Komdigi dan Indosat Luncurkan Sahabat-AI, Platform Kecerdasan Buatan Lokal Berbasis Aplikasi untuk Publik
- Pemerintah bersama sektor swasta kembali memperluas langkah Indonesia di bidang kecerdasan buatan. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) menggandeng Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan Sahabat-AI, platform kecerdasan buatan yang kini tersedia dalam bentuk aplikasi di Android dan iOS.
Peluncuran ini diyakini menandai upaya terbaru pemerintah dan industri telekomunikasi dalam membangun ekosistem AI yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Sahabat-AI dirancang sebagai platform terbuka yang bisa digunakan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, kreator konten, pelaku usaha, hingga institusi publik.
Berbeda dari layanan AI yang selama ini banyak bergantung pada platform global, Sahabat-AI dikembangkan dengan fokus pada konteks lokal. Sistemnya diklaim mampu memahami ragam bahasa Indonesia dan gaya komunikasi sehari-hari, sekaligus menyesuaikan diri dengan norma sosial dan budaya yang berlaku.
Dari sisi fitur, aplikasi ini mengusung pendekatan multi-model dan multi-modal. Pengguna dapat memanfaatkan beragam fungsi dalam satu antarmuka, mulai dari pembuatan teks, pembuatan gambar dan video berbasis perintah teks, pencarian cerdas, bantuan pemrograman, hingga analisis dokumen yang terintegrasi tanpa perlu berpindah-pindah platform.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut kehadiran Sahabat-AI sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian teknologi nasional. Menurutnya, pengembangan AI tidak hanya soal inovasi, tetapi juga soal memastikan akses yang setara bagi masyarakat di berbagai daerah dan latar belakang bahasa.
Ia menekankan pentingnya membangun teknologi yang relevan dengan kebutuhan dalam negeri, sekaligus mampu bersaing secara global. "Dalam konteks transformasi digital, pemerintah mendorong agar pemanfaatan AI tidak hanya terpusat di kota besar atau sektor tertentu, melainkan menjangkau lebih luas," kata Meutya di Jakarta, Rabu (25/2).
Sementara itu, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan platform ini disiapkan sebagai fondasi inovasi yang dapat dimanfaatkan berbagai pihak. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar teknologi AI berkembang sesuai kebutuhan nasional.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian dalam pengembangan Sahabat-AI. Platform ini dilengkapi mekanisme pengamanan berlapis (guardrails) yang dirancang selaras dengan regulasi serta norma sosial di Indonesia. Langkah tersebut disebut sejalan dengan upaya menjaga ruang digital tetap aman dari konten negatif, sekaligus mendorong penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Kehadiran Sahabat-AI menambah daftar inisiatif pengembangan teknologi dalam negeri di tengah persaingan global industri kecerdasan buatan. Tantangannya ke depan bukan hanya soal kecanggihan fitur, tetapi juga sejauh mana platform ini mampu digunakan secara luas, relevan dengan kebutuhan sehari-hari, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Tag: #komdigi #indosat #luncurkan #sahabat #platform #kecerdasan #buatan #lokal #berbasis #aplikasi #untuk #publik