dari melaut di perairan selatan Sumatera. Kondisi normal biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam.
“Ya sekitar ada 8 jam-an lah, Biasanya mah 1 jam sudah selesai,” ujar Wahid.
Kepadatan dermaga membuat kapal sulit masuk. Kapal yang sudah bersandar pun kesulitan keluar untuk kembali melaut.
“Kapalnya penuh, Pak. Buat area parkirnya itu susah,” kata Wahid.
Tag: #dermaga #muara #angke #sesak #titiek #heran #kapal #rusak #dibiarkan #sandar #tahun