Manfaat Mengasuh Cucu Bagi Lansia, Bisa Bikin Panjang Umur
Ilustrasi mengasuh cucu.(Google Gemini AI)
19:40
25 Februari 2026

Manfaat Mengasuh Cucu Bagi Lansia, Bisa Bikin Panjang Umur

- Banyak perbincangan mengenai kegiatan yang mampu meremajakan usia biologis otak. Menariknya, menjadi kakek atau nenek ternyata merupakan salah satu cara yang efektif.

Kakek dan nenek yang sesekali meluangkan waktu untuk mengasuh cucu mereka, akan merasakan manfaat ganda. Bukan hanya kualitas waktu bersama yang didapat, tetapi hal ini juga berdampak pada ketajaman pikiran dan potensi umur yang lebih panjang.

Fenomena ini diulas dalam sebuah penelitian di jurnal Psychology and Aging, dikutip dari Prevention, Rabu (25/22026).

Studi menemukan, orang lanjut usia (lansia) yang turut membantu merawat cucu, tetapi tidak mengasuh secara penuh waktu, memiliki fungsi kognitif yang jauh lebih baik dibandingkan mereka yang tidak terlibat.

Baca juga: Tak Cukup Sekedar Mengasuh, Tumbuh Kembang Anak Butuh Asih dan Asah

“Kita cenderung mengaitkan kesehatan otak dengan aktivitas seperti mengisi TTS, olahraga, atau mengonsumsi makanan yang tepat. Namun, penelitian yang terus berkembang merujuk pada sesuatu yang sama kuatnya, yaitu koneksi," kata psikiater di Radial, dr. MaryEllen Eller, M.D..

Ia menambahkan, nenek yang memainkan peran pengasuhan aktif menunjukkan penurunan kognitif yang lebih sedikit seiring berjalannya waktu, dibandingkan kelompok lain yang dipelajari.

"Baik nenek maupun kakek yang terlibat dalam pengasuhan juga menunjukkan kelancaran verbal dan ingatan yang lebih kuat," sambung dr. Eller.

Baca juga: Cerita Sari, Ibu Mertua yang Menguatkan Langkah Menantunya Jadi Ibu Bekerja

Bagaimana riset dilakukan?

Data utama penelitian ini diambil dari Health and Retirement Study (HRS), sebuah survei nasional berkala di Amerika Serikat yang melibatkan penduduk usia 50 tahun ke atas. Pengambilan data dilakukan setiap dua tahun sekali selama 12 tahun.

Peserta diminta memberikan informasi mendalam terkait kondisi kesehatan, fungsi kognitif, tatanan keluarga, aktivitas pengasuhan, hingga aspek finansial mereka.

Para peserta ini kemudian dipantau selama 12 tahun untuk melihat perubahan kognitif mereka melalui serangkaian tes standar, seperti kemampuan mengingat kata, berhitung mundur, pengurangan, hingga penamaan obyek.

Tujuan dari analisis panjang ini adalah untuk melihat apakah keterlibatan sebagai kakek-nenek memengaruhi performa kognitif seiring waktu.

"Memang berpengaruh, tetapi hanya di antara mereka yang terlibat secara ringan. Pengasuhan yang lebih intensif dikaitkan dengan penurunan yang lebih curam, kemungkinan besar disebabkan oleh stres kronis," ungkap psikolog klinis dari Fox Chapel Psychological Services, Deborah Gilman, Ph.D..

Baca juga: Generasi Sandwich di Antara Tanggungan keluarga dan Tabungan Menikah

Bagaimana peran kakek-nenek dalam memperpanjang usia?

Menurut Gilman, mengikuti ritme aktivitas anak kecil setara dengan olahraga kognitif bagi seluruh tubuh.

Di dalamnya terdapat proses perencanaan, penyelesaian masalah, interaksi sosial, hingga kontrol emosi. Para lansia dituntut untuk selalu kreatif, responsif, dan memiliki fleksibilitas mental.

“Jenis stimulasi inilah yang sangat dibutuhkan oleh otak yang menua agar tetap berkembang,” ucap Gilman.

Aktivitas ini secara alami melatih memori dan kontrol impuls yang biasanya mulai menurun seiring penuaan. Pasalnya, keterlibatan sosial memang sudah lama dikenal sebagai tameng pelindung terhadap risiko demensia.

“Sebuah studi bahkan menyebutkan, lansia dengan keterlibatan sosial yang kuat memiliki daya ingat yang setara dengan orang yang usianya 7,5 tahun lebih muda,” ungkap Gilman.

Baca juga: Mengenal Depresi pada Lansia, dari Tanda hingga Pencegahan Menurut Pakar

Kehadiran anak-anak dengan tingkah lakunya yang tidak terduga menciptakan kombinasi sempurna yang merangsang otak dengan luar biasa.

Selain mental, aktivitas fisik pun terjadi secara alami. Misalnya saat berjalan santai ke taman atau sekadar membungkuk guna membantu mengikat tali sepatu cucu.

Gilman mencatat, pergerakan fisik ini memperlancar aliran darah dan meningkatkan brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang mendukung plastisitas sel saraf di otak.

Dengan kata lain, kesehatan lahir dari rasa memiliki tujuan, hubungan sosial yang hangat, serta penurunan tingkat stres.

"Pengasuhan ringan dikaitkan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah dan hormon stres seperti kortisol, yang jika tidak, dikaitkan dengan penyakit terkait usia dan kematian dini. Jadi, dalam satu sisi, menjadi kakek-nenek mungkin merupakan vaksin stres, asalkan 'dosisnya' tepat," jelas Gilman.

Baca juga: Rutin Mendengarkan Musik Bantu Kurangi Risiko Demensia pada Lansia

Tag:  #manfaat #mengasuh #cucu #bagi #lansia #bisa #bikin #panjang #umur

KOMENTAR