8 Strategi War Tiket Kereta Tambahan Mudik Lebaran 2026: Jangan Sampai Kehabisan!
Penumpang menununjukan tiket Kereta Api di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
19:42
25 Februari 2026

8 Strategi War Tiket Kereta Tambahan Mudik Lebaran 2026: Jangan Sampai Kehabisan!

- Mudik Lebaran selalu jadi momen paling ditunggu. Tapi satu hal yang tak pernah berubah setiap tahun adalah drama rebutan tiket kereta. Untuk mudik Lebaran 2026, kamu sudah harus mulai pasang strategi dari sekarang. Jangan tunggu sampai panik.

Apalagi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menetapkan pola penjualan tiket jauh hari sebelum hari keberangkatan. Kalau kamu ingin pulang kampung dengan tenang tanpa drama kehabisan tiket, delapan strategi ini bisa jadi pegangan.

1. Tandai Kalender: Tiket Dijual H-45

Penjualan tiket kereta mudik biasanya dibuka H-45 sebelum tanggal keberangkatan. Untuk periode Lebaran 2026, pemesanan sudah dimulai sejak akhir Januari untuk perjalanan H-10 hingga H+10 Lebaran.

Artinya, kalau kamu berencana mudik pertengahan Maret 2026, kamu sudah harus bersiap sejak awal Februari. Jangan cuma mengandalkan ingatan.

Buat alarm di ponsel sehari sebelumnya agar kamu bisa standby sebelum jam penjualan dibuka. Ingat, mudik itu soal timing. Telat beberapa menit saja, kursi bisa langsung ludes.

2. Jangan Menyerah di Jam 00.00 WIB

Mayoritas orang akan langsung menyerbu sistem tepat pukul 00.00 WIB. Server sibuk, antrean panjang, bahkan kadang error.
Kalau gagal di menit-menit pertama, jangan langsung putus asa.

Coba cek lagi 1–2 jam setelahnya. Tiket yang tidak dibayar dalam batas waktu otomatis akan kembali ke sistem dan bisa kamu amankan. Sering kali justru 'rejeki' datang setelah euforia awal mereda.

3. Rutin Cek, Karena Banyak yang Reschedule

Tak sedikit calon pemudik yang mengubah jadwal atau membatalkan perjalanan. Begitu pembatalan diproses, tiket akan langsung muncul kembali di sistem.

Karena itu, biasakan cek ketersediaan tiket secara berkala, terutama di jam-jam santai seperti pagi hari atau menjelang siang. Strategi ini memang butuh kesabaran, tapi peluangnya nyata.

4. Siapkan Tanggal Alternatif

Kalau kamu memaksa berangkat di tanggal favorit, misalnya dua atau tiga hari sebelum Lebaran, siap-siap bersaing super ketat.
Coba pertimbangkan berangkat sedikit lebih awal atau setelah puncak arus mudik.

Selain peluang tiket lebih besar, suasana perjalanan juga biasanya lebih nyaman.
Mudik bukan soal tanggal paling ideal, tapi soal bisa sampai kampung halaman dengan aman dan tenang.

5. Manfaatkan Rute Sambungan

Tiket langsung Jakarta–Surabaya habis? Jangan buru-buru menyerah.
Coba cari rute sambungan, misalnya Jakarta–Semarang lalu lanjut Semarang–Surabaya.

Strategi ini sering jadi penyelamat saat rute utama sudah penuh. Yang penting, beri jeda minimal 3 jam (180 menit) antar kereta untuk mengantisipasi keterlambatan. Hitung matang agar tidak ketinggalan kereta lanjutan.

6. Pastikan Internet Stabil Saat 'War'

Detik pergantian hari adalah momen krusial. Ribuan orang login bersamaan. Kalau koneksi lambat, kamu bisa kalah cepat.
Gunakan jaringan paling stabil yang kamu punya, WiFi rumah atau jaringan 5G yang minim gangguan.

Tutup aplikasi lain agar ponsel tidak lemot saat proses pembayaran. Dalam perang tiket, kecepatan adalah segalanya.

7. Simpan Data Penumpang Sejak Awal

Jangan sampai waktu habis hanya karena kamu masih mengetik NIK satu per satu.
Simpan data penumpang di catatan ponsel atau fitur penyimpanan data di aplikasi pemesanan resmi KAI.

Begitu tiket tersedia, kamu tinggal klik dan lanjut ke pembayaran. Langkah kecil ini bisa menghemat waktu berharga beberapa menit, dan di musim mudik, beberapa menit itu sangat menentukan.

8. Pantau Pengumuman Kereta Tambahan

Ini yang sering jadi 'nafas kedua' para pejuang tiket: kereta tambahan. Biasanya setelah tiket reguler habis, KAI akan mengumumkan perjalanan tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang. Informasinya dirilis bertahap.

Rajin cek kanal resmi PT Kereta Api Indonesia dan notifikasi aplikasi agar kamu tidak ketinggalan gelombang kedua ini. Banyak pemudik yang akhirnya berhasil berangkat justru dari tiket tambahan.

Mudik Tenang Butuh Strategi, Bukan Sekadar Untung-untungan

Persiapan mudik Lebaran 2026 bukan cuma soal menabung atau packing koper lebih awal. Mendapatkan tiket kereta pun perlu strategi matang.

Mulai dari mencatat jadwal penjualan H-45, fleksibel memilih tanggal, sampai rajin memantau tiket tambahan—semua bisa meningkatkan peluangmu pulang kampung tanpa drama.

Ingat, mudik adalah momen berkumpul bersama keluarga. Jangan biarkan kurang persiapan membuat kamu batal berangkat. Tahun ini, siapkan strategi dari sekarang dan menangkan 'perang' tiketnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #strategi #tiket #kereta #tambahan #mudik #lebaran #2026 #jangan #sampai #kehabisan

KOMENTAR