Prabowo: Kalau Bisa Kita Turunkan Lagi Harga Pupuk
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada beras yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).(Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
18:28
7 Januari 2026

Prabowo: Kalau Bisa Kita Turunkan Lagi Harga Pupuk

- Presiden Prabowo Subianto, menyinggung peluang untuk menurunkan lagi harga pupuk subsidi bagi para petani.

Pernyataan itu Prabowo sampaikan dalam acara pengumuman swasembada pangan tahun 2025 dan panen raya di Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Pada kesempatan itu, Prabowo menyatakan pemerintah akan menekan berbagai kebutuhan petani dan peternak.

“Pakan akan murah untuk seluruh peternak dan pertani. Kita akan turunkan harga pakan, kita akan sudah kita turunkan harga pupuk. Kalau bisa kita turunkan lagi harga pupuk, saudara-saudara,” kata Prabowo, Rabu.

Adapun pemerintah saat ini memberikan subsidi pupuk hingga 90 persen untuk petani.

Harga pupuk urea dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram; NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram; NPK kakao dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.640 per kilogram.

Lalu, ZA khusus tebu dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.360 per kilogram; dan pupuk organik dari Rp 800 menjadi Rp 640 per kilogram.

Prabowo mengungkapkan, sejak dulu ia memendam keinginan kwtika menjadi presiden maka salah satu prestasi yang ingin dicapai adalahbuat berbagai harga barang turun.

“Harga-harga turun, harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun, harga untuk rakyat-rakyat kita turun terjangkau di semua bidang,” ujar Prabowo.

Menurutnya, petani merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sangat berjasa dalam sejarah perjuangan menjaga kedaulatan.

Ketika memproklamasikan kemerdekaan, pemerintah Indonesia bwlum memiliki Kementerian Keuangan, Bea Cukai, dan lainnya.

Kebutuhan logistik pasukan militer yang mempertahankan kedaulatan negara ditopang oleh para petani.

“Yang mendukung perang kemerdekaan adalah rakyat Indonesia. Yang memberi makan kepada tentara pejuang-pejuang adalah para petani Indonesia,” tutur Prabowo.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan sambutan dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada beras di Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Ia kemudian menceritakan pengalamannya saat baru osrtama bsrgabung TNI Amgkatan Darat pada 1970.

Kala itu, ketika tentara berlatih di desa-desa di Jawa Tengah dan Jawa Barat masyarakat sellau keluar dari rumah.

Di tengah keterbatasan hidup, mereka tetap menyuguhkan kudapan dan minuman untuk lara prajurit.

“Rakyat keluar dari rumah, rumah-rumah yang sederhana, rumah-rumah gedek yang lantainya masih tanah, mereka keluar dari rumah mereka, memberi minuman teh, mereka memberi pisang, mereka memberi singkong kepada kami,” kata Prabowo.

Namun, puluhan tahun kemudian Prabowo melihat nasib petani yang tidak kunjung membaik.

Menurutnya, tidak ada pihak yang memperjuangkan nasib para petani.

Oleh karena itu, ia merasa berutang dan harus mensejahterakan para petani.

“Dan saya tidak habis pikir puluhan tahun para petani kita, para nelayan kita, kurang dihormati. Kurang dibela, kurang dilindungi,” tutur Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, subsidi harga pupuk sampai 90 persen tidak terlepas dari perbaikan regulasi yang didukung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Di siai lain, kata Amran, saat ini PT Pupuk Indonesia juga tengah melakukan revitalisasi, meremajakan pabriknya yang tekah berumur tua serta memperbaiki tata kelola subsidi dan bisnis.

Berkat reformasi itu, PT Pupuk Indonesia bisa memberikan subsidi 20 persen.

Perusahaan negara itu bahkan membangun 7 pabrik baru tanpa suntikan dana APBN.

“Bangun pabrik 7 tanpa membebani pemerintah, Bapak Presiden. Insyaallah lima kita resmikan dalam sebelum 2029,” ujar Amran.

Tag:  #prabowo #kalau #bisa #kita #turunkan #lagi #harga #pupuk

KOMENTAR