PLN IP Fokus Tekan Biaya dan Percepat Transisi Energi di 2026
- PLN Indonesia Power (PLN IP) menetapkan arah bisnis 2026 dengan fokus menekan biaya operasional dan percepatan transisi ke energi bersih.
Strategi ini tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN IP memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, sekaligus mendukung transformasi hijau di lingkungan PLN Group.
Ia menilai, tantangan industri energi ke depan menuntut sinergi yang kuat serta konsistensi dalam menjalankan strategi perusahaan.
Baca juga: PLN Berikan 3 Tips Aman dari Bahaya Listrik saat Cuaca Ekstrem
"Tahun 2025 telah kita lalui dengan capaian yang positif. Ke depan, tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PLN IP Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, tahun ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mendorong pemanfaatan energi bersih secara lebih agresif, seiring tuntutan keandalan sistem kelistrikan dan efisiensi bisnis yang semakin tinggi.
"PLN IP berkomitmen menjadikan tahun 2026 sebagai tahun akselerasi transisi energi," kata dia.
Dalam menghadapi tantangan bisnis tahun ini, PLN IP akan melanjutkan transformasi korporasi dengan sejumlah fokus utama, antara lain operational excellence berbasis digital, penguatan efisiensi biaya (cost leadership), percepatan transisi energi, pengembangan pembangkit, hingga penguatan portofolio bisnis di luar penjualan listrik atau beyond kWh.
"Kami tidak hanya menjaga keandalan pembangkit, tetapi juga mempercepat pengembangan energi bersih, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan serta negara," lanjutnya.
Arah strategis tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RUPS RKAP) 2026 Subholding dan Anak Perusahaan PT PLN (Persero).
Melalui agenda strategis tersebut, seluruh target operasional, finansial, hingga agenda transformasi hijau ditetapkan secara terukur dan selaras dengan kebijakan pemegang saham.
"Ini menjadi landasan kuat bagi perusahaan dalam mengeksekusi agenda transformasi dan penciptaan nilai berkelanjutan," kata dia.