Ekspor Durian Asia Tenggara 2025: Dominasi Thailand, Vietnam Melaju, RI Mulai Masuk
- Sepanjang 2025, durian kembali menjadi komoditas hortikultura bernilai tinggi di Asia Tenggara.
Perdagangan lintas negara di kawasan ini menunjukkan dinamika yang beragam, ada negara yang mencatat kenaikan volume ekspor, ada yang membukukan lonjakan nilai perdagangan, sementara sebagian lainnya justru menghadapi penurunan produksi.
Di tengah pergeseran itu, pasar China tetap menjadi tujuan utama ekspor durian Asia Tenggara, sekaligus penentu arah kebijakan produksi dan standar mutu di tingkat hulu.
Ilustrasi durian, buah durian.
Thailand: volume besar, nilai tertekan
Thailand masih menempati posisi utama sebagai eksportir durian di Asia Tenggara. Sepanjang 2025, negara ini melaporkan volume ekspor durian mencapai sekitar 982.000 ton.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, di sisi lain, nilai ekspor justru mengalami penurunan dan tercatat sekitar 125,9 miliar baht.
Sejumlah laporan media Thailand menyebutkan bahwa penurunan nilai ekspor ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga dan tekanan standar mutu dari negara tujuan, terutama China.
Beberapa kontainer durian Thailand sempat mengalami penolakan di pelabuhan tujuan akibat persoalan dokumen dan hasil uji residu kimia.
Direktur Jenderal Departemen Promosi Perdagangan Internasional (DITP) Thailand Sunanta Kangvalkulkij mengatakan bahwa perbaikan sistem logistik lintas batas menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga arus ekspor tetap lancar.
"Youyiguan adalah perlintasan perbatasan darat tersibuk untuk durian Thailand di China," ujar Kangvalkulkij.
Ilustrasi durian. Durian Parigi Moutong, primadona baru pasar ekspor Internasional
Youyiguan adalah Pos Lintas Batas Persahabatan (Friendship Pass) antara China dan Vietnam yang menjadi jalur utama durian Thailand masuk ke China.
Ia menjelaskan, peningkatan efisiensi pemeriksaan, digitalisasi dokumen, serta percepatan uji laboratorium di perbatasan membantu menjaga volume ekspor tetap tinggi meskipun tekanan harga masih terasa di tingkat petani dan eksportir.
Vietnam: lonjakan nilai ekspor hingga miliaran dolar AS
Berbeda dengan Thailand, Vietnam justru mencatat lonjakan signifikan dari sisi nilai ekspor. Sepanjang 2025, pendapatan ekspor durian Vietnam diperkirakan mendekati 4 miliar dollar AS.
Angka ini menempatkan durian sebagai salah satu komoditas hortikultura utama Vietnam.
Data yang dikutip media pemerintah Vietnam menyebutkan bahwa hingga akhir November 2025, Vietnam telah mengekspor sekitar 885.000 ton durian ke China dengan nilai lebih dari 3,2 miliar dollar AS.
Selain China, durian Vietnam juga diekspor ke Hong Kong, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain.
Namun, di balik pertumbuhan tersebut, pemerintah Vietnam mengakui masih adanya tantangan struktural. Produksi durian sebagian besar berasal dari kebun skala kecil dengan tingkat standardisasi yang belum merata.
Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Lingkungan Provinsi Dak Lak Dang Thi Thuy menyatakan bahwa kepatuhan terhadap standar teknis masih menjadi pekerjaan rumah besar.
“Area produksi masih terfragmentasi, dan kepatuhan terhadap persyaratan residu pestisida dan ketelusuran masih belum konsisten,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari VietnamPlus.
Pelaku usaha Vietnam juga mendorong diversifikasi produk.
Le Minh Tam, seorang eksportir durian, mengatakan bahwa ketergantungan pada durian segar membuat industri rentan terhadap perubahan kebijakan di negara tujuan. Menurut dia, pengembangan produk olahan dan durian beku menjadi salah satu strategi yang mulai dipertimbangkan serius pada 2025.
Bunga durian musang king sudah mekar di Tana Durian Klaten, nantinya akan tumbuh menjadi buah.
Malaysia: mengandalkan durian premium
Malaysia mengambil jalur berbeda dalam perdagangan durian. Negara ini lebih menekankan ekspor varietas premium, terutama Musang King, yang menyasar segmen pasar menengah atas di China.
Sepanjang 2025, Malaysia memperluas akses ekspor durian segar ke China, melengkapi ekspor durian beku dan produk olahan yang sudah lebih dulu masuk.
Data yang dikutip kantor berita Bernama menunjukkan bahwa secara kumulatif sejak 2018 hingga 2025, Malaysia telah mengekspor puluhan ribu ton durian dan produk turunannya ke China dengan nilai mencapai miliaran ringgit.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi menyebut durian sebagai bagian dari strategi ekonomi yang lebih luas.
“Diplomasi durian bukan sekadar diplomasi, ini adalah bisnis durian. Kita perlu bekerja sama dengan para pengusaha China untuk lebih mengembangkan perkebunan Musang King di Malaysia, dan kita juga harus bersama-sama memperkuat industri hilir,” kata Zahid, seperti dikutip dari Bernama.
Pernyataan tersebut mencerminkan fokus Malaysia pada penguatan rantai nilai, mulai dari budidaya hingga industri hilir, untuk mempertahankan posisi di segmen premium.
Filipina: ekspor turun akibat produksi melemah
Kondisi berbeda terjadi di Filipina. Sepanjang 2025, ekspor durian negara ini justru mengalami penurunan tajam.
Presiden Asosiasi Eksportir Durian Filipina (DEAP) Larry Miculob mengatakan bahwa ekspor durian Filipina ke China pada 2025 hanya sekitar 5 juta kilogram, jauh lebih rendah dibandingkan periode puncak beberapa tahun sebelumnya.
Ilustrasi durian, buah durian.
“Ini (2025) bukan tahun yang baik untuk kami, bukan karena pasar, tapi karena produksi,” tutur Miculob, dikutip dari MindaNews.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem dan penurunan produktivitas pohon durian menjadi faktor utama merosotnya pasokan ekspor.
Dalam kondisi tersebut, pangsa pasar Filipina di China tetap kecil, bahkan disebut masih di bawah 1 persen, tertinggal dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Indonesia: langkah awal ekspor lewat durian beku
Indonesia mulai menapaki pasar ekspor durian secara lebih konkret pada akhir 2025.
Badan Karantina (Barantin) melaporkan pelepasan ekspor perdana durian beku ke China sebanyak 48 ton pada 15 Desember 2025.
Kepala Barantin Sahat M Panggabean dalam rilis resminya menyebut bahwa pengiriman ini menjadi bagian dari upaya membuka akses pasar dan membangun kepercayaan buyer internasional terhadap durian Indonesia.
Ekspor durian beku dipilih sebagai tahap awal karena dinilai lebih mudah memenuhi persyaratan karantina dan standar keamanan pangan dibandingkan durian segar.
“Diterimanya durian beku Indonesia di Tiongkok membuktikan bahwa sistem karantina nasional telah diakui dan dipercaya mampu menjamin standar kesehatan dan mutu produk sesuai persyaratan internasional,” tutur Sahat.
Langkah ini sekaligus menandai masuknya Indonesia ke peta perdagangan durian Asia Tenggara, meskipun skalanya masih relatif kecil dibandingkan negara tetangga.
Pasar China dan pengetatan standar
Hampir seluruh laporan dari negara-negara Asia Tenggara menempatkan China sebagai pasar utama durian pada 2025.
Namun, ketergantungan tinggi terhadap satu pasar ini juga diiringi dengan pengetatan standar teknis.
Ilustrasi durian
Vietnam dan Thailand sama-sama melaporkan adanya pemeriksaan ketat terkait residu pestisida dan ketelusuran asal produk pada awal 2025.
Pengetatan tersebut sempat memperlambat arus ekspor, sebelum akhirnya kembali normal setelah eksportir menyesuaikan prosedur dan sertifikasi.
Di sisi lain, beberapa negara mulai melirik diversifikasi pasar, meskipun porsinya masih terbatas.
Durian beku dan produk olahan dilaporkan mulai masuk ke pasar Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan volume yang belum sebesar ekspor ke China.
Sepanjang 2025, dinamika ekspor durian Asia Tenggara memperlihatkan bagaimana komoditas ini tidak lagi sekadar hasil pertanian, tetapi telah menjadi bagian dari strategi perdagangan, diplomasi ekonomi, dan penguatan industri pangan di kawasan.
Tag: #ekspor #durian #asia #tenggara #2025 #dominasi #thailand #vietnam #melaju #mulai #masuk