Jalur Trekking Cisadon Dibangun Loket Baru, Pengunjung Terancam Bayar Dua Kali
Pembangunan pintu karcis atau loket baru mulai dilakukan di jalur wisata trekking Cisadon, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dengan adanya pembangunan tersebut, pengunjung yang hendak menuju kawasan Cisadon berpotensi harus membayar dua kali saat masuk ke lokasi.
Berdasarkan pantauan Travel Kompas.com di lapangan, bangunan berupa gapura itu tampak berdiri dan diduga akan difungsikan sebagai pintu karcis menuju Kampung Cisadon. Pembangunan tersebut disebut telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga: 10 Stasiun Kereta Favorit Saat Libur Lebaran 2026, Ada di Daerahmu?
Selama ini, pengunjung yang menuju kawasan wisata di wilayah Babakan Madang telah dikenakan retribusi di jalur bawah, khususnya di jalur Prabowo, sebesar Rp 5.000 per orang, ditambah biaya parkir.
Dengan adanya rencana loket baru di Cisadon, pengunjung diperkirakan kembali dikenakan tarif masuk sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per orang.
Ketua RT Kampung Cisadon, Ujang Usman (53) mengatakan, warga sejak awal menyampaikan keberatan atas rencana pembangunan pintu karcis tersebut. Menurut dia, wilayah Cisadon merupakan kampung permukiman, bukan destinasi wisata resmi.
“Ini kan kampung, bukan tempat wisata. Masa orang mau silaturahmi, mau trekking olahraga harus bayar. Saya juga khawatir nanti kalau ada karcis, kampung jadi sepi,” ujar Ujang saat ditemui Kompas.com.
Baca juga: 5 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia: Panorama Alam dari Balik Jendela
Ujang menyebut, rencana pembangunan loket tersebut diduga melibatkan pihak Perum Perhutani dan sejumlah oknum. Namun, ia menilai, hingga kini belum ada sosialisasi resmi kepada warga maupun pihak desa terkait kebijakan tersebut. Alasan pembangunan disebut untuk perbaikan jalan, pembangunan musala, dan keselamatan pengunjung.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Ifah. Ia menilai, jika sistem karcis ganda diterapkan, pengunjung akan enggan datang dan berdampak pada perekonomian warga, terutama ke warungnya.
“Di bawah sudah bayar, kalau di atas bayar lagi, nanti dobel. Warung-warung bisa sepi lagi kayak dulu,” kata perempuan yang telah lama membuka warung di jalur trekking Cisadon tersebut.
Sementara itu, warga lainnya, Gani (62), menuturkan, masyarakat Cisadon secara kompak menolak rencana tersebut karena khawatir mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Menurut dia, sebagian besar pengunjung hanya melintas atau singgah sebentar di kampung tersebut.
“Ini kan kampung, bukan tempat wisata. Kalau datang ke sini nanti harus bayar, itu yang bikin keberatan, jadi warga pada nolak,” ujar pria yang telah 30 tahun tinggal di Kampung Cisadon.
Warga berharap, pemerintah daerah dan pihak terkait turun tangan untuk meninjau ulang rencana tersebut agar tidak merugikan masyarakat.
Tag: #jalur #trekking #cisadon #dibangun #loket #baru #pengunjung #terancam #bayar #kali