Persiapan Mudik Lebaran, DJKA Siagakan Personel dan Alat Berat di Daerah Rawan Bencana
- Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyiagakan personel dan alat berat di sejumlah titik rawan bencana jelang mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan kereta api selama arus mudik dan balik Idul Fitri 2026.
“Khusus di Semarang dan sekitarnya, kami akan melakukan pemantauan di titik-titik yang sering terjadi bencana banjir, tanah labil, longsor, dan titik-titik rawan di sepanjang jalur guna mengantisipasi banjir seperti yang terjadi pada awal tahun ini,” kata Allan dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).
Baca juga: Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka 25 Februari, Ini Link, Cara Daftar, dan Rutenya
DJKA melakukan sejumlah penguatan prasarana. Upaya itu meliputi pancang rel, pemasangan cross drain, perkuatan sheet pile baja, normalisasi sungai, serta pengangkatan elevasi jembatan dan rel. Area tersebut dipantau 24 jam melalui kamera pengawas atau closed circuit television dan sensor.
Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi perhatian khusus. DJKA menempatkan Alat Material untuk Siaga atau AMUS di 62 titik rawan.
AMUS disiapkan untuk penanganan darurat saat terjadi bencana. Penempatan itu mengacu pada pemetaan Daerah Pemantauan Khusus atau Dapsus yang tersebar di seluruh wilayah kerja DJKA.
Pemantauan Dapsus dilakukan bersama operator dan pemerintah daerah untuk menekan gangguan perjalanan kereta api akibat bencana.
Selain pengamanan jalur, DJKA juga melakukan ramp check atau inspeksi kelaikan sarana. Hingga kini, 3.571 sarana perkeretaapian telah diperiksa dari total 4.181 unit yang akan dioperasikan saat Angkutan Lebaran 2026.
Baca juga: 6 Tol Fungsional Gratis saat Mudik Lebaran 2026, Ini Daftarnya
Rinciannya terdiri dari 326 lokomotif, 2.119 kereta yang ditarik lokomotif, 103 kereta rel diesel atau KRD, serta 1.633 kereta rel listrik atau KRL.
“Terdapat sekitar 4.181 sarana yang perlu dilakukan ramp check untuk lebaran ini, terdiri dari 326 unit lokomotif, 2.119 unit kereta ditarik lokomotif, 103 unit KRD dan 1.633 unit KRL, dan saat ini kami masih terus menghimpun data dari teman-teman balai yang melakukan ramp check di lapangan,” ujar Allan.
Ramp check dimulai sejak 2 Februari 2026 di seluruh Balai Teknik Perkeretaapian. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan armada dalam kondisi laik operasi.
DJKA juga memeriksa Standar Pelayanan Minimum atau SPM di stasiun, melakukan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana, serta menyiapkan Posko Harian Bidang Perkeretaapian selama masa Angkutan Lebaran.
Untuk Angkutan Lebaran 2026, kapasitas kereta api antarkota mencapai 3,58 juta kursi. Sebanyak 384 perjalanan kereta api antarkota akan beroperasi setiap hari.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026.
“Kami terus upayakan agar persiapan menyambut hajat akbar ini dapat berlangsung optimal sehingga perjalanan mudik masyarakat nantinya dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat,” tegas Allan.
Tag: #persiapan #mudik #lebaran #djka #siagakan #personel #alat #berat #daerah #rawan #bencana