Apakah Menghirup Essential Oil Berbahaya bagi Kesehatan Paru-paru?
Ilustrasi minyak esensial.(Unsplash/towfiqu999999)
20:42
25 Februari 2026

Apakah Menghirup Essential Oil Berbahaya bagi Kesehatan Paru-paru?

- Essential oil kerap dipromosikan sebagai solusi alami untuk meredakan stres, meningkatkan fokus, sampai membantu pernapasan. 

Tetapi di balik aromanya yang menenangkan, apakah menghirup essential oil aman untuk paru-paru?

Sejumlah ahli paru menilai, manfaat essential oil untuk kesehatan paru sebenarnya cukup terbatas. Bahkan, pada kondisi tertentu, aromanya justru berpotensi memicu masalah pernapasan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Nail Art Bisa Sebabkan Infeksi Jamur dan Gangguan Pernapasan, Ini Kata Dokter

Manfaat essential oil untuk paru-paru masih terbatas

Banyak orang mengira menghirup essential oil dapat membersihkan paru-paru atau meningkatkan kesehatan pernapasan. Sayangnya, anggapan ini belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

“Belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung penggunaan rutin essential oil dalam meningkatkan kesehatan paru-paru,” kata Russell Buhr, asisten profesor klinis di Divisi Pulmonary and Critical Care, David Geffen School of Medicine, UCLA, dikutip Parade, Rabu (23/2/2026).

Hal senada disampaikan David Beuther, dokter spesialis paru di National Jewish Health, Denver. Ia menegaskan, essential oil tidak memiliki manfaat terapeutik langsung bagi paru-paru. 

“Essential oil tidak benar-benar memberikan efek pengobatan untuk paru-paru, sehingga tidak bisa diandalkan untuk memperbaiki fungsi pernapasan,” ujarnya.

Meski demikian, bagi orang tanpa gangguan paru, penggunaan essential oil dalam jumlah kecil, misalnya lewat diffuser, umumnya tidak menimbulkan masalah serius, selama tidak memicu reaksi alergi atau iritasi.

Baca juga: Rekomendasi 3 Aroma Essential Oil untuk Pemula agar Tak Bingung

Risiko bagi penderita asma dan penyakit paru kronis

Situasinya berbeda bagi mereka yang memiliki kondisi paru seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (COPD).  Para ahli justru lebih berhati-hati dalam menyarankan penggunaan essential oil pada kelompok ini.

Menurut wakil presiden layanan kesehatan komunitas Asthma and Allergy Foundation of America, Melanie Carver, partikel yang dilepaskan essential oil ke udara dapat memicu peradangan saluran napas. 

“Menghirup partikel dari essential oil dapat memicu gejala asma. Aroma kuatnya mengandung senyawa organik volatil atau VOC yang dapat mengiritasi paru-paru,” jelasnya.

Dokter spesialis paru di Cleveland Clinic Asthma Center di Ohio, Neha Solanki menambahkan, beberapa essential oil yang sering didifusikan, seperti eucalyptus dan lavender, dapat melepaskan senyawa kimia tertentu. 

“Zat seperti terpene, toluene, dan benzene diketahui memiliki efek samping pada sistem pernapasan, termasuk sesak napas, dada terasa berat, dan mengi,” katanya.

Meski aromanya terasa menyegarkan, efeknya pada paru-paru tidak selalu aman bagi semua orang.

Baca juga: Catat, Ini Tanda Anak Sedang Mengalami Sesak Napas Berat

Ilustrasi pernapasan.Dok. Freepik/jcomp Ilustrasi pernapasan.

Aroma kuat bisa menjadi pemicu asma

Badan kesehatan seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mencantumkan wewangian sebagai salah satu pemicu umum serangan asma. 

Selain asap rokok, debu, jamur, dan polusi udara, aroma kuat dari diffuser juga dapat memperburuk kondisi pernapasan.

Pada penderita asma, menghirup essential oil yang dipanaskan dan disebarkan ke udara berpotensi memicu serangan tanpa disadari.  Inilah alasan mengapa sebagian dokter menyarankan penderita asma untuk menghindari diffuser, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi buruk.

Baca juga: Asma pada Anak Bisa Pengaruhi Fungsi Paru saat Dewasa, Ini Kata Dokter

Kurangnya regulasi jadi alasan waspada

Masalah lain yang kerap disorot para dokter adalah minimnya regulasi terhadap produk essential oil. 

“Produk-produk ini sebagian besar tidak diatur secara ketat, sehingga sulit memastikan apakah isi botol sesuai dengan labelnya,” ujar Russell Buhr.

Konsentrasi minyak bisa sangat bervariasi antar merek maupun antar pembelian. Kondisi ini berbeda jauh dengan obat-obatan medis yang diresepkan dokter. 

“Obat asma yang diresepkan dokter telah melalui uji klinis dan disetujui regulator, sehingga keamanan dan efektivitasnya jelas,” tutur Solanki.

Jika ingin mencoba terapi pendamping, para ahli justru menyarankan teknik yang lebih aman, seperti meditasi, latihan pernapasan, dan manajemen stres. Prinsipnya jelas, yaitu gunakan sebagai tambahan, bukan pengganti pengobatan medis.

Baca juga: Angka Asma pada Anak Meningkat, IDAI Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Tag:  #apakah #menghirup #essential #berbahaya #bagi #kesehatan #paru #paru

KOMENTAR