Harga Token Listrik 23-28 Februari 2026, Rp 20.000–Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?
Ilustrasi meteran listrik, harga token listrik. Harga token listrik PLN. Tarif listrik Februari 2026. Cara menghitung jumlah kWh token listrik.(Shutterstock/Kwangmoozaa)
08:12
23 Februari 2026

Harga Token Listrik 23-28 Februari 2026, Rp 20.000–Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?

Harga token listrik pada 23-28 Februari 2026 telah ditetapkan secara resmi. Informasi ini penting diketahui pelanggan prabayar PLN, dikarenakan mereka wajib membeli token agar aliran listrik di rumah tetap menyala.

Tak seperti pulsa telepon biasa yang dihitung berdasarkan nominal rupiah, token listrik akan dikonversi ke satuan energi listrik berupa kilowatt hour (kWh).

Jumlah kWh yang diperoleh dari nominal pembelian token listrik tidaklah sama bagi setiap pelanggan.

Baca juga: ATM Mandiri Pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000 di Jabodetabek, Ini Lokasinya

Besaran kWh yang diperoleh dipengaruhi sejumlah faktor seperti tarif dasar listrik sesuai daya terpasang hingga pajak penerangan jalan (PPJ) sebesar 3–10 persen sesuai daerah masing-masing.

Lantas, berapa harga token listrik pada 23-28 Februari 2026 dan bagaimana perhitungan jumlah kWh yang diperoleh?

Baca juga: Kalender Maret 2026 Lengkap: Tanggal Merah, Libur Lebaran 2026, dan Cuti Bersama

Harga token listrik 23-28 Februari 2026

Harga token listrik pekan ini, pada 23-28 Februari 2026, masih mengacu pada tarif listrik yang berlaku di Triwulan I-2026, di mana tidak ada perubahan harga termasuk bagi pelanggan nonsubsidi.

Seperti diketahui, tarif listrik nonsubsidi dilakukan penyesuaian setiap tiga bulan sekali dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti nilai tukar rupiah, inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), serta Harga Batubara Acuan (HBA).

Baca juga: ATM BNI Pecahan Rp 20.000 Terbaru 2026, Ini Daftar Lokasi Lengkapnya

Meskipun seharusnya ada penyesuaian, pemerintah memutuskan tarif listrik nonsubsidi tetap. Artinya, harga token listrik Februari 2026 masih sama seperti periode sebelumnya.

“Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, dalam keterangan resmi.

Lantas, berapa tarif listrik Februari 2026 untuk semua golongan daya?

Baca juga: BPNT Tahap 1 2026 Rp 600.000 Sudah Cair, Ini Cara Cek Penerima Lewat HP

Tarif listrik Februari 2026, tarif listrik per kWh 23-28 Februari 2026. Harga token listrik.pln.co.id Tarif listrik Februari 2026, tarif listrik per kWh 23-28 Februari 2026. Harga token listrik.

Tarif listrik Februari 2026

Mengacu pada laman resmi PLN, daftar tarif dasar listrik (TDL) per kWh untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi prabayar pada 23-28 Februari 2026 sebagai berikut:

  • 900 VA (R-1/TR): Rp 1.352 per kWh
  • 1.300 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
  • 2.200 VA (R-1/TR): Rp 1.444,70 per kWh
  • 3.500–5.500 VA (R-2/TR): Rp 1.699,53 per kWh
  • 6.600 VA ke atas (R-3/TR): Rp 1.699,53 per kWh

Dengan mengetahui tarif tersebut, pelanggan bisa memperkirakan berapa kWh yang akan diperoleh dari pembelian token listrik.

Pelanggan bisa menghitung kWh yang diperoleh dari setiap pembelian pulsa listrik dengan cara berikut ini.

Baca juga: Libur Lebaran 2026: Daftar Tanggal Merah, Cuti Bersama, dan Jadwal WFA

Cara menghitung jumlah kWh token listrik

Rumus menghitung jumlah kWh yang didapat pelanggan prabayar dari pembelian token listrik yaitu: (Harga token – PPJ) ÷ tarif dasar listrik.

Berikut simulasi perhitungan pelanggan rumah tangga nonsubsidi di Jakarta dengan daya 1.300 VA membeli token Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000.

- Rp 20.000

  • Nominal token yang dibeli: Rp 20.000
  • PPJ 3%: Rp 600 (3% × Rp 20.000)
  • Sisa setelah dipotong PPJ: Rp 19.400
  • Tarif dasar listrik: Rp 1.444,70 per kWh

Jumlah kWh yang diperoleh pelanggan: Rp 19.400 ÷ Rp 1.444,70 = 13,43 kWh.

Baca juga: Cara Cek Tagihan Listrik Pascabayar Online di PLN Mobile, Praktis dan Cepat

- Rp 50.000

  • Nominal token yang dibeli: Rp 50.000
  • PPJ 3%: Rp 1.500 (3% x Rp 50.000)
  • Sisa setelah dipotong PPJ: Rp 48.500
  • Tarif dasar listrik: Rp 1.444,70 per kWh

Jumlah kWh yang diperoleh pelanggan: (Rp 50.000 – Rp 1.500) ÷ Rp 1.444,70 = 33,57 kWh.

Baca juga: Mau Pasang Listrik Baru? Cek Tarif Pasang Baru PLN Februari 2026

- Rp 100.000

  • Nominal token yang dibeli: Rp 100.000
  • PPJ 3%: Rp 3.000
  • Sisa setelah dipotong PPJ: Rp 97.000
  • Tarif dasar listrik: Rp 1.444,70 per kWh

Jumlah kWh yang diperoleh pelanggan: (Rp 100.000 – Rp 3.000) ÷ Rp 1.444,70 = 67,14 kWh.

Itulah harga token listrik 23-28 Februari 2026, lengkap dengan simulasi perhitungan jumlah kWh yang didapat. Semoga informasinya bermanfaat!

Baca juga: Cara Mengecek Desil Berapa Lewat HP, Cek Peluang Dapat Bansos 2026

Tag:  #harga #token #listrik #februari #2026 #20000rp #100000 #dapat #berapa

KOMENTAR