Dari Suban, MedcoEnergi Dorong Efisiensi Migas Lewat Tekanan Emisi
Fasilitas Produksi Gas Suban, Blok Corridor.(DOK. MEDCOENERGI)
11:16
3 Februari 2026

Dari Suban, MedcoEnergi Dorong Efisiensi Migas Lewat Tekanan Emisi

– Upaya industri migas menekan emisi gas rumah kaca terus bergeser dari sekadar wacana menuju praktik di lapangan.

PT Medco Energi Internasional Tbk (IDX: MEDC) melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd., menerapkan sistem nitrogen gas blanketing pada tangki penyimpanan fasilitas migas di Suban, Blok Corridor, Sumatra Selatan.

Langkah ini diarahkan untuk menekan emisi, khususnya metana, yang selama ini menjadi perhatian dalam industri minyak dan gas.

Penerapan teknologi tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan efisiensi operasional, karena berfungsi menjaga kestabilan tekanan di dalam tangki sekaligus mengurangi potensi kebocoran gas ke atmosfer.

Dalam keterangan perusahaan, sistem nitrogen gas blanketing tersebut diperkirakan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sekitar 1.100 tCO?e per tahun. Sebagian besar penurunan emisi itu berasal dari metana, gas yang dikenal memiliki potensi pemanasan global lebih tinggi dibandingkan karbon dioksida dalam jangka pendek.

Baca juga: Produksi MedcoEnergi Naik, Target 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Inisiatif di Suban ini menjadi bagian dari langkah yang lebih luas dalam pengelolaan emisi di fasilitas migas MedcoEnergi.

Perusahaan menilai bahwa upaya pengurangan emisi dapat berjalan seiring dengan peningkatan keandalan operasi, tanpa harus mengorbankan aspek keselamatan dan keberlanjutan produksi.

“Komitmen kami tidak berhenti pada penurunan emisi, tetapi juga pada bagaimana emisi tersebut diukur, dikelola, dan dilaporkan secara kredibel,” ujar Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan, melalui keterangan pers, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: MedcoEnergi Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Pojok 2025

Tekanan Emisi Metana Jadi Perhatian Industri

Pengendalian emisi metana kini menjadi salah satu isu utama dalam industri energi global. Metana kerap dilepaskan dari proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi migas. Karena itu, berbagai perusahaan mulai mengadopsi teknologi yang memungkinkan pengurangan emisi langsung dari sumbernya.

Penerapan nitrogen gas blanketing di Blok Corridor disebut sebagai salah satu contoh pendekatan teknis yang relatif sederhana namun berdampak nyata. Dengan menggantikan ruang kosong di dalam tangki dengan nitrogen, risiko oksidasi dan pelepasan gas hidrokarbon ke udara dapat ditekan.

Bagi MedcoEnergi, penerapan sistem ini juga terkait dengan pendekatan efisiensi energi yang lebih luas. Perusahaan memandang bahwa perbaikan teknis di fasilitas eksisting masih memiliki ruang besar untuk menurunkan jejak emisi tanpa perlu ekspansi infrastruktur yang signifikan.

Baca juga: MedcoEnergi Jadi Emiten Indonesia Pertama di Pasar OTCQX AS

Ronald menambahkan bahwa pengurangan emisi metana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar atau penggunaan teknologi tertentu.

“Pengurangan emisi metana bukan sekadar soal kepatuhan atau teknologi, tetapi tentang bagaimana kami menjalankan operasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut dia, inisiatif di tingkat fasilitas dapat memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekaligus menjaga ketahanan energi.

Pendekatan ini juga dinilai relevan di tengah tuntutan global agar sektor energi tetap mampu memenuhi kebutuhan pasokan, namun dengan risiko lingkungan yang lebih terkendali.

Baca juga: MedcoEnergi Turunkan Emisi 1,5 Juta Ton, Pimpin Transisi Energi Asia Tenggara

Sejalan dengan Komitmen dan Target Jangka Panjang

Langkah di Suban tersebut juga ditempatkan dalam kerangka komitmen MedcoEnergi terhadap Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0. Inisiatif global ini mendorong perusahaan migas untuk meningkatkan transparansi, akurasi pengukuran, serta pelaporan emisi metana secara lebih terstandar.

Melalui partisipasi dalam OGMP 2.0, MedcoEnergi menyatakan berupaya menyelaraskan praktik operasionalnya dengan perusahaan energi global lain yang menekankan akuntabilitas data dan tata kelola emisi. Fokusnya tidak hanya pada penurunan angka emisi, tetapi juga pada kualitas data yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

Perusahaan juga menyebut telah melampaui target penurunan emisi tahun 2025 dan berada pada jalur yang sesuai untuk mencapai target interim 2030. Ke depan, MedcoEnergi berencana terus memperluas penerapan teknologi efisiensi energi dan rendah emisi di berbagai fasilitasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari aspirasi jangka panjang perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission Cakupan 1 dan 2 pada 2050 serta Cakupan 3 pada 2060. Dengan pendekatan bertahap melalui perbaikan operasional, MedcoEnergi menempatkan pengelolaan emisi sebagai bagian integral dari strategi bisnisnya di sektor migas.

Tag:  #dari #suban #medcoenergi #dorong #efisiensi #migas #lewat #tekanan #emisi

KOMENTAR