Profil Mirza Adityaswara, Wakil Ketua OJK yang Ikut Mundur di Tengah Gejolak IHSG
– Mirza Adityaswara mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengunduran diri tersebut disampaikan secara resmi di tengah gejolak pasar keuangan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada 28–29 Januari lalu.
“Pengunduran diri tersebut telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/1026).
Keputusan tersebut akan diproses lebih lanjut sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana telah diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Baca juga: IHSG Anjlok, Ini 5 Pejabat BEI dan OJK yang Mengundurkan Diri Beruntun
Pengumuman pengunduran diri Mirza menyusul mundurnya tiga pejabat OJK lainnya, yakni Mahendra Siregar dari jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi dari jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK), serta I. B. Aditya Jayaantara dari jabatan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Dengan demikian, pada hari yang sama terdapat empat pejabat OJK yang mengundurkan diri. Selain itu, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga telah mengundurkan diri pada pagi hari.
Profil Mirza Adityaswara
Dikutip dari laman OJK, Mirza Adityaswara lahir di Surabaya pada 9 April 1965. Ia dikenal sebagai ekonom senior dan teknokrat dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di sektor jasa keuangan dan pemerintahan.
Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1992. Pendidikan pascasarjana ditempuhnya di Macquarie University, Sydney, Australia, dan memperoleh gelar Master of Applied Finance pada 1995.
Baca juga: Di Balik Aksi Mundur Serentak Bos BEI-OJK, Perbaikan IHSG Diharap Tak Bermuatan Politis
Karier profesionalnya dimulai sebagai Dealer di Bank Sumitomo Niaga pada 1989. Ia kemudian menjabat Head of Securities Trading & Research di Bahana Sekuritas pada 2002–2005.
Selanjutnya, Mirza menempati sejumlah posisi strategis di industri pasar modal dan perbankan.
Ia pernah menjadi Director, Head of Equity Research & Bank Analysis di Credit Suisse Securities Indonesia pada 2005–2008. Pada 2008–2010, ia menjabat Managing Director, Head of Capital Market Mandiri Sekuritas sekaligus Kepala Ekonom Bank Mandiri Group.
Kariernya berlanjut di sektor penjaminan simpanan. Pada 2010–2013, Mirza menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pada 2013, ia dipercaya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia hingga 2019 di bawah kepemimpinan Gubernur BI Agus Martowardojo. Sejak 2015 hingga 2019, ia juga merangkap sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-Officio dari Bank Indonesia.
Baca juga: Profil Inarno Djajadi, Pejabat OJK yang Mundur Usai IHSG Ambruk
Dalam peran tersebut, Mirza mengawasi implementasi sinergi kelembagaan antara BI dan OJK, khususnya dalam kebijakan makroprudensial yang berkorelasi dengan pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan.
Setelah menyelesaikan masa tugas di Bank Indonesia, ia menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Keuangan pada 2020–2022 dan Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) pada periode yang sama.
Tag: #profil #mirza #adityaswara #wakil #ketua #yang #ikut #mundur #tengah #gejolak #ihsg