Airlangga Ungkap Penyebab Inflasi Tahunan Januari 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta pada Selasa (3/2/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
12:28
3 Februari 2026

Airlangga Ungkap Penyebab Inflasi Tahunan Januari 2026

- Inflasi Januari 2026 tercatat 3,55 persen secara tahunan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai angka tersebut berkaitan erat dengan efek basis rendah pada awal tahun lalu.

Airlangga menjelaskan, kuartal pertama 2025 diwarnai stimulus besar berupa diskon tarif listrik 50 persen untuk sekitar 90 juta keluarga. Kebijakan itu menekan harga secara signifikan sehingga level inflasi pada periode tersebut menjadi rendah.

“Deflasinya ke kuartal pertama tahun lalu, jadi tahun ini kan 3,55 persen. Tahun lalu karena kita kasih diskon listrik 50 persen kepada 90 juta keluarga,” ujar Airlangga dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Inflasi Januari Naik ke 3,55 Persen, Pemerintah Nilai Bersifat Sementara

Kebijakan diskon listrik tersebut tidak kembali diterapkan pada awal 2026. Kondisi ini membuat perbandingan inflasi tahunan terlihat lebih tinggi.

“Tahun ini tidak ada diskon listrik, tidak,” menegaskan.

Airlangga menilai kenaikan inflasi tersebut masih terkendali. Tekanan harga dinilai belum mengganggu upaya menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Perhatian pemerintah saat ini tertuju pada penguatan aktivitas ekonomi kuartal pertama. Periode ini dinilai menentukan kinerja pertumbuhan sepanjang 2026.

“Nah targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” ujar Airlangga.

Berbagai stimulus ekonomi disiapkan untuk menjaga daya beli. Langkah itu juga diarahkan mendorong konsumsi dan investasi pada awal tahun di tengah tekanan global.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kondisi berbeda secara bulanan. Perekonomian Indonesia mencatat deflasi 0,15 persen secara bulanan pada Januari 2026.

Baca juga: Inflasi Januari Jadi Ujian Psikologis Pasar Keuangan Indonesia

Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas pangan seiring peningkatan pasokan. Kondisi ini menekan Indeks Harga Konsumen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut Indeks Harga Konsumen Januari 2026 berada di level 109,75. Angka tersebut turun dari posisi Desember 2025 di level 109,92.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar. Andil kelompok ini mencapai 0,30 persen.

“Pada Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen secara bulanan, yang utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Ateng dalam rilis BPS di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Inflasi tahunan tetap tercatat 3,55 persen meski deflasi terjadi secara bulanan. Ateng menjelaskan, angka inflasi tahunan tersebut dipengaruhi efek basis rendah.

Diskon tarif listrik pada Januari hingga Februari 2025 menekan basis perbandingan tahun sebelumnya. Dampak kebijakan tersebut masih terasa pada perhitungan inflasi tahunan awal 2026.

Tag:  #airlangga #ungkap #penyebab #inflasi #tahunan #januari #2026

KOMENTAR