Inflasi 2025 Stabil, Mentan Amran Singgung Intervensi di Bidang Pangan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (jaket hitam) bersama jajarannya dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
09:44
6 Januari 2026

Inflasi 2025 Stabil, Mentan Amran Singgung Intervensi di Bidang Pangan

- Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menyebut pemerintah telah melakukan berbagai intervensi guna mengendalikan harga pangan.

Pernyataan itu Amran sampaikan saat merespons laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut, tingkat inflasi tahunan (year on year) pada Desember 2025 2,92 persen atau masih di dalam sasaran nasional 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Amran mengatakan, sepanjang 2025 pemerintah melaksanakan program Gerakan Pangan Murah, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, hingga bantuan pangan.

“Untuk memastikan masyarakat tetap tenang dan daya beli terjaga,” ucap Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).

Amran menuturkan, Bapanas program Gerakan Pangan Murah atau GPM misalnya, konsisten dilakukan sepanjang 2025 bersama pemerintah daerah.

Program itu dihadirkan untuk membantu pemda mengendalikan inflasi.

Menurutnya, hingga Desember 2025, pemerintah telah menghadirkan GPM di 11.968 titik yang tersebar di 480 kabupaten/kota di 38 provinsi.

Program GPM membuat realisasi anggaran tinggi dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 85,2 persen dan kategori baik.

Untuk melancarkan arus pasokan pangan antarwilayah, Bapanas memaksimalkan profram Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Sepanjang 2025, Bapanas mencatat FDP merealisasikan distribusi 1.064 ton untuk 9 komoditas strategis dan capaian 118,3 persen dari target yang ditetapkan.

Penyaluran itu didominasi beras, kedelai, gula, dan minyak goreng, terutama untuk daerah dengan pasokan yang terbatas.

Selain itu, pemerintah juga melakukan intervensi dengan mengembangkan Kios Pangan yang menjadi alternatif distribusi pangan pokok.

Bapanas mencatat, hingga penghujung 2025, pemerintah telah mengembangkan 1.737 Kios Pangan di 34 provinsi. Kios itu tersebar paling banyak di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Di luar itu, Bapanas bekerja sama dengan Perum Bulog dalam menyalurkan SPHP beras.

Program ini menjadi salah satu cara pemerintah menjaga harga beras tetap stabil di tingkat konsumen.

Per 31 Desember 2025, SPHP beras yang telah disalurkan mencapai 802,9 ribu ton.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan untuk jaring perlindungan sosial sebanyak 365,49 ribu ton pada Juni-Juli 2025.

Kemudian, Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng pada Oktober-November 2025.

Seluruh bantuan itu diterima 17,37 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Inflasi yang tetap terkendali hingga akhir tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama. 

Tag:  #inflasi #2025 #stabil #mentan #amran #singgung #intervensi #bidang #pangan

KOMENTAR