Mengapa Turis Arab Senang Liburan ke Puncak Bogor?
Kawasan Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah lama dikenal sebagai destinasi langganan turis Arab di Indonesia.
Popularitas Puncak di mata turis Arab tak lepas dari kombinasi faktor alam, budaya, dan kenyamanan yang ditawarkan.
"Kenapa mereka suka Bandung dan Puncak? Karena mereka suka daerah dingin, hijau, karena memang negaranya (banyak) padang pasir begitu ya," kata Deputi Bidang Pemasaran Ni Made Ayu Marthini saat dihubungi Kompas.com lewat sambungan telepon, Rabu (26/11/2025).
Menurut Made, kecenderungan turis Arab saat memilih tempat wisata beriklim sejuk bukan hanya terjadi saat bepergian ke Indonesia, melainkan ke banyak negara di dunia.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua ASITA Jawa Barat, Daniel G Nugraha, saat dihubungi Kompas.com secara terpisah, Rabu (3/12/2025).
Sejuknya udara dan pemandangan alam yang indah menjadi alasan mengapa turis Arab senang bepergian ke Puncak Bogor.
"Memang karakternya orang Timur Tengah atau Arab itu suka yang area pegunungan, yang dingin dan hijau, karena mungkin berbeda dengan iklim atau keadaan di negaranya," jelas dia.
Dalam sekali kunjungan, kata Daniel, turis Arab biasanya menetap selama lima hari di Puncak dan dua hari di Jakarta.
Selanjutnya, turis Arab umumnya melanjutkan wisata ke destinasi lain, seperti Bali.
Adapun berdasarkan data yang disampaikan Made Marthini, rata-rata durasi berlibur turis Arab di Indonesia sekitar 13,4 hari dengan pengeluaran mencapai 2.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 33 jutaan.
"Itu angka rata-rata ya, jadi enggak semua. Misalnya, yang ke Bali bisa lama atau ke Bandung bisa lebih lama, tapi rata-rata itu (berkunjung) ke Indonesia selama 13,4 hari," kata Made Marthini.
Durasi tinggal turis Arab di Indonesia terbilang lebih lama bila dibandingkan turis asal negara tetangga, seperti Malaysia.
"Turis Malaysia paling lima sampai delapan hari gitu kan, beda ya, tapi mereka repeater," sambung dia.
Dihubungi terpisah pada Kamis (27/11/2025), Director of Sales & Marketing Grand Aston Puncak Hotel & Resort, Natalia Waani, mengatakan bahwa puncak kunjungan turis Arab ke Indonesia biasanya meningkat setelah Lebaran Idul Fitri dan saat Lebaran Haji (Idul Adha).
Selama periode itu terdapat sekitar 60 persen turis Arab yang menginap di Grand Aston Puncak Hotel & Resort dari jumlah tamu keseluruhan.
Sementara itu, memasuki penghujung tahun pada Oktober-November, jumlah tamu Arab di hotel ini cenderung menurun.
Turis Arab biasanya membawa keluarga selama berlibur di Puncak. Setidaknya, mereka menghabiskan dua malam untuk menginap di hotel.
Jumlah kunjungan turis Arab ke Indonesia
Jumlah turis asing yang berkunjung ke Puncak Bogor juga didominasi oleh wisatawan Arab Saudi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah turis Arab Saudi yang berkunjung ke Indonesia selama Januari hingga September 2025 mencapai 113.685 orang. Kawasan Puncak menjadi salah satu destinasi yang paling diminati.
Bersama Jakarta, Bandung, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Puncak termasuk lima destinasi Indonesia favorit bagi turis Arab.
Saking banyaknya jumlah turis Arab Saudi di Puncak, salah satu kawasan di Cisarua, Bogor, bahkan dijuluki sebagai "Kampung Arab".
Meski demikian, jumlah kunjungan turis Arab ke Indonesia saat ini masih belum menyamai angka kunjungan sebelum pandemi Covid-19.
Pada 2019, kunjungan turis Arab ke Indonesia mencapai sekitar 157.000. Angka kunjungan ini kemudian anjlok selama Covid berlangsung sekitar tiga tahun.
"Tahun 2020 angkanya turun 32.000, 2021 turun karena penutupan (akses), 2022 ada 46.000 kunjungan, lalu tahun 2023 langsung melonjak 107.600 kunjungan," jelas Made.
Setelah pandemi Covid-19, jumlah turis Arab yang datang ke Indonesia mencapai puncaknya pada 2024 dengan total sekitar 135.000 kunjungan.