Greenland Jadi Sorotan Dunia Setelah Diincar Trump, Ada Apa Sih di Sana?
Greenland yang merupakan bagian dari negara Denmark, sekarang mungkin sedang berada dalam gelapnya musim dingin, tetapi perhatian dunia justru tertuju padanya.
Pulau terbesar di dunia yang dihuni sekitar 56.000 penduduk Inuit ini kembali mencuri sorotan setelah komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal pentingnya wilayah Arktik tersebut bagi strategi keamanan AS.
Namun jauh sebelum hiruk-pikuk geopolitik kembali mengemuka, Greenland sebenarnya sudah mencuri hati para pelancong.
Mereka yang datang menemukan sebuah dunia yang jauh dari keramaian, negeri liar nan murni, kaya budaya, dengan lanskap es yang tak tertandingi.
Negeri es yang memukau, tapi sulit dijangkau
Sekitar 80 persen Greenland tertutup lapisan es setebal beberapa mil, membuat masyarakat Inuit tinggal di wilayah pesisir dalam permukiman berwarna-warni.
Musim dingin yang ekstrem membuat mereka berburu anjing laut di bawah aurora borealis sambil bergantung juga pada toko-toko komunitas.
Selama bertahun-tahun, kendala terbesar wisatawan adalah bagaimana cara mencapai Greenland. Rute penerbangan yang rumit dan memerlukan transit panjang membuat perjalanan terasa melelahkan.
Perlahan itu berubah.
- Akhir 2024: Ibu kota Nuuk akhirnya membuka bandara internasional barunya.
- Juni 2025: United Airlines membuka penerbangan langsung dua kali seminggu dari Newark ke Nuuk.
- Tahun 2026 menghadirkan lebih banyak akses dengan dua bandara internasional baru di Qaqortoq (April) dan Ilulissat (Oktober), pusat pariwisata utama Greenland.
Hasilnya, Greenland menyambut 141.000 pengunjung pada 2024, didorong oleh lonjakan wisata kapal pesiar.
Ilulissat: Kota pelabuhan cantik dengan icefjord ajaib
Di pantai barat Greenland berdiri Ilulissat, kota nelayan halibut dan udang yang memesona. Di bar-pub kecil, pengunjung bisa menyesap bir kerajinan yang didinginkan oleh es gletser berusia 100.000 tahun.
Daya tarik utama Ilulissat adalah UNESCO Icefjord, tempat gunung-gunung es seukuran gedung pencakar langit Manhattan pecah dari lapisan es Greenland dan mengalir ke Disko Bay seperti kapal hantu raksasa.
Pengalaman yang tak terlupakan di Greenland
Berkunjung ke Greenland, wisatawan bisa merasakan pengalaman tidak terlupakan seperti ini:
- Naik perahu kecil melewati hamparan gunung es raksasa
- Menyaksikan paus bungkuk, paus sirip, dan paus minke bermigrasi dari Juni hingga September
- Mencicipi kuliner khas seperti mattak (kulit dan lemak paus)
Masyarakat Inuit masih memiliki kuota perburuan tradisional untuk narwhal, beruang kutub, musk-ox, dan karibu. Beberapa hasil buruan itu hadir di menu lokal.
Surga untuk pencinta kapal pesiar
Ilulissat menjadi titik utama wisata kapal pesiar yang kini semakin populer. Jalur-jalur pelayaran biasanya berangkat dari Amerika Utara atau Islandia.
- Virgin Voyages akan menyinggahi Greenland dalam rute Islandia–New York tahun 2026
- Celebrity Cruises sudah beroperasi di perairannya sejak pandemi
- Eyos Expeditions menyiapkan pelayaran khusus untuk melihat Gerhana Matahari Total 2026
Kapal pesiar melintasi komunitas pesisir berwarna-warni, Pulau Qeqertarsuaq dengan gunung datar berselimut gletser, hingga perairan biru Eternity Fjord yang dramatis.
Jelajah pesisir dengan Sarfaq Ittuk: Cara lokal menikmati Greenland
Cara yang lebih otentik menikmati Greenland adalah naik ferry Sarfaq Ittuk, kapal legendaris yang menghubungkan kota-kota pesisir.
Pengalaman ini terasa lebih “lokal” dibanding kapal pesiar modern, dan memungkinkan wisatawan bertemu warga Inuit yang bepergian antar kota.
Meski biaya hidup di Greenland tinggi — selada bisa mencapai harga USD 10 — perjalanan dengan ferry ini jauh lebih terjangkau.
Timur Greenland: Liar, sunyi, dan hampir tak terjamah
Jika ingin merasakan sisi paling liar dan terpencil dari Greenland, pergilah ke pantai timur. Di sinilah alam tampil paling dramatis:
- Tidak ada jalan raya
- Populasi hanya sekitar 3.500 orang
- Garis pantai sepanjang jarak New York ke Denver
Ekspedisi kecil menjelajah Scoresby Sound (sistem fjord terbesar di dunia) dan Taman Nasional Greenland Timur Laut, rumah bagi:
- Beruang kutub di musim panas
- Musk-ox
- Walrus
- Rubah Arktik
- Kawanan angsa migran
Ittoqqortoormiit: Desa nyaris terisolasi
Desa berpenduduk 345 jiwa ini terkurung es sembilan bulan dalam setahun. Kapal hanya bisa mencapai desa ini pada musim panas antara Juni–Agustus.
Kota terkecil di dunia - Kota Ittoqqortoormiit di Greenland.
Mette Barselajsen, pemilik satu-satunya guesthouse di desa tersebut, bercerita bagaimana masyarakat masih mempertahankan cara hidup tradisional:
“Orang tua saya berburu hampir semua makanan mereka. Mereka suka memfermentasi dan mengawetkan daging dengan dikubur dalam tanah. Satu musk-ox saja bisa menghasilkan 440 pound daging.”
Musim dingin yang ekstrem degan keindahan aurora
Di musim dingin, masyarakat lebih banyak menggunakan snowmobile, namun anjing-anjing penarik kereta salju tetap dipertahankan.
Wisatawan bisa mencoba dog-sledding, baik perjalanan singkat maupun ekspedisi beberapa hari, termasuk belajar membuat igloo.
Namun bintang sebenarnya dari musim dingin Greenland adalah:
Proses terbentuknya aurora borealis.
Aurora borealis
Dengan minim polusi cahaya, langit Greenland menjadi kanvas gelap sempurna bagi tarian cahaya utara. Wisata melihat aurora menjadi daya tarik yang terus berkembang.
Para petualang juga datang untuk:
- Ekspedisi ski jarak jauh
- Heliskiing di atas icecap
Mendaki Arctic Circle Trail sepanjang 160 km, lengkap dengan protokol membawa senjata untuk tembakan peringatan jika bertemu beruang kutub
Tag: #greenland #jadi #sorotan #dunia #setelah #diincar #trump #sana