Badai Dingin Lumpuhkan Eropa Barat, Ratusan Penerbangan Batal dan Transportasi Kacau
Ilustrasi tumpukan salju. Perubahan iklim menyebabkan salju tebal terjadi di timur Australia, yang mengakibatkan banjir dan pemadaman listrik di wilayah lain. Pada Sabtu (9/8/2025), udara dingin menyebabkan salju menumpuk setebal 40 sentimeter (cm) di beberapa bagian wilayah utara New South Wales. (Wikimedia Commons)
18:07
8 Januari 2026

Badai Dingin Lumpuhkan Eropa Barat, Ratusan Penerbangan Batal dan Transportasi Kacau

Cuaca ekstrem berupa badai dingin melanda berbagai wilayah di Eropa Barat minggu ini.

Fenomena yang dijuluki big freeze (karena suhu membeku, salju lebat, dan lapisan es tebal) menyebabkan gangguan serius pada transportasi udara, darat, hingga kereta cepat antarnegara.

Ratusan penerbangan batal di berbagai bandara besar

Dilansir dari BBC, Bandara Schiphol Amsterdam menjadi salah satu yang paling terdampak. Lebih dari 700 penerbangan dibatalkan dalam satu hari, menjadikannya salah satu gangguan transportasi terbesar di kawasan tersebut.

Maskapai nasional Belanda, KLM, bahkan memperingatkan bahwa stok cairan penghilang salju di bandara hampir habis setelah beberapa hari cuaca membeku tanpa jeda. Situasi tersebut disebut sebagai kondisi “luar biasa.”

Akibat pembatalan besar-besaran itu, lebih dari 1.000 penumpang harus bermalam di bandara, dengan ratusan tempat tidur darurat disiapkan baik sebelum maupun sesudah pemeriksaan keamanan.

Tak hanya Belanda, Prancis juga meminta maskapai mengurangi 40% penerbangan di Bandara Charles de Gaulle. Lebih dari 100 penerbangan dibatalkan di sana, serta 40 lainnya di Bandara Orly.

Gangguan serupa terjadi di Heathrow London dan Brussels, dengan puluhan penerbangan tertunda atau dibatalkan.

Eurostar ikut terdampak, kereta antarnegara delay dan cancel

Layanan kereta cepat Eurostar yang menghubungkan London–Paris tak luput dari efek big freeze.

Beberapa perjalanan pada Rabu (waktu setempat) dilaporkan mengalami penundaan panjang bahkan pembatalan.

Setengah wilayah Perancis waspada, jalan raya ditutup

Hampir 50 persen wilayah Prancis berada dalam status siaga akibat salju tebal dan black ice—lapisan es tipis berbahaya yang sulit terlihat.

Pemerintah setempat bahkan melarang kendaraan berat melintas di sejumlah wilayah untuk mencegah kecelakaan serius.

Cuaca ekstrem ini turut menelan korban. Lima orang tewas dalam insiden terpisah di Prancis, sementara seorang wanita di Sarajevo, Bosnia, meninggal setelah kota itu diselimuti hingga 40 cm salju.

Pemandangan langka: Paris bersalju tebal

Meski menyebabkan kekacauan, kondisi ini juga menyuguhkan pemandangan langka. Ibu kota Prancis tampak putih bersih diselimuti salju, membuat warga dan turis berbondong-bondong keluar rumah.

Mereka bermain ski di Bukit Montmartre dan menyusuri taman Champs de Mars di bawah Menara Eiffel yang berselimut putih.

“Ini luar biasa dan indah,” ujar seorang warga Paris bernama Pierre. “Semua orang terlihat sangat bahagia.”

Di balik keindahan tersebut, ribuan orang harus menghadapi kondisi sulit. Seorang remaja asal Guinea yang tinggal di tenda di pinggiran Paris mengatakan bahwa ia tidak punya pilihan selain bertahan dalam dingin ekstrem.

“Kamu hanya harus tetap kuat agar tidak mati,” ujarnya.

Tag:  #badai #dingin #lumpuhkan #eropa #barat #ratusan #penerbangan #batal #transportasi #kacau

KOMENTAR