Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 349 Juta Sepanjang 2025, Lampaui Sebelum Pandemi
KRL Commuter Line kini tampil sebagai moda transportasi andalan yang nyaman, modern, dan semakin diminati masyarakat urban Jabodetabek.(KOMPAS.com/Hotria Mariana)
20:44
12 Januari 2026

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 349 Juta Sepanjang 2025, Lampaui Sebelum Pandemi

- Jumlah pengguna KRL Jabodetabek terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Kenaikan volume pengguna dan intensitas perjalanan menegaskan posisi KRL sebagai sistem transportasi massal utama yang mendukung mobilitas harian masyarakat metropolitan.

“Pada 2025, layanan KRL urban Jabodetabek melayani 349,3 juta pengguna, melampaui capaian sebelum pandemi,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan data KAI, pada 2016, jumlah pengguna tercatat 280,5 juta orang dan meningkat menjadi 315,8 juta pengguna pada 2017.

Tren pertumbuhan berlanjut pada 2018 dengan 336,7 juta pengguna serta tetap terjaga pada 2019 dengan 336,2 juta pengguna.

Setelah periode pandemi, pemulihan berlangsung kuat dengan 217,9 juta pengguna pada 2022, meningkat menjadi 290,8 juta pengguna pada 2023, dan terus tumbuh pada 2024 dengan 328,1 juta pengguna.

Sejalan dengan pertumbuhan pengguna, frekuensi perjalanan harian juga menunjukkan peningkatan yang stabil.

Pada 2015 tercatat 881 perjalanan per hari, meningkat menjadi 926 perjalanan pada 2017 dan 978 perjalanan pada 2019. “

Sejak 2022, frekuensi berada di atas 1.000 perjalanan per hari, dengan 1.100 perjalanan pada 2023 dan tetap terjaga pada 2025 dengan 1.063 perjalanan per hari,” ungkap dia.

“Angka ini menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan KRL dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Jabodetabek,” lanjutnya.

Anne menyampaikan bahwa tren tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan penguatan layanan transportasi urban.

Anne menambahkan bahwa penguatan sarana akan memperkuat ketepatan waktu perjalanan, kenyamanan pelanggan, serta keandalan operasional secara berkelanjutan.

“Dengan volume perjalanan harian yang tinggi, penguatan sarana KRL menjadi bagian penting dalam memastikan layanan transportasi massal tetap siap mendukung aktivitas masyarakat dari hari ke hari,” lanjutnya.

Hal ini juga diperkuat oleh komitmen negara dalam mendukung penguatan layanan transportasi urban.

Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025 lalu, menyetujui pengadaan 30 rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus meningkatkan alokasi anggaran menjadi Rp 5 miliar.

“Dukungan tersebut menjadi landasan strategis dalam menjaga kesinambungan layanan transportasi publik di kawasan dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia,” tegas dia.

Tag:  #penumpang #jabodetabek #tembus #juta #sepanjang #2025 #lampaui #sebelum #pandemi

KOMENTAR