Saat Legenda Juventus Bela Inter yang Tersingkir dari Liga Champions
- Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, punya alasan mengapa klub-klub Italia kini melempem di Liga Champions usai takluknya Inter Milan dari Bodo/Glimt.
Laga play-off Liga Champions seolah jadi neraka bagi klub Liga Italia, salah satunya ketika Inter Milan justru takluk dari klub Norwegia, Bodo/Glimt.
Inter Milan harus kembali mengakui keunggulan Bodo/Glimt 1-2 pada babak play-off Liga Champions di Stadion Giuseppe Meazza pada hari Rabu (25/2/2026).
Bodo/Glimt bahkan unggul lebih dulu melalui Jens Petter Hauge di menit ke-58 dan Hakon Evjen di menit ke-72 sebelum Alessandro Bastoni mencetak satu gol penghibur untuk Inter Milan.
Kini, selepas Inter Milan kandas, klub Liga Italia hanya menyisakan Juventus dan Atalanta yang akan berjuang pada hari Kamis (25/2/2026) dini hari WIB.
Baca juga: Dampak Hasil Inter Milan Terhadap Ranking Serie A di Koefisien UEFA
Juventus Lawan Kemustahilan
Bek Inter Milan asal Italia bernomor punggung 32, Federico Dimarco, berebut bola dengan penyerang Juventus asal Kanada bernomor punggung 30, Jonathan David, pada laga Serie A Italia antara Inter Milan dan Juventus di Stadion San Siro di Milan, pada 14 Februari 2026.
Atalanta harus berjuang membalikkan keunggulan dari Borussia Dortmund usai pada leg pertama di Stadion Signal Iduna Park kalah 0-2.
Sedangkan, Juventus juga harus menghadapi kemustahilan usai pada leg pertama play-off Liga Champions di Stadion Ali Sami Yen dibantai oleh Galatasaray dengan skor 2-5.
Sementara, Napoli yang berstatus sebagai juara Liga Italia justru tak berdaya di Liga Champions dan bahkan gagal lolos dari fase liga.
Kondisi ini membuat legenda Timnas Italia, Alessandro Del Piero pun angkat bicara.
Situasi yang melanda klub Liga Italia di Liga Champions pun bisa saja terjadi pada Timnas Italia di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Baca juga: Curhat Pemain Inter Milan Usai Tumbang Lawan Bodo/Glimt, Bola Tak Mau Masuk Gawang
Italia Bisa Terpengaruh Juventus dan Inter Milan
Gli Azzurri masih harus berjuang di babak play-off zona Eropa menghadapi Wales dan Bosnia-Herzegovina demi menghindari kegagalan lolos Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya.
"Bolehkah saya menangis? Ini situasi yang sulit," ujar Del Piero seperti dilansir dari ESPN.
"Tidak semuanya seburuk yang terlihat, tetapi 90 atau 95 persen. Ini adalah hasil dari apa yang telah terjadi di Italia dalam beberapa tahun terakhir."
"Tingkat investasi rendah. Pasar lain telah menjadi jauh lebih besar daripada kita. Masalahnya? Stadion. Kita tahu kita harus berkinerja lebih baik di luar lapangan [untuk memperbaiki] itu," imbuh Del Piero.
Del Piero pun kembali menambahkan bahwa semua pemangku kepentingan di sepak bola Italia harus mencari cara untuk memperbaiki kondisi ini ke depan.
Baca juga: Bodo/Glimt Bungkam San Siro, Barella: Mereka Lebih Baik dari Inter Milan
"Kami tidak ingin membuat sejarah dengan mematahkan rekor 41 tahun ini. Terutama, di akhir bulan dengan tim nasional," ujarnya.
"Saya percaya bahwa, secara finansial, tim-tim kita perlu lebih diatur. Tidak memiliki begitu banyak hutang. Kita tidak [semua] memiliki pemilik, seperti Juventus, yang menulis cek besar di akhir musim.
"Kita perlu menemukan kembali kecintaan pada sepak bola, tidak hanya di lapangan. Kita perlu lebih bertanggung jawab atas apa yang kita tunjukkan kepada publik, terkadang ada begitu banyak kontroversi," imbuh Del Piero.
Tag: #saat #legenda #juventus #bela #inter #yang #tersingkir #dari #liga #champions