seseorang yang mendengarkan lagu dalam perjalanan darat./Freepik/freepik
8 Lagu yang Selalu Diputar dalam Perjalanan Darat Generasi Tua dan Secara Instan Membangkitkan Kenangan Keluarga
Perjalanan darat selalu punya cara unik untuk menyatukan keluarga—entah itu mudik Lebaran, liburan sekolah, atau sekadar pulang kampung. Di dalam mobil, ketika jalanan panjang membentang dan radio atau kaset mulai diputar, ada lagu-lagu tertentu yang hampir selalu hadir. Bagi generasi yang tumbuh di era 70-an hingga 90-an, lagu-lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi kapsul waktu yang langsung membangkitkan kenangan hangat bersama orang tua, saudara, dan tawa di bangku belakang mobil.
Dilansir dari Silicon Canals pada Senin (23/2), terdapat 8 lagu yang hampir selalu diputar dalam perjalanan darat generasi tua dan secara instan membangkitkan kenangan keluarga.
1. “Kemesraan” – Iwan Fals & Franky Sahilatua
Lagu ini seperti lagu wajib dalam banyak perjalanan keluarga Indonesia. Dengan lirik sederhana namun penuh makna tentang persahabatan dan kebersamaan, “Kemesraan” sering dinyanyikan bersama-sama, terutama saat perjalanan mulai terasa panjang dan semua orang butuh penyemangat.
Di dalam mobil, biasanya ayah atau paman akan mulai bersenandung pelan, lalu seluruh keluarga ikut menyanyi. Lagu ini bukan hanya tentang teman, tapi juga tentang kebersamaan keluarga yang terasa hangat dan tak tergantikan.
2. “Country Roads (Take Me Home)” – John Denver
Meski lagu Barat, “Country Roads” sangat populer di Indonesia. Liriknya tentang pulang ke kampung halaman sangat cocok dengan suasana mudik atau perjalanan jauh melewati sawah dan pegunungan.
Banyak keluarga generasi 80–90-an mengenal lagu ini dari radio atau kaset kompilasi. Begitu intro gitar terdengar, rasanya seperti ada dorongan untuk ikut bernyanyi keras-keras sambil melihat pemandangan di luar jendela.
3. “Bengawan Solo” – Gesang
Lagu legendaris ini sering diputar oleh generasi yang lebih tua, terutama kakek dan nenek. “Bengawan Solo” menghadirkan nuansa klasik dan nostalgia Indonesia tempo dulu.
Dalam perjalanan darat, terutama saat melintasi Jawa Tengah atau Jawa Timur, lagu ini terasa semakin relevan. Ia bukan sekadar lagu, tetapi potongan sejarah dan identitas yang diwariskan lintas generasi.
4. “I Will Survive” – Gloria Gaynor
Siapa sangka lagu disco ini juga sering menjadi soundtrack perjalanan keluarga? Irama yang enerjik membuat suasana mobil menjadi lebih hidup, terutama ketika perjalanan terasa melelahkan.
Anak-anak mungkin belum paham makna liriknya, tapi mereka ikut bergoyang di kursi belakang. Lagu ini menjadi simbol semangat dan energi dalam perjalanan panjang yang penuh cerita.
5. “Titip Rindu Buat Ayah” – Ebiet G. Ade
Lagu ini sering membuat suasana mobil mendadak hening dan emosional. Banyak orang tua generasi lama sangat menyukai karya-karya Ebiet G. Ade yang puitis dan menyentuh.
Dalam perjalanan jauh, terutama menuju kampung halaman, lagu ini terasa begitu dalam. Ada rasa rindu, pengorbanan, dan cinta keluarga yang tergambar jelas dalam setiap baitnya.
6. “My Heart Will Go On” – Celine Dion (OST Titanic)
Di akhir 90-an, hampir tidak ada mobil yang tidak memutar lagu ini. Setelah film Titanic meledak di bioskop, lagu ini menjadi fenomena global.
Bagi banyak keluarga, lagu ini mengingatkan pada masa ketika CD mulai menggantikan kaset, ketika radio memutarnya tanpa henti, dan ketika seluruh keluarga ikut terbawa suasana dramatisnya meski mungkin tidak semua menonton filmnya.
7. “Kuingin Kau Tahu” – Ungu
Memasuki era 2000-an awal, lagu-lagu band Indonesia mulai mendominasi perjalanan keluarga. “Kuingin Kau Tahu” sering diputar berulang-ulang di mobil, terutama oleh kakak atau orang tua yang mengikuti perkembangan musik saat itu.
Lagu ini membawa kenangan masa transisi—dari radio ke CD player mobil, dari kaset pita ke MP3.
8. “Heal the World” – Michael Jackson
Lagu ini memiliki pesan universal tentang perdamaian dan cinta. Banyak orang tua generasi 80–90-an mengagumi Michael Jackson, dan lagu ini menjadi salah satu yang paling sering diputar.
Dalam perjalanan panjang, terutama malam hari ketika anak-anak mulai tertidur, lagu ini terasa seperti penutup yang lembut. Suasananya damai, penuh harapan, dan meninggalkan kesan mendalam.
Mengapa Lagu-Lagu Ini Begitu Membekas?
Ada beberapa alasan mengapa lagu-lagu ini begitu kuat membangkitkan kenangan:
Diputar berulang-ulang – Di era kaset dan CD, pilihan lagu terbatas. Lagu yang sama sering diputar selama perjalanan berjam-jam.
Dinyanyikan bersama – Momen bernyanyi bersama memperkuat ikatan emosional.
Terikat pada momen spesifik – Mudik Lebaran, liburan sekolah, atau perjalanan pertama ke luar kota.
Menjadi jembatan lintas generasi – Anak-anak tumbuh dengan lagu favorit orang tua mereka.
Perjalanan darat generasi tua mungkin tidak dipenuhi playlist streaming atau Bluetooth speaker canggih. Tapi justru karena keterbatasan itu, lagu-lagu tertentu menjadi sangat melekat dalam ingatan.
Kini, ketika lagu-lagu tersebut terdengar kembali—di radio, kafe, atau playlist nostalgia—seketika kita seperti kembali ke dalam mobil lama, duduk berdesakan dengan saudara, jendela sedikit terbuka, angin masuk pelan, dan orang tua di depan tersenyum sambil menyetir.
Dilansir dari Silicon Canals pada Senin (23/2), terdapat 8 lagu yang hampir selalu diputar dalam perjalanan darat generasi tua dan secara instan membangkitkan kenangan keluarga.
1. “Kemesraan” – Iwan Fals & Franky Sahilatua
Lagu ini seperti lagu wajib dalam banyak perjalanan keluarga Indonesia. Dengan lirik sederhana namun penuh makna tentang persahabatan dan kebersamaan, “Kemesraan” sering dinyanyikan bersama-sama, terutama saat perjalanan mulai terasa panjang dan semua orang butuh penyemangat.
Di dalam mobil, biasanya ayah atau paman akan mulai bersenandung pelan, lalu seluruh keluarga ikut menyanyi. Lagu ini bukan hanya tentang teman, tapi juga tentang kebersamaan keluarga yang terasa hangat dan tak tergantikan.
2. “Country Roads (Take Me Home)” – John Denver
Meski lagu Barat, “Country Roads” sangat populer di Indonesia. Liriknya tentang pulang ke kampung halaman sangat cocok dengan suasana mudik atau perjalanan jauh melewati sawah dan pegunungan.
Banyak keluarga generasi 80–90-an mengenal lagu ini dari radio atau kaset kompilasi. Begitu intro gitar terdengar, rasanya seperti ada dorongan untuk ikut bernyanyi keras-keras sambil melihat pemandangan di luar jendela.
3. “Bengawan Solo” – Gesang
Lagu legendaris ini sering diputar oleh generasi yang lebih tua, terutama kakek dan nenek. “Bengawan Solo” menghadirkan nuansa klasik dan nostalgia Indonesia tempo dulu.
Dalam perjalanan darat, terutama saat melintasi Jawa Tengah atau Jawa Timur, lagu ini terasa semakin relevan. Ia bukan sekadar lagu, tetapi potongan sejarah dan identitas yang diwariskan lintas generasi.
4. “I Will Survive” – Gloria Gaynor
Siapa sangka lagu disco ini juga sering menjadi soundtrack perjalanan keluarga? Irama yang enerjik membuat suasana mobil menjadi lebih hidup, terutama ketika perjalanan terasa melelahkan.
Anak-anak mungkin belum paham makna liriknya, tapi mereka ikut bergoyang di kursi belakang. Lagu ini menjadi simbol semangat dan energi dalam perjalanan panjang yang penuh cerita.
5. “Titip Rindu Buat Ayah” – Ebiet G. Ade
Lagu ini sering membuat suasana mobil mendadak hening dan emosional. Banyak orang tua generasi lama sangat menyukai karya-karya Ebiet G. Ade yang puitis dan menyentuh.
Dalam perjalanan jauh, terutama menuju kampung halaman, lagu ini terasa begitu dalam. Ada rasa rindu, pengorbanan, dan cinta keluarga yang tergambar jelas dalam setiap baitnya.
6. “My Heart Will Go On” – Celine Dion (OST Titanic)
Di akhir 90-an, hampir tidak ada mobil yang tidak memutar lagu ini. Setelah film Titanic meledak di bioskop, lagu ini menjadi fenomena global.
Bagi banyak keluarga, lagu ini mengingatkan pada masa ketika CD mulai menggantikan kaset, ketika radio memutarnya tanpa henti, dan ketika seluruh keluarga ikut terbawa suasana dramatisnya meski mungkin tidak semua menonton filmnya.
7. “Kuingin Kau Tahu” – Ungu
Memasuki era 2000-an awal, lagu-lagu band Indonesia mulai mendominasi perjalanan keluarga. “Kuingin Kau Tahu” sering diputar berulang-ulang di mobil, terutama oleh kakak atau orang tua yang mengikuti perkembangan musik saat itu.
Lagu ini membawa kenangan masa transisi—dari radio ke CD player mobil, dari kaset pita ke MP3.
8. “Heal the World” – Michael Jackson
Lagu ini memiliki pesan universal tentang perdamaian dan cinta. Banyak orang tua generasi 80–90-an mengagumi Michael Jackson, dan lagu ini menjadi salah satu yang paling sering diputar.
Dalam perjalanan panjang, terutama malam hari ketika anak-anak mulai tertidur, lagu ini terasa seperti penutup yang lembut. Suasananya damai, penuh harapan, dan meninggalkan kesan mendalam.
Mengapa Lagu-Lagu Ini Begitu Membekas?
Ada beberapa alasan mengapa lagu-lagu ini begitu kuat membangkitkan kenangan:
Diputar berulang-ulang – Di era kaset dan CD, pilihan lagu terbatas. Lagu yang sama sering diputar selama perjalanan berjam-jam.
Dinyanyikan bersama – Momen bernyanyi bersama memperkuat ikatan emosional.
Terikat pada momen spesifik – Mudik Lebaran, liburan sekolah, atau perjalanan pertama ke luar kota.
Menjadi jembatan lintas generasi – Anak-anak tumbuh dengan lagu favorit orang tua mereka.
Perjalanan darat generasi tua mungkin tidak dipenuhi playlist streaming atau Bluetooth speaker canggih. Tapi justru karena keterbatasan itu, lagu-lagu tertentu menjadi sangat melekat dalam ingatan.
Kini, ketika lagu-lagu tersebut terdengar kembali—di radio, kafe, atau playlist nostalgia—seketika kita seperti kembali ke dalam mobil lama, duduk berdesakan dengan saudara, jendela sedikit terbuka, angin masuk pelan, dan orang tua di depan tersenyum sambil menyetir.
Editor: Hanny Suwindari
Tag: #lagu #yang #selalu #diputar #dalam #perjalanan #darat #generasi #secara #instan #membangkitkan #kenangan #keluarga