5 Desa Wisata Religi dengan Tradisi Ziarah Syawal untuk Libur Lebaran
Ilustrasi Masjid Sultan Suriansyah yang ada di Desa Wisata Kuin Utara di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.(Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
12:07
26 Februari 2026

5 Desa Wisata Religi dengan Tradisi Ziarah Syawal untuk Libur Lebaran

 Libur Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk bersilaturahmi sekaligus melakukan perjalanan bernuansa spiritual.

Selain mengunjungi keluarga, banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berziarah atau mengikuti tradisi keagamaan yang hanya digelar pada waktu tertentu.

Baca juga: Mencicipi Ayam Kanton Panggang, Perpaduan Kulit Renyah dan Daging yang Lembut

Berikut lima desa wisata religi yang bisa menjadi ide destinasi saat libur Lebaran.

1. Desa Wisata Religi Astana, Kabupaten Cirebon

Pintu gerbang makam Sunan Gunung Jati.Silvita Agmasari Pintu gerbang makam Sunan Gunung Jati.

Desa Astana terletak di Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Desa ini dikenal sebagai lokasi Makam Sunan Gunung Jati, salah satu anggota Walisongo yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Sunan Gunung Jati merupakan tokoh sentral dalam sejarah Islam di Cirebon dan sekitarnya.

Kompleks pemakamannya kerap dipadati peziarah, terutama saat Ramadan dan Syawal.

Selain berziarah, wisatawan juga bisa menyaksikan tradisi Grebeg Syawal Makam Sunan Gunung Jati yang biasanya digelar setelah Idul Fitri.

Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri karena sarat nilai budaya dan spiritual.

Desa Astana cocok dikunjungi saat libur Lebaran karena momen Syawal identik dengan ziarah dan doa bersama.

Selain itu, atmosfer religius yang kuat menjadikan desa ini sebagai pusat wisata religi di wilayah Cirebon.

Baca juga: Imbas Kerusuhan di Meksiko, Turis Terjebak Tak Bisa Pulang

2. Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung

Desa Wisata Alamendah di Kecamatan Rancabali, Bandung, Jawa Barat.Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Alamendah di Kecamatan Rancabali, Bandung, Jawa Barat.

Desa Wisata Alamendah berada di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Lokasinya relatif mudah dijangkau dari Jakarta maupun pusat Kota Bandung.

Desa ini menawarkan konsep wisata religi yang dipadukan dengan keindahan alam pegunungan.

Kegiatan yang bisa diikuti antara lain mengajar mengaji, berdzikir bersama, hingga mengikuti kajian keagamaan.

Suasananya yang sejuk dan asri membuat aktivitas spiritual terasa lebih khusyuk.

Tak hanya itu, Desa Alamendah juga dikenal dengan aktivitas wisata alam seperti mengamati burung dan memetik stroberi langsung dari kebun.

Kombinasi religi dan ekowisata ini menjadi daya tarik tersendiri.

Tempat ini cocok untuk libur Lebaran karena menawarkan refleksi spiritual sekaligus relaksasi alam.

Bagi keluarga yang ingin suasana lebih tenang setelah Ramadan, Alamendah bisa menjadi pilihan.

Baca juga: Mudik Gratis BTN 2026 Dibuka Hari Ini, Catat Syarat dan Rutenya

3. Desa Wisata Nyatnyono, Kabupaten Semarang

Makam dan Sendang Nyatnyono menjadi tujuan peziarahKOMPAS.com/Dian Ade Permana Makam dan Sendang Nyatnyono menjadi tujuan peziarah

Desa Wisata Nyatnyono berada di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Desa ini terkenal dengan kompleks makam Syekh Hasan Munadi dan Syekh Hasan Dipuro, tokoh penyiar Islam pada masa Kesultanan Demak.

Letaknya yang berada di kawasan perbukitan memberikan suasana sejuk dan damai bagi para peziarah.

Kompleks makam ini menjadi tujuan utama wisata religi, khususnya saat momen hari besar Islam.

Libur Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung karena banyak keluarga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk ziarah dan mengenalkan sejarah Islam kepada generasi muda.

Perpaduan sejarah dan panorama alam menjadi nilai tambah Desa Nyatnyono.

Baca juga: Rute KRL Jakarta akan Diperpanjang sampai Cikampek dan Sukabumi pada 2026

4. Desa Wisata Kuin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Desa Wisata Kuin Utara menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi saat wisata religi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Desa ini masuk dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Berlokasi sekitar 36,8 kilometer dari Bandara Internasional Syamsuddin Noor, kawasan ini menjadi tempat berdirinya Masjid Sultan Suriansyah sekaligus makam Sultan Suriansyah, raja muslim pertama di Kerajaan Banjar.

Masjid yang berada di tepi Sungai Kuin tersebut termasuk salah satu yang tertua di Kalimantan karena dibangun sekitar tahun 1526–1550.

Keberadaannya menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di Kalimantan pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah.

Baca juga: Mulai 1 Maret 2026, Bagasi Citilink Rute Domestik Jadi 10 Kilogram

5. Desa Kadilangu, Kabupaten Demak

Peziarah di Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Peziarah di Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Demak.

Desa Kadilangu terletak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Desa ini menjadi lokasi makam Sunan Kalijaga, salah satu wali yang paling populer dan berpengaruh dalam penyebaran Islam di Jawa.

Lokasinya juga tidak jauh dari Masjid Agung Demak, salah satu masjid bersejarah yang menjadi simbol perkembangan Islam di Tanah Jawa.

Ribuan peziarah biasanya memadati kawasan ini saat Ramadan hingga Lebaran.

Ziarah ke makam Sunan Kalijaga menjadi tradisi tahunan bagi banyak keluarga.

Desa Kadilangu cocok dikunjungi saat libur Lebaran karena tradisi ziarah Syawal masih kuat dijalankan masyarakat.

Selain itu, wisatawan dapat sekaligus mempelajari sejarah Islam di Jawa melalui kunjungan ke Masjid Agung Demak.

Kelima desa wisata tersebut menawarkan pengalaman berbeda untuk mengisi libur Lebaran.

Tak hanya menjadi tempat berziarah, destinasi ini juga menghadirkan nilai sejarah, budaya, serta suasana yang mendukung refleksi spiritual di momen Syawal.

Tag:  #desa #wisata #religi #dengan #tradisi #ziarah #syawal #untuk #libur #lebaran

KOMENTAR