Sawit Masih Tulang Punggung Ekonomi RI, Guru Besar IPB: Tata Kelola Berkelanjutan Jadi Kunci
Ilustrasi sawit. (SHUTTERSTOCK/KYTan)
05:16
12 Desember 2025

Sawit Masih Tulang Punggung Ekonomi RI, Guru Besar IPB: Tata Kelola Berkelanjutan Jadi Kunci

– Industri kelapa sawit terus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, namun pemerintah diminta menata tata kelolanya secara berkelanjutan untuk meminimalkan risiko negatif.

Guru Besar Kebijakan Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) Bayu Krisnamurthi menekankan, upaya pengelolaan sawit harus dimulai sejak proses pembukaan hutan.

“Faktor kunci dalam pembukaan hutan menjadi kebun sawit adalah bagaimana prosesnya dan setelah itu bagaimana cara mengelolanya sehingga manfaatnya dapat dioptimalkan, risiko yang menyertainya dapat diminimalkan,” kata Bayu dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Bayu menjelaskan, saat ini perkebunan sawit mencapai lebih dari 16 juta hektar dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 20 juta masyarakat. Industri ini menghasilkan 50 juta ton crude palm oil (CPO) per tahun, menjadikan Indonesia eksportir sawit terbesar dunia.

Selain berkontribusi pada ekonomi nasional, subsektor sawit juga dinilai berperan menurunkan angka kemiskinan. Pendapatan petani dikatakan meningkat tiga sampai lima kali lipat setelah beralih ke perkebunan sawit dibanding sebelumnya.

“Kebun sawit punya kelebihan dalam memberi pendapatan bagi perkebunan, mengentaskan kemiskinan, menyediakan produk yang dibutuhkan masyarakat, dan mengembangkan daerah,” ujar Bayu.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan, pada 2024 produksi CPO dan kernel oil mencapai 52.762 ton, turun 3,8 persen dibanding 2023 sebesar 54.844 ton.

Konsumsi CPO dan kernel oil pada Desember 2024 meningkat 2.030 ton dibanding November. Nilai ekspor sektor ini tercatat Rp 440 triliun, turun 8,44 persen dari Rp 463 triliun pada 2023.

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyatakan, Indonesia berkomitmen mengelola industri berbasis sumber daya alam sesuai Sustainable Development Goals.

“Kita akan terus menyeimbangkan pertumbuhan dengan tanggung jawab pengelolaan lingkungan, memastikan bahwa kemajuan kita tidak mengorbankan alam maupun generasi berikutnya,” kata Rachmat Pambudy pada Acara 21st Indonesian Palm Oil Conference and 2026 Price Outlook (IPOC) 2025 di Bali, Kamis (13/11/2025).

Tag:  #sawit #masih #tulang #punggung #ekonomi #guru #besar #tata #kelola #berkelanjutan #jadi #kunci

KOMENTAR