Sempat Sentuh Rp 130 Ribu per Kg, Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Surabaya Mulai Turun
Pedagang sayur di Pasar Dukuh Kupang, Siti Kholilah tampak sibuk melayani pembeli, Rabu (25/2). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
22:40
25 Februari 2026

Sempat Sentuh Rp 130 Ribu per Kg, Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Surabaya Mulai Turun

Sempat melambung hingga menembus Rp 130 ribu per kilogram, harga cabai rawit di pasar tradisional Surabaya akhirnya mulai turun pada pekan kedua Ramadan, Rabu (25/2).

Seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Dukuh Kupang, yang berada Jalan Dukuh Kupang Timur, Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya.

Salah satu pedagang sayur di Pasar Dukuh Kupang, Siti Kholilah mengatakan harga cabai rawit sebenarnya cenderung fluktuasi, tergantung banyaknya pasokan dari petani. Namun beberapa hari terakhir, ada penurunan.

"Cabai rawit kemarin dan hari ini lagi turun, sekilonya Rp 85 ribu, kalau cabai besar normal Rp 30 ribu per kilogram. Pas menjelang puasa itu, pas megengan sempat Rp 130 per kilogram," ucapnya kepada JawaPos.com, Rabu (25/2).

Bapok lain, seperti bawang merah dan bawang putih pun harganya cenderung stabil. "Saya jual bawang merah Rp 37 ribu per kilogram, kalau bawang putih Rp 35 per kilogram, harganya normal," imbuhnya.

Kenaikan harga justru terjadi pada komoditas sayur-sayuran, seperti terong, kacang panjang, dan sawi-sawian. Bahkan Kholilah menyebut kenaikan harganya nyaris dua kali lipat. Pemicunya tak lain karena cuaca.

"Yang lagi naik itu sayuran malah. Kacang panjang biasanya itu saya jual Rp 10 Ribu per kilogram, sekarang Rp 15 Ribu, naik Rp 5 Ribu. Sawi juga biasanya Rp 8 Ribu per kilogram, sekarang naik jadi Rp 15 Ribu," tutur Kholilah.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, Kholilah memperkirakan harga bapok bakal melonjak lagi sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri. "Kurang satu minggu itu sudah mahal semua, pas hari raya lebaran malah tambah mahal lagi, karena gak ada barang, langka," ucapnya.

Hal senada dikatakan pedagang sayur lain di Pasar Dukuh Kupang, Susanti. Ia mengakui sepekan menjelang puasa, kenaikan harga cabai rawit cukup membuat masyarakat dan pedagang mengeluh.

"Sebelum puasa itu harga sudah di atas Rp 100 ribu lebih per kilogramnya. Pas awal puasa bahkan sempat nyentuh Rp 130 Ribu per kilogram, terus perlahan turun, kemarin dan hari ini saya jual Rp 90 ribu per kilogram," ucapnya.

Perempuan yang sudah lebih dari 10 tahun berjualan di Pasar Tradisional Dukuh Kupang ini mewanti-wanti kenaikan harga bapok menjelang Lebaran. Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah pengendalian.

"Cabai ini sebenarnya fluktuasi ya, tergantung banyaknya barang. Kalau lagi musim panen, harga turun, kalau lagi dikit stoknya bisa mahal, jadi tergantung petani. Semoga saja pas lebaran nanti naiknya nggak gila-gilaan," tutur Susanti.

Di sisi lain, melansir dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok (SISKAPERBAPO) Jawa Timur per 25 Februari 2026, harga cabai rawit di Surabaya berada di angka Rp 83.333 per kilogram.

Bapok lain seperti cabai besar Rp 29.000 per kilogram, bawang merah Rp 37.333 per kilogram, bawang putih Rp 33.500 per kilogram, telur kampung Rp 45.866 per kilogram, dan minyak goreng MINYAKITA Rp 15.916 per liter.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #sempat #sentuh #ribu #harga #cabai #rawit #pasar #tradisional #surabaya #mulai #turun

KOMENTAR